Jumat, 30 Juli 2010

Pakaian joki merpati balap

Ketika lomba berlangsung banyaknya joki yang ada di garis finis menunggu kedatangan masing-masing merpatinya¬terkadang memang membuat burung tersebut bingung menentukan di mana posisi jokinya. Supaya joki lebih mudah dikenali ter¬utama ketika jarak terbangnya masih jauh, joki harus menggunakan pakaian khusus dengan warna yang khusus pula. Tentunya pakaian tersebut sudah dikenal betul oleh merpati balapnya.

Pakaian khusus itu harus benar-benar sudah dikenal sejak latihan. Sebaiknya pakaian dengan warna khusus itu tidak berganti¬ganti. Biasanya klub-klub penggemar merpati balap sudah mempunyai warna dan bentuk pakaian tersendiri. Masing-masing klub berusaha menggunakan pakaian dengan warna yang tidak sama antara klub yang satu dengan yang lainnya. Pakaian baik baju, kaos, maupun celana yang dipakai menjoki ada yang polos ada juga yang menggunakan kombinasi warna. Bahkan, ada pula yang menggunakan topi dengan warna dan bentuk tertentu yang berbeda dengan joki lainnya.

Pakaian yang biasa digunakan sebaiknya warna-warna yang mencolok. Namun, harus dihindari warna yang sama dengan kondisi lapangan, misalnya warna hijau bila latihan atau lomba diadakan pada lapangan yang berumput. Sebaliknya bila latihan atau lomba diadakan di lapangan terbuka yang gersang dan tidak ditumbuhi rumput sama sekali, sebaiknya joki tidak mengenakan pakaian berwarna cokelat.

Warna yang tepat dan banyak digunakan joki biasanya warna putih, kuning, merah, dan hitam. Pakaian dengan warna putih sangat menguntungkan jika aduan merpati balap berlangsung hingga menjelang petang. Biasanya hal ini terjadi pada babak final. Dalam mengenalkan ciri dan warna pakaian yang digunakan, sebaiknya tidak hanya pada saat latihan saja. Joki harus pula mengenakan pakaian khususnya saat memberi pakan, memandikan, serta membersihkan kandang. Hal ini dilakukan agar merpati balap benar-benar mengenal lebih dekat siapa jokinya.

Kamis, 29 Juli 2010

Merpati Balap memerlukan kasih sayang

Joki harus memberi perhatian dan kasih sayang yang besar kepada merpatinya. Perhatian dan kasih sayang ini bisa membuat merpati balap lebih mengenal jokinya. Perhatian tersebut tidak cukup hanya memberi makan, membersihkan kandang, memandikan, menjemur, maupun melatihnya. Kasih sayang yang tulus malahan lebih didambakan oleh merpati balap.

Kasih sayang dapat ditunjukkan di saat senggang, bergurau dengan merpati balap sambil mendekatkan sang betinanya. Begitu pula pada malam hari biasakan joki mengelus-elus merpatinya. Jalinan hubungan yang harmonis sangat berpengaruh ketika berada di lapangan, merpati balap tidak akan lupa atau salah mengenali jokinya.

Rabu, 28 Juli 2010

Gerakan badan dan tangan joki merpati balap

Gerakan tangan saat mengayunkan merpati betina ternyata juga berpengaruh pada kecepatan terbang merpati balap (jantan). Semakin pelan ayunannya biasanya merpati saat hinggap di tangan juga lamban. Justru merpati akan semakin berpacu jika gerakan ayunan joki semakin cepat. Kecepatan yang dimaksud tentu tidak asal cepat dan kasar, tetapi gerakan ayunannya tidak kaku. Meskipun cepat, tetapi masih terasa santai dan kokoh dalam menerima merpati.

Bentuk ayunan yang baik harus dirasakan merpati sejak lati¬han. Begitu pula cara joki menerimanya. Dengan demikian, diharapkan ketika lomba, merpati sudah tidak ragu dan tidak meleset saat hinggap di tangan meskipun dengan kecepatan tinggi.

Banyaknya merpati yang adu kecepatan terkadang juga masih membingungkan joki. Apalagi jika terjadi persaingan ketat dan saling tempel. Untuk mengantisipasi kedatangan dari berbagai penjuru, joki dituntut mempunyai refleks yang cepat. Kebanyakan joki joki yang kurus atau ideal (antara tinggi dan berat badannya) sangat cocok dibanding yang berbadan gemuk.

Selasa, 27 Juli 2010

Joki harus tahu gaya terbang merpati balap

Mengetahui secara persis gaya terbang merpati yang dijoki merupakan faktor yang sangat penting bagi joki. Pada kondisi apa pun joki mampu mengetahui berada di posisi mana merpatinya. Dengan mengetahui posisi merpati balap -saat menuju garis finis- joki bisa beraksi untuk mengantisipasi kedatangan dan siap menerimanya.

Pemahamanan joki terhadap gaya terbang merpati balap bermanfaat untuk mengantisipasi jika terdapat dua merpati balap yang sama warna dan ketinggian terbangnya. Kesamaan ini memang sangat merepotkan joki untuk menentukan yang mana merpati balapnya. Dari sekian banyak kesamaan tentu terdapat sedikit perbedaan yang menjadi kebiasaan merpati yang dijokinya. Bila sudah mengenal betul merpatinya, joki tentu tidak akan kesulitan menentukan di mana burung yang dijokinya berada.

Mengetahui secara detail tentang gaya terbang dan kebiasaan hinggap di tangan dapat dilakukan saat latihan. Dalam latihan tidak hanya sekadar menjoki. Namun, harus benar-benar mengamati gaya terbang serta kebiasaan sekecil apa pun yang dilakukan merpati balap mulai dilepas (oleh pelepas) hingga sampai di tangan joki.

Senin, 26 Juli 2010

Joki merpati balap harus Melatih ketajaman penglihatan

Awal latihan yang baik sebagai joki terutama yang ingin menjadi joki andalan sebaiknya menjadi pelepas terlebih dahulu. Saat ngetren (melepas) harus melihat merpati yang dilepas hingga tidak kelihatan. Latihan ini untuk membiasakan kernampuan melihat merpati terbang sejauh-jauhnya. Dengan demikian, saat menjadi joki sudah dapat mendeteksi kedatangan pembalap secepat mungkin dari jarak yang cukup jauh. Pejoki yang baik kebanyakan mampu melihat merpati terbang hingga jarak 1 km bahkan lebih.

