Jumat, 22 Januari 2010

Burung merpati secara umum

Burung merpati dapat dikatakan jenis burung yang paling dekat dengan manusia. Burung ini sangat unik, selain postur tubuhnya yang manis dan menarik, juga tingkah lakunya sangat menggemaskan. Tampak jinak, namun sebenarnya tidaklah mudah untuk dipegang.

Pada jaman dahulu, saat meletus perang dunia kedua, burung merpati turut mengambil bagian dalam membantu jalanya komunikasi di kancah peperangan tersebut. Tugasnya cukup penting, yaitu membawa dari garis belakang ke medan perang. Dari peristiwa inilah burung merpati dilatih untuk mengantarkan surat dan bertindak sebagai tukang pos, selanjutnya di sebut sebagai merpati pos.

Burung merpati sangat mudah diternak dan dipelihara. Selain itu, jenis burung ini juga sangat pomah, yaitu mudah menetap menyesuaikan diri dengan lingkungan pemeliharaannya. Oleh karena itu, semakin banyak penggemar dan pemeliharaanya.

Di indonesia, burung merpati disebut juga burung dara, penyebaranya hampir merata. Salah satu keistimewaan burung merpati dari indonesia ialah ukuran tubuhnya paling