Ketajaman penglihatan sang joki harus tetap terpelihara. Untuk itu, Ia harus banyak makan makanan yang mengandung vitamin A. Makan wortel tanpa dimasak juga dipercaya sangat membantu ketajaman penglihatan. Ada baiknya bila hal ini dilakukan setiap hari. Selain itu, bisa juga dengan meminum tab¬let vitamin A yang banyak dijual di apotek atau toko obat.

Minggu, 25 Juli 2010

Joki Merpati Balap

Peranan joki dalam balap merpati tidak bisa dikesampingkan. Selain faktor keturunan, latihan, dan perawatan, joki juga meru¬pakan faktor penentu kemenangan dalam arena balap merpati. Tidak jarang merpati balap gagal mengalahkan lawan-lawannya hanya akibat kesalahan kecil yang dilakukan joki.

Umumnya yang menjadi joki bukan pemilik merpati balap. Jika semua merpati balap yang dimiliki harus dijoki sendiri, tentu baik waktu, tenaga, maupun pikiran jelas tidak teratasi. Pemilik paling banyak dalam satu perlombaan hanya bisa menjoki 1-2 burung. Pemilik justru lebih ditekankan untuk mempersiapkan dalam bentuk sarana, teknik, serta memantau kekuatan lawan sebagai langkah mengatur strategi lomba. Pelaksana di lapangan bisa diserahkan joki joki yang telah dipersiapkan.

Joki yang baik tentunya mendapat kepercayaan penuh dari pemilik merpati. Sebelum lomba, joki harus membekali diri dengan berbagai keterampilan dan ketentuan dalam menjoki sehingga mampu menunjukkan diri sebagai joki yang dapat diandalkan.

Menjadi joki juga merupakan mata pencaharian, ada beberapa joki yang memang dijadikan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Kebanyakan joki-joki yang dapat diandalkan dipelihara pemilik merpati balap sebagai karyawan. Dengan demikian, pekerjaan setiap harinya selain menjoki saat latihan dan lomba, juga bertugas sebagai pemelihara merpati balap.

Sabtu, 24 Juli 2010

Pemberian Vitamin, Mineral, dan Obat-obatan untuk merpati balap

Kendati makanan dan minuman sehari-hari juga terdapat kan¬dungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan merpati, vitamin serta mineral masih harus diberikan. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi kekurangan vitamin dan mineral.

Kebutuhan vitamin dan mineral sangat penting untuk mening¬katkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, memperkuat otot, memperlancar metabolisme tubuh, dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Vitamin yang dibutuhkan sesuai kebutuhan meliputi vitamin A (menyehatkan dan mempertajam penglihatan mata), B kompleks (memperkuat otot dan saraf, meningkatkan daya tahan tubuh, nafsu makan, dan kemampuan terbang serta mempertahankan sel darah merah), C (menyehatkan kulit), D (membantu pertumbuhan tulang dan bulu), E (memperkuat otot dan jaringan tubuh), dan K (mempercepat pembekuan darah).

Sementara mineral yang diperlukan meliputi fosfor (P), ferum (Fe), ,iodium (I), kalsium (Ca), kuprum (Cu), mangan (Mn), dan seng (Zn). Mineral-mineral tersebut sangat membantu pembentukan hemoglobin dan hormon, metabolisme tubuh, menumbuhkan otot, membentuk sel darah merah, memperkuat otot jantung, menumbuhkan tulang kerangka, menumbuhkan badan, serta mengaktifkan organ.

Pemberian vitamin dan mineral dapat dicampur dengan makanan sehari-hari. Bila pakannya berupa biji-bijian sementara mineral yang akan diberikan berupa bubuk, pencampuran dapat dilakukan dengan dicampur minyak ikan atau madu. Pencampuran ini sekaligus juga untuk menambahkan vitamin.


Sementara untuk obat-obatan sebaiknya diberikan saat diper¬lukan saja, misalnya dalam kondisi sakit, menjelang lomba, atau selesai lomba agar dapat menghilangkan rasa lelah. Misalnya diberikan obat antistres seusai mengikuti lomba atau perjalanan jauh. Hal ini untuk mengantisipasi agar kesehatan burung tidak terganggu.

Obat-obatan yang diberikan biasanya hasil ramuan sendiri, berupa ramuan rempah-rempah yang ditambah madu dan kuning telur. Selain itu, ada juga yang menggunakan tambahan obat-obatan yang biasa digunakan manusia hanya saja dosisnya harus lebih kecil atau membeli obat-obatan yang sudah jadi, misalnya Rudal, Canary Post, Supervit Drops, serta obat antistres yang banyak dijual di toko-toko obat dan makanan burung.

Jumat, 23 Juli 2010

Pemberian Air minum untuk merpati balap

Air minum bagi merpati balap mutlak harus diberikan. Meski¬pun di sekitar rumah banyak genangan air yang bisa diminum merpati saat dilepas, tetapi sebaiknya burung ini harus dibiasakan minum pada air yang disediakan. Hal ini dilakukan agar kondisi kesehatannya selalu terjamin. Tentunya air minum yang diberikan harus terjamin kebersihannya dan bebas penyakit. Biasanya merpati yang air minumnya telah disediakan tersendiri tidak mau minum di sembarang tempat.

Bagi merpati yang sudah berprestasi tidak ada jeleknya jika diberi minum air mineral. Jika tidak, bisa diberikan air ledeng, hujan, atau air sumur yang telah dimasak terlebih dahulu. Dengan maksud agar terbebas dari kuman-kuman penyakit. Namun, air tersebut harus diberikan pada keadaan dingin.

Untuk menjaga kebersihan air minum sebaiknya tempat minum juga harus selalu bersih. Air minum yang diberikan sepanjang hari sebaiknya ditempatkan pada tempat minum khusus. Setiap penggantian air, tempat minum juga harus turut dibersihkan.

Kamis, 22 Juli 2010

Cara Pemberian Pakan Untuk Merpati Balap

Kandungan gizi dalam pakan yang diberikan kepada merpati balap harus diperhatikan. Tentunya ada perbedaan pemberian pakan saat anakan (yang masih membutuhkan perkembangan) dan kondisi saat dewasa. Namun, secara umum kandungan kebutuhan gizi ini harus dipenuhi sesuai kebutuhan.

Pada masa pertumbuhan, merpati balap harus memperoleh makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan protein seperti jagung, kacang hijau, kacang kedelai, dan gabah (beras berkulit). Sementara menjelang lomba, kandungan protein dalam pakannya harus dikurangi. Sebaliknya diperbanyak pemberian pakan yang mengandung serat kasar.
Pemberian pakan yang banyak mengandung serat kasar ini berguna untuk meningkatkan kekuatan terang di samping membuat kotoran merpati menjadi padat. Makanan merpati yang mempunyai kadar serat kasar tinggi ialah gabah, biji kenari, millet, dan kacang kedelai.

Selain makanan pokok (jagung), pemberian pakan lain berupa extrafooding (tambahan) juga sangat dianjurkan. Untuk memberikan pakan tambahan harus diketahui benar kapan waktunya. Jika diberikan pada waktu yang salah, bisa-bisa merpati balap menjadi lemas saat lomba berlangsung.

Pemberian gabah saat lomba juga harus dikurangi. Menjelang lomba antara 1-2 sebelumnya kebutuhan protein yang semula sekitar 15% harus berangsur-angsur berkurang hingga mencapai hanya 11%.

Pakan tambahan yang biasa diberikan kalangan penghobi pada merpati balap adalah millet dan kacang hijau. Kacang hijau sebaiknya diberikan pada hari Senin dan Selasa. Pada hari berikut¬nya hingga lomba berlangsung sebaiknya pemberian kacang hijau terbut dihentikan. Jika terlalu banyak makan kacang hijau menjelang lomba merpati bisa lemas. Jika kondisinya lemas kecepa¬tan terbangnya pun menjadi berkurang.

Pakan sebaiknya diletakkan pada tempat yang bersih dan diusahakan jangan sampai di dalam kandang. Akan lebih baik jika pakan diberikan langsung dengan tangan. Apalagi jika yang memberi makan sang joki. Dengan harapan antara joki dan pembalapnya menjadi lebih dekat dan saling mengenal.

Waktu makan sebaiknya cukup dua kali sehari, yaitu pagi dan sore dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Takaran pemberian makan bisa diamati, misalkan diberi satu genggam tidak habis maka takaran tersebut harus dikurangi hingga pakan tidak tersisa lagi. Setelah diketahui takaran pakannya sebaiknya masih dikurangi sedikit sekitar 10% dari kebutuhan seharusnya.

Rabu, 21 Juli 2010

Cara Memandikan Merpati Balap

Di samping kebersihan kandang, kebersihan merpati sebagai penghuninya juga penting. Untuk menjaga kesehatan, merpati juga perlu dimandikan. Selain itu, mandi juga berguna untuk menjaga kebersihan bulu agar tampak bersih, mengilat, rapi, serta bebas dari serangan penyakit atau kutu.

Memandikan merpati minimal satu minggu sekali. Waktu memandikan sebaiknya juga diperhatikan apakah merpati terserang kutu atau tidak. Jika terserang kutu, saat memandikan bisa menggunakan shampo khusus pembasmi kutu burung yang banyak terjual di pasaran. Setelah dimandikan merpati harus dijemur. Penjemuran sebaiknya tidak sampai lebih dari pukul 11.00.

Mengingat merpati suka mandi maka selain dimandikan burung ini juga bisa dibiarkan mandi sendiri. Beri saja bak-bak mandi baik di luar kandang maupun di dalam (untuk kandang umbaran). Jika bak mandi dibuat semacam kolam sebaiknya tingkat kedalamannya bisa dibuat bertingkat. Ini memberikan alternatif bagi merpati untuk memilih kedalaman yang disukai. Bak mandi apapun yang digunakan sebaiknya minimal dibersihkan setiap dua hari sekali dan lebih baik jika setiap hari. Hal ini dimaksudkan agar air mandi selalu dalam kondisi bersih dan tidak tercemar.


Merpati yang telah selesai mandi biasa menjemur diri. Untuk merpati yang diletakkan di dalam kandang sebaiknya di lingkungan sekitarnya cukup terkena sinar matahari. Selain itu juga bak mandi sebaiknya tidak permanen sehingga begitu selesai mandi bisa cepat diambil (agar kandang tidak lembab).

Ketika berjemur merpati selalu membersihkan badannya dan mematuk kutu-kutu bulunya. Ketika terasa bulunya agak kering merpati juga melapisi bulunya dengan minyak. Minyak yang dipro¬duksi oleh setiap unggas termasuk merpati balap terdapat dalam kantong minyak pada pangkal ekor.

Kebiasaan merpati dalam merawat bulu ini sangat baik untuk menunjang keindahan dan kerapian serta kesehatannya. Selain itu, juga berguna untuk mendukung kecepatan dan kelincahan terbang serta menghadapi cuaca yang kurang baik. Cuaca yang kurang baik tersebut misalnya lomba di lokasi yang berhawa sejuk atau saat dilepas terjadi gangguan cuaca, seperti hujan dan berkabut.

Selasa, 20 Juli 2010

Kandang Merpati balap

Setiap jenis merpati mempunyai bentuk kandang yang berbeda-beda. Jenis merpati yang dipelihara dapat diketahui dengan melihat model kandangnya. Kandang merpati balap rata-rata tidak inenempel langsung di tanah, sama halnya kandang merpati yang menyerupai kandang ayam. Bentuk kandang merpati pos diletakkan sekitar 0,5-1,5 m dari tanah.

Model kandang merpati balap ada dua bentuk, yaitu kandang tunggal dan dobel. Pada kandang tunggal biasanya hanya berbentuk hotak dengan satu pintu. Jika dibuka, pintu tersebut bisa menjadi alas masuk atau tempat bertengger. Sementara kandang dobel memiliki pintu seluas kandang tersebut dan di dalamnya terdapat sangkar kecil. Sangkar ini digunakan untuk mengurung merpati betina sehingga ketika merpati jantan dilepas tidak menjadi masalah. Burung ini selalu ada di sekitar merpati betina dan tidak mau terbang jauh.

Ukuran kandang dobel lebih besar dibanding kandang tunggal. Kandang-kandang ini kebanyakan diletakkan menempel di dinding rumah ataupun dinding pembatas (pagar). Hal ini dimaksudkan agar merpati merasa selalu dekat dengan pemilik maupun jokinya. Perlu diperhatikan dalam peletakan kandang diusahakan pada pagi hari dan terkena sinar matahari.

Bagaimanapun model kandang tersebut, yang paling penting dan perlu mendapat perhatian adalah perawatan terhadap kandang tersebut. Demi kesehatan dan terjaganya kondisi tubuh merpati, scbaiknya kandang setiap hari harus selalu dibersihkan.

Kandang sebaiknya tidak hanya bersih dari kotoran merpati, tetapi juga harus bersih dari kutu ataupun sarang semut. Bila ada tanda-tanda terdapat kutu dan semut, kandang bisa disemprot dengan desinfektan. Beberapa contoh desinfektan: Rodalon, Asepto, dan Dettol.

Senin, 19 Juli 2010

Cara merawat merpati balap


Latihan dan perawatan terhadap merpati balap bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisakkan. Sebaik apa pun latihan yang telah diberikan jika tidak didukung dengan perawatan yang baik tentu akan sia-sia. Begitu pula sebaliknya jika perawatan baik, tetapi tidak diberi latihan tentu merpati tidak akan pernah berprestasi.

Latihan yang tidak seimbang dengan pemberian makan dan minum sesuai kandungan gizi yang dibutuhkan serta kondisi kandang yang kurang diperhatikan akan membuat merpati balap mudah terserang penyakit.

Perawatan yang dimaksud tentunya menyangkut berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari merpati balap itu sendiri. Mulai dari perawatan kandang, makan, minum, memandikan, penjemuran, serta obat-obatan atau vitamin yang dibutuhkan guna mendukung agar stamina merpati balap selalu dalam kondisi fit

Minggu, 18 Juli 2010

Latihan Menjelang Lomba

Menjelang hari Kamis, kondisi merpati balap dalam keadaan prima dan bisa dimulai untuk latihan. Latihan pertama menjelang lomba dapat dilakukan mulai jarak 300 m, diulang 4-5 kali.

Berikut [ada hari Jum’at, jarak latihan ditambah hingga mencapai jarak ¾ dari nomor yang akan diikuti. Misalkan jarak lomba 1.000 m, maka latihan bisa menggunakan jarak 700 yang diulang hingga 3-4 kali.

Sesuai latihan merpati dibiarkan kawin. Keduanya dimasukkan ke dalam kandang. Pada hari berikutnya, latihan diulang sampai pada hari “H” lomba dilaksanakan. Melalui pengaturan waktu yang cukup ketat inilah sehingga tepat hari Sabtu dan minggu kondisi merpati pada puncak birahi (notol). Akibatnya untuk bertemu pasangannya sangat besar dan kondisinya pun harus prima. Saat inilah waktu yang tepat merpati diturunkan dalam lomba.

Kamis, 15 Juli 2010

Obat tradisional untuk merpati balap

Pengaturan waktu bertelur telah diupayakan setiap hari Sabtu dengan mengambil telur pada malam harinya. Namun, pada hari Minggu pagi biasanya merpati masih kelihatan mengerarn. Supaya lupa naluri mengeramnya sebaiknya merpati jantan dan betina dimandikan. Lantas untuk mengembalikan kondisinya yang menurun perlu diberikan obat-obatan tradisional.

Para penggemar banyak menggunakan obat tradisional yang terbuat dari ramuan rempah-rempah kunyit, jahe, kencur dicampur kopi, sarang walet, rumput teki, telur, dan madu. Ramuan tersebut dihaluskan jadi satu dan dibentuk butiran berupa pil sebesar biji agar lebih mudah diberikan setiap saat.

Setelah dua hari (pada hari Selasa) mata merpati balap jantan perlu diperahi (ditetesi) agar lebih jernih. Mata tersebut ditetesi dengan daun sirih atau bayam “laki” yang ditumbuk dan diambil airnya. Perlakuan ini boleh atau sama dengan menggunakan obat tetes mata.

Rabu, 14 Juli 2010

Waktu yang tepat untuk melatih merpati balap

Latihan pada merpati balap tentunya tidak bisa dilakukan kapan saja, tetapi harus mengetahui waktu yang terbaik untuk latihan sehingga hasil dari latihan dapat diraih semaksimal mungkin. Misalnya latihan rutin biasanya dilakukan hampir sama dengan menjelang lomba, yaitu sejak hari Kamis hingga Minggu. Selama satu minggu kemudian istirahat karena bertelur dan pada minggu berikutnya dilakukan latihan lagi. Kebanyakan penggemar melakukan latihan rutin pada sore hari antara pukul 15.00-17.00 atau pagi hari antara pukul 08.00-10.00.

Mengatur waktu latihan ini memang terasa unik di mana ada dua hal yang bertolak belakang yang harus dihindari. Merpati halap saat lomba dituntut tampil prima dan siap bertanding kapan saja, tetapi secara alami ia pun harus bertelur dan mengeram. Tentu saja hal ini membuat kondisinya menurun. Oleh karena itu, latihan harus disesuaikan dengan jadwal lomba agar selalu bisa inenerjunkan merpati yang unggul.

Menentukan waktu bertelur merpati balap merupakan seni tersendiri bagi kalangan penggemarnya. Lomba yang diadakan hampir setiap dua minggu sekali waktunya harus ditentukan se¬hingga penggemar secara serentak bisa mengatur jadwal bertelur pada waktu yang sama.

Kegiatan mengatur merpati bertelur juga menjadi keasyikan tersendiri. Namun, bagi yang belum pernah atau penggemar pe¬mula, akan mengalami kesulitan. Bila memiliki merpati balap yang bertelur tidak tepat, bisa diubah sesuai waktu yang diinginkan. .
Satu contoh jika merpati bertelur pada hari Rabu agar kelak bisa bertelur tepat pada hari Sabtu merpati dibiarkan mengerami telurnya hingga pada Sabtu malam telurnya diambil. Demikian selanjutnya waktu bertelur selalu dipantau dan diatur agar bisa setiap hari Sabtu.

Selasa, 13 Juli 2010

Melatih merpati balap mengenal medan

Merpati balap bisa diadu di mana saja tempatnya. Tentu sebe¬lumnya merpati tersebut harus menguasai medan yang akan dijadikan ajang perlombaan. Apalagi jika tempat tersebut belum dikenal sebelumnya. Sebaiknya untuk pengenalan medan atau tempat berlomba, jika jadwal lomba hari Minggu, sejak hari Kamis sebelumnya sudah mencoba untuk latihan di tempat lomba hingga menjelang lomba dilaksanakan sebagai ajang pengenalan medan yang sering disebut pemanasan.

Latihan pengenalan medan hampir sama dengan latihan inenernpuh jarak, yaitu diawali mulai jarak terdekat hingga anendekati jarak yang dipertandingkan. Pengenalan medan juga hisa dilakukan secara rutin jika tidak ada lomba, bagi. penggemar yang tinggalnya dekat dengan lokasi yang sering digunakan sebagai arena balap merpati.

Pada waktu pengenalan medan harus tahu persis arah angin sehingga saat latihan tidak salah. Cara menerbangkan merpati halap harus berlawanan dengan arah angin, seperti yang dilakukan kapal terbang saat tinggal landas.

Senin, 12 Juli 2010

Latihan mengenal joki untuk merpati balap

Pengenalan merpati balap terhadap joki yang akan menjokinya merupakan faktor yang tidak kalah penting. Jika merpati tidak mengenal siapa yang akan menjadi jokinya jangan harap bisa sampai finis lebih dulu. Untuk itu, langkah awal merpati calon pembalap harus mengenal jokinya dengan baik.

Merpati yang sering keluar sebagai juara kebanyakan jokinya sudah dikenalnya secara dekat. Sang joki termasuk orang yang setiap hari merawat dan melatihnya meskipun belum tentu pemiliknya.

Minggu, 11 Juli 2010

Latihan mental untuk merpati balap

Merpati balap yang selalu ulung harus dibekali mental juara. lika tidak dibekali jangan harap merpati yang diunggulkan bisa meraih kemenangan. Merpati balap harus memiliki mental raja tega. Istilah ini sering digunakan penggemar untuk menyebut merpati-merpati yang selalu meninggalkan lawan-lawannya. Bahkan, tidak jarang saat terbang bersama burung ini menyerang lawan yang ada di dekatnya.

Untuk membentuk mental raja tega sebaiknya saat latihan harus sendiri. Jangan sampai digandeng dengan merpati lain apala¬gi masih sama-sama belajar. Jika terbiasa latihan bersama maka merpati akan terbiasa terbang gandeng. Tidak jarang ketika sudah jauh meninggalkan lawannya, rela menunggu hingga akhirnya tertinggal untuk mencapai garis finis.

Latihan mental yang tidak kalah pentingnya adalah mencetak mental yang berani. Keberanian yang dimaksud adalah berani saat hinggap di tangan kiri sang joki dengan keras dan tidak takut pada penonton. Saat latihan tentunya harus dibiasakan dekat or¬ang banyak. Demikian juga joki harus berusaha lebih dekat serta dapat mengeber (mengayunkan merpati betina dengan tangan kanan) secara baik sehingga merpati (jantan) tidak takut dan ragu untuk hinggap di tangan kiri joki.

Sabtu, 10 Juli 2010

Melatih jarak tempuh merpati balap

Bentuk latihan ini dikhususkan untuk melatih kekuatan dan kecepatan terbang pada nomor-nomor yang dipertandingkan. Bagi pembalap yang handal biasanya dipersiapkan untuk bisa berprestasi di semua nomor baik sprint, galatama, maupun lomba utama.

Merpati balap yang baru mulai bisa terbang dan sudah menda¬pai pasangan dibiasakan untuk menempuh jarak terbang sedikit demi sedikit hingga mampu menempuh jarak nomor lomba yang terjauh tanpa terlihat kelelahan.

Setiap minggu latihan antara 3-4 hari secara berturut-turut. Bila diawali hari Kamis pada minggu pertama, latihan dimulai jarak dekat sekitar 25 m yang dilakukan berulang kali hingga mencapai sekitar enam kali sampai terlihat merpati terbang dengan baik dan hinggap di tangan dengan tepat.

Selanjutnya jarak tempuh bisa ditambah 50 m hingga mencapai
150 m dan dan dilakukan berulang-ulang seperti latihan menempuh jarak 25 m. Kondisi latihan ini harus terus dipantau. Jika sampai berulang kali terbang merpati tidak menampakkan kelelahan, frekuensi terbang harus diperbanyak.

Di hari Jumat berikutnya, bentuk latihan pada hari Kamis diulang kembali, tetapi pengulangannya lebih sedikit. Selanjutnya jarak tempuhnya ditambah secara bertahap dari 200 m hingga 300 m. Latihan ini tentunya dilakukan berulang kali agar merpati balap tahu persis medan yang dilalui dan mampu terbang dengan baik.
Pada latihan hari ketiga (hari Sabtu) mengulang kembali latihan di hari pertama dan berakhir hingga mencapai jarak yang lebih jauh, yaitu 400 m. Kemudian pada hari Minggu diusahakan latihan mampu menempuh jarak hingga 500 m.

Tahapan latihan ini harus diulang-ulang pada latihan minggu berikutnya. Hanya frekuensi penerbangan pada jarak yang terdekat jika latihan ditempatkan pada lokasi yang sama harus diku¬rangi. Bahkan bila dipandang mampu, sedikit demi sedikit jarak tempuh pertama harus dilalui sehingga nantinya paling dekat diawali dengan jarak 300 m yang merupakan nomor sprint terpendek. Latihan ini untuk membiasakan merpati balap terbang dengan baik dan rendah (mendatar).

Jika dari pantauan menunjukkan kecepatan terbang merpati lebih baik, jarak latihan ditambah. Namun, meskipun pola terbang¬nya sudah bagus, sebaiknya penambahan jarak tempuh tidak terlalu jauh.


Pada tahap pembentukan kekuatan stamina merpati balap yang tangguh, sejak awal harus sudah terdeteksi gaya terbangnya. Jika akan dispesialisasikan pada jarak tertentu misalnya 500 m, jarak tersebut harus dilakukan hingga berulang kali pada latihan-latihan berikutnya. Selanjutnya di akhir latihan, jarak tempuh pada latihan bisa diberikan lebih jauh sedikit, misalnya hingga mencapai 700 m. Begitu pula jika jarak yang diinginkan pada nomor 1.000 m, Jarak tempuh di akhir latihan bisa mencapai 1.500 m.

Saat istirahat menunggu penerbangan berikutnya kaki merpati harus dibasahi air dengan cara disemprot. Hal ini dimaksudkan agar kaki merpati dingin, mengingat setelah terbang kaki terasa panas. Namun, sebaiknya tidak dilakukan begitu merpati datang. Tunggu sampai beberapa saat. Selain itu, merpati juga perlu diberi minuman yang mengandung zat gula seperti madu. Apalagi bila ia kelihatan haus. Pemberian minuman tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi pembakaran di dalam tubuh merpati sehingga bisa menggantikan kalori yang dikeluarkan. Cara ini juga harus dilakukan saat lomba berlangsung.

Kamis, 08 Juli 2010

Melatih Merpati Balap

Setiap penggemar atau klub mempunyai trik tersendiri dalam melatih merpati balap andalannya. Mengingat semuanya berusaha ingin menjadikan merpati balapnya yang terbaik. Untuk itu, satu sama lain saling mengintip untuk dapat mengetahui berbagai trik-¬trik cara melatih, terutama bentuk-bentuk latihan terhadap mer¬pati yang telah berhasil menunjukkan prestasinya sebagai juara.

Tentu saja pola latihan masing-masing penggemar menjadi rahasia yang sulit dikuak oleh penggemar lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi karena secara umum bentuk latihan merpati balap sudah tidak menjadi rahasia lagi, terbukti prestasi masing¬masing daerah semakin merata.

Dari pengalaman para penggemar yang memiliki merpati balap berprestasi, bentuk latihan yang dilakukan meliputi berbagai tahap. Mulai dari bentuk-bentuk latihan yang harus diberikan, waktu latihan yang tepat, hingga latihan khusus menjelang lomba. Yang terpenting latihan-latihan yang diberikan tersebut harus dilakukan secara rutin.

Rabu, 07 Juli 2010

Bagaimana mendapatkan merpati balap yang baik?

Mendapatkan merpati balap dari keturunan yang baik dapat dilakukan dengan cara membeli pada breeder (peternak). Kebanyakan penggemar yang merpati balapnya sering menjuarai hcrbagai lomba juga berperan sebagai peternak. Namun, peternak scring kekurangan stok karena hampir semua pemain lapangan selalu pesan keturunan juara.

Sementara jumlah merpati juara relatif sedikit. Bila terpaksa harus membeli di pasar burung, tentunya harus super hati-hati. Memang secara umum harga di pasaran lebih murah dibanding bila membeli pada peternak yang telah diakui prestasinya. Namun, kualitas merpati yang ada di patiaran kurang dapat dipertanggungjawabkan. Bukannya di pasaran tidak ada merpati yang baik, tetapi untuk mendapatkan burung baik di pasaran ini sangat sulit. Biasanya justru burung-burung yang tidak berkualitas yang dijual di pasaran secara borongan oleh peternaknya. Jika menemukan merpati baik yang telah berprestasi, kebanyakan penjual mendapat bandangan atau merpati curian.

Penggemar yang memiliki merpati balap tangguh meskipun itidak suka atau sudah bosan jarang yang mau menjualnya di pasarburung. Mengingat jika pemilik yang menjual di pedagang burung justru jauh lebih murah. Tentu saja hal ini kurang menguntungkan. Oleh karena itu, mereka lebih baik menjualnya pada sesama penggemar yang masih menghargai merpati balap yang telah berprestasi tersebut dengan nilai yang relatif tinggi.

Selasa, 06 Juli 2010

Ciri-ciri merpati balap yang baik

Untuk mendapatkan merpati balap yang baik, selain faktor keturunan, kondisi fisik juga harus benar-benar diperhatikan. Penggemar, terutama yang masih pemula, lebih menyukai merpati halap standar. Secara umum ciri fisik merpati balap yang baik seperti berikut ini.

I. Kepala
Bentuk kepala yang baik adalah kepala burung merpati yang bangkok, yaitu lonjong tidak terlalu kecil atau besar. Merpati yang kepalanya terlalu besar tidak bisa terbang cepat dan saat tembak (jatuh di tangan joki) terasa lamban. Bentuk leher merpati yang baik adalah tegak dan pendek atau tidak terlalu panjang. Mengingat bila leher merpati panjang akan menyebabkan ia kurang lincah menengok ke kiri serta ke kanan. I'mruh dan hidungnya kelihatan menyatu bila dilihat dari samping, bentuk paruh merpati yang diakui bagus adalah yang menyerupai paruh derkuku.

2. Mata
Kebanyakan mata burung merpati balap yang berprestasi ber¬warna kuning dan tampak bersih dengan kornea mata hitam, kecil, serta bening. Meskipun demikian, warna mata merah atau putih masih dianggap baik jika terlihat bersih dan kornea matanya hitam, kecil, serta bening. Penglihatan dengan bentuk mata seperti ini diakui sangat tajam. Ketajaman mata bagi merpati balap sangat penting. Dengan penglihatan yang tajam begitu dilepas diharapkan ia bisa langsung mengetahui di mana posisi sang joki yang memegang betina berada. Dengan demikian, pada jarak jauh merpati balap sudah melihat posisi joki sehingga akan semakin mempercepat terbangnya.

3. Daging
Daging merpati balap yang baik berbeda dengan hewan aduan yang mempunyai daging keras. Daging merpati penerbang yang cepat dan tangguh ialah yang gembur atau empuk dengan bungkus kulit ari yang tipis dan bersih. Badan merpati balap pun terasa ringan meskipun kelihatan besar.

4. Bulu halus
Bulu halus yang baik tampak menyerupai sutera yang mengilat. Selain kilauan cahaya yang dipancarkan dari bulunya, bila dipe¬gang pun terasa mengandung tepung sehingga terasa licin. Sepintas bulu tersebut kelihatan seolah-olah berminyak. Bila tersiram, air akan sulit menempel padanya. Bulu tersebut juga seperti kapas. Ciri ini tidak hanya untuk merpati balap, tetapi juga berlaku pada merpati pos dan kentong.

5. Sayap terbang
Bulu sayap terbang merpati balap terbagi menjadi dua bagian. Bulu-bulu di ujung sayap sampai ke pertengahan bagian sayap disebut bulu terbang primer atau utama. Pada merpati balap yang baik berjumlah sepuluh helai (lengkap). Sementara bulu-bulu dari bagian pertengahan sayap hingga ke bagian ketiak disebut bulu terbang sekunder. Bila kondisi sayap merpati balap lengkap, burung ini mampu terbang dengan kecepatan penuh. Banyak yang berpendapat jika jumlah sayap terbang primer kurang dari sepuluh helai, sebaiknya tidak diturunkan dalam lomba. Meskipun demikian, ada beberapa merpati yang mampu menunjukkan pres-tasi dengan jumlah sayap terbang primer kurang dari sepuluh helai. Namun, tetap diakui bahwa bila jumlah helaian sayapnya lengkap prestasinya akan lebih baik.
Posisi sayap terbang ini harus rata mulai dari ujung hingga pangkal, menyerupai daun pisang. Bila sayap dibentang tidak terdapat celah dan jaraknya rapat serta sama antara bulu sayap yang satu dengan yang lain sehingga kelihatan rapi. Bentuk bulu sayap semacam ini akan membantu kecepatan terbangnya.

6. Tulang sayap
Tulang sayap yang menjadi pangkal kekuatan mengayun ketika terbang tidak bisa diabaikan begitu saja. Bagian ini harus benar-benar dalam kondisi prima. Ciri tulang sayap yang baik berbentuk merit (bagian pangkal besar, semakin ke ujung semakin kecil). Bila tulang sayap bengkok atau lurus, tidak terlalu banyak berpengaruh.
Tulang sayap yang baik lebih tebal, keras, dan rapat. Merpati yang tulangnya tebal dan keras kebanyakan terbangnya cepat dan tidak mudah lelah. Merpati balap yang berdiri tegap sepintas bisa diduga memiliki tulang yang baik.

7. Sendi pangkal sayap
Persendian pada pangkal sayap harus dicari yang bulat serta ukuran antara kiri dan kanan sama atau tidak ada perbedaan. Untuk mengetahui ciri sendi pangkal sayap yang demikian cukup diraba. Bila terasa tidak rata (ada benjolan), perlu diwaspadai. Bisa-bisa persendiannya tidak pada posisi yang sebenarnya. Kon¬disi iru sangat berpengaruh pada kecepatan terbang merpati.

8. Bulu ekor
Bulu ekor bagi merpati serta burung lain menjadi kemudi yang mempunyai peran dan berpengaruh sangat vital terhadap kemampuan terbangnya. Oleh karena itu, kondisinya harus dalam keadaan maksimal (lengkap). Bulu ekor merpati balap rata-rata berjumlah dua belas helai dan pada posisi tidak terbang terlihat seperti jagung yang masih terbungkus kelobot (seludang).
Panjang bulu ekor saat merpati dipegang lebih panjang dari bulu sayap terbang, selisihnya sekitar 2 cm. Bulu ekor agak renggang dan tidak saling menempel. Kondisi seperti ini berpe¬ngaruh pada saat terbang. Ia bisa terbang dengan leluasa. Demi¬kian juga bisa mendarat di tangan joki dengan mulus dan tidak terlalu keras.

9. Tulang dada
Bila ingin memiliki merpati yang mampu terbang tinggi dan rendah harus dipilih yang memiliki tulang dada lebih panjang hingga mendekati anus. Merpati yang demikian bisa diturunkan dalam berbagai kategori lomba baik jarak dekat maupun jauh. Merpati yang mempunyai tulang dada pendek kecenderungan terbangnya tinggi, tetapi kurang menguntungkan jika diturunkan pada lomba kelas sprint yang hanya menempuh jarak hingga 500 m.

10. Tulang supit
Bentuk tulang supit ternyata juga menjadi ciri kualitas merpati: baik atau tidak. Merpati yang baik, posisi tulang supitnya sedang, yaitu sekitar 0,5 cm. Jika terlalu dekat, saat terbang kemudian belok, tulang supitnya akan terasa sakit. Sebaliknya, bila tulang supit terlalu lebar bisa mengakibatkan merpati kurang gesit (lincah dan cepat).
Selain itu, tulang supit juga harus keras. Bila tulang supit keras, merpati balap akan sangat keras pula ketika tembak (hinggap) di tangan joki. Bahkan jika berdekatan dengan lawan, keberanian menjatuhkan diri ke tangan sang joki lebih hebat lagi.

Senin, 05 Juli 2010

Memilih merpati balap yang baik

Untuk memiliki merpati balap yang baik tentunya harus mela¬lui berbagai proses pemilihan yang ketat: Tidak cukup asal membeli di pasaran saja. Saat membeli sebaiknya calon pemilik telah mengetahui ciri-ciri merpati balap yang baik. Bila perlu harus mendapatkan secara jelas informasi keturunan serta prestasi merpati yang akan dibeli dari pemiliknya. Memilih merpati balap bisa juga melalui induk yang telah diketahui riwayat prestasinya, kemudian diambil anakannya.

Meskipun sebagian penggemar mengatakan dari bibit yang baik akan menghasilkan merpati balap unggulan, ternyata tidak semuanya benar. Keturunan bibit unggul pun untuk menjadi merpati unggulan, harus diimbangi kondisi fisik merpati itu sendiri. Kondisi fisiknya harus memenuhi kriteria khusus, baru diberikan perawatan dan program-program latihan yang cukup memadai. Diharapkan cara ini dapat mengantarkan merpati siap berlaga di arena lomba dan mampu keluar sebagai juara.

Pengalaman penggemar yang sering menjuarai arena balap merpati berpendapat bahwa faktor keturunan memegang peranan yang sangat tinggi hingga mencapai 70%. Namun, bila tidak mendapat perawatan dan latihan yang baik tentu sulit untuk mencapai prestasi yang maksimal. Sebaliknya, perawatan dan latihan yang sudah memadai jika tidak ada darah juara, juga akan sia-sia.

Minggu, 04 Juli 2010

Merpati Balap sebagai Aset Wisata

Pada perkembangan akhir-akhir ini ketangkasan merpati balap justru mendapat angin segar dari semua pihak baik aparat keamanan maupun pemda setempat. Namun, masih dalam batas¬hatas tertentu dengan menghilangkan unsur judi dan lebih (litekankan pada atraksi wisata.

Ketangkasan merpati balap yang dapat dilakukan di mana saja ini memberikan peluang untuk dijadikan paket atraksi wisata sehingga dapat ditonton secara menarik di tempat yang diinginkan. Apalagi ketangkasan merpati balap merupakan ciri khas bentuk pacuan merpati di Indonesia yang tidak ada di negara mana pun.

Dalam menyambut ATF (Asia Tourism Forum) dl Surabaya awal tahun 1996, ketangkasan merpati balap menjadi salah satu, paket atraksi wisata yang disuguhkan pada para duta-duta wisata Asia. Sejak itulah kini aparat yang berwenang tidak hanya di Surabaya, tetapi di seluruh Indonesia bersedia memberikan ijin pelaksanaan lomba merpati balap.


Sejak ATF 1996 lomba-lomba merpati balap semakin sering diadakan. Bahkan, ada beberapa pemerintah daerah yang menginginkan atraksi ketangkasan merpati balap diadakan di daerahnya secara rutin sehingga memicu perkembangan penggemar di daerah tersebut. Tempat pelaksanaan lomba juga semakin merata khususnya di pulau Jawa. Akibatnya kini penghobi merpati balap semakin bertambah seiring dengan banyaknya kegiatan yang digelar di berbagai daerah.

Sabtu, 03 Juli 2010

Perkembangan Merpati Balap di Indonesia

Sekitar abad 20 pacuan merpati sudah dikenal masyarakat Indonesia. Negara kita boleh dibilang kaya akan bentuk pacuan merpati. Selain pacuan merpati pos juga ada bentuk pacuan merpati lokal asli Indonesia, yaitu pacuan merpati kentong dan merpati balap. Kedua pacuan ini berkembang di Pulau Madura dan Jawa.

Di Indonesia awaInya merpati balap dikenal sebagai ketang¬kasan burung merpati, yang mana sepasang merpati lokal dibuat menjadi kasmaran. Selanjutnya merpati jantan dipisah agak jauh dari pasangannya. Begitu dilepas merpati jantan akan terbang !nenghampiri pasangannya sekuat tenaga.

Atraksi ketangkasan burung merpati ini biasanya dilakukan para petani seusai mengerjakan sawah atau sesudah masa panen, jkhirnya mereka mengembangkan hobi yang dikenal dengan doro andukan sebagai ajang lomba ketangkasan merpati dan kini di¬sebut sebagai merpati balap. Sebagian daerah di Jawa masih ada yang menyebutnya dengan doro andukan.

Lomba ketangkasan merpati balap sangat melekat dengan tradisi masyarakat Madura. Sejak tahun lima puluhan masyarakat Madura sudah mengembangkannya menjadi ajang perlombaan meskipun sifatnya masih terbatas sebagai hobi antar teman atau sekadar mengisi kekosongan waktu. Bahkan, disinyalir kini merpati balap yang tangguh di berbagai daerah merupakan keturunan merpati balap dari Madura.

Kesukaan mengadakan lomba ketangkasan merpati balap terus berkembang dengan baik di daerah Madura, Pantai Utara Jawa Timur, serta daerah lain seperti Malang, Kediri, Jember, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, dan akhirnya berkembang ke daerah Jawa Tengah serta Jawa Barat. Awalnya lomba diadakan kecil-kecilan antarteman. Namun, sejak akhir tahun delapan puluhan mulai dilombakan secara terbuka baik tingkat daerah maupun nasional.

Perkembangan merpati balap di daerah Tasikmalaya semula berbeda dengan daerah lain. Sekitar tahun delapan puluhan masih menggunakan tradisi tersendiri. Merpati betina diletakkan di tanah yang dikenal dengan istilah sarlung. Baru tahun 1996 pola permainan balap merpati mengikuti aturan umum yang banyak diberlakukan di berbagai daerah, yaitu merpati balap hinggap ditangan sang joki yang memegang merpati betina.
Dalam lomba ketangkasan merpati balap awalnya juga identik dengan perjudian. Akibatnya setiap pelaksanaan lomba selalu kucing-kucingan dengan petugas kepolisian. Sebenarnya pihak kepolisia;n tidak melarang adu ketangkasan merpati dalam bentuk apa pun. Namun, unsur judi yang ada di dalamnya secara tegas dilarang oleh pihak kepolisian.

Meski perkembangan merpati balap berawal dari daerah Jawa Timur khususnya Madura, tetapi kini pembalap-pembalap tangguh sudah merata ada di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Barat. Rata-rata penggemar merpati balap selalu mengincar para juara untuk dimiliki. Bila tidak mendapatkan merpati yang berprestasi mereka berusaha keras untuk mendapatkan keturunannya.

Kebanyakan merpati balap yang baik diakui akan dapat mence¬tak generasi baru yang baik pula. Akibatnya para penggemar banyak yang memburu anakan merpati yang telah diakui prestasinya meski dengan harga yang cukup tinggi. Bahkan, untuk mendapatkan telur dari para juara penggemar rela membeli dengan harga hingga dua setengah juta rupiah.

Jumat, 02 Juli 2010

Sejarah Merpati Balap

Sulit dilacak bagaimana asal mulanya hingga muncul merpati pacuan yang tangguh dan kini banyak dikembangkan di kalangan penggemar. Tahun berapa bentuk pacuan merpati ini pertama muncul tidak diketahui secara pasti. Yang jelas merpati pacuan merupakan hasil perkawinan silang antara merpati-merpati unggul dari jenis tertentu sehingga menghasilkan penerbang yang sangat
handal.

Belgia diakui sebagai negara pertama yang mengadakan pacuan merpati. Olah raga pacuan merpati dianggap yang paling menyenangkan dan sangat populer di masyarakat Belgia. Sementara di Inggris pacuan merpati diperkirakan terjadi pada akhir abad 19.
Bentuk pacuan merpati yang dikembangkan di Belgia dan Ing¬gris serta kemudian berkembang ke berbagai negara lain adalah merupakan aduan merpati pos. Karena sudah tidak lagi digunakan sebagai pengirim berita dan beralih fungsi sebagai merpati pacuan akhirnya merpati pos juga dikenal dengan nama merpati pacuan.

Jenis jenis merpati pacuan diduga berasal dari jenis anwerp, dragon, dan old english carrier. Munculnya merpati pacuan merupakan hasil perkawinan silang antara merpati-merpati yang mempunyai keunggulan di bidang penerbangan melalui uji coba bertahun-tahun. Akhirnya muncullah merpati balap yang semakin cepat, mampu menempuh jarak beribu-ribu kilometer, mempunyai naluri pulang sangat tinggi, dan sanggup menghadapi rintangan alam ataupun cuaca.

Kamis, 01 Juli 2010

Merpati Andhokan

Berbeda dengan bentuk aduan pada kedua merpati pos maupun kentong, merpati andokan ini merupakan jenis merpati yang dapat diadu kecepatannya di mana saja secara berpindah-pindah.

Boleh dibilang jenis merpati inilah yang termasuk merpati penerbang cepat. Tentu saja jarak tempuhnya relatif paling dekat. Jarak yang dilombakan mulai ratusan meter hingga ribuan meter saja, tidak sampai mencapai puluhan kilometer.

Bentuk lomba yang diikuti jenis merpati yang sebagian masyarakat Jawa mengenalnya dengan istilah doro undukan melibatkan sepasang merpati. Merpati jantan dilepas pada jarak tertentu (di garis start) dan di garis finis telah menunggu merpati betina. Merpati jantan dilepas di garis start oleh pelepas, sedangkan pasangannya dibawa oleh seorang joki di garis finis. Penilaian sama dengan aduan merpati jenis lain. Merpati yang datang di garis finis terlebih dahulu dinyatakan sebagai pemenang.

Merpati andokan di kalangan penggemarnya di Indonesia lebih dikenal dengan nama merpati balap. Selanjutnya akan diulas secara detail mulai dari perkembangan, memilih bakalan, cara melatih, merawat kesehatan, beternak, hingga mempersiapkan lomba beserta penjokiannya.
 
Merpati Balap Jember Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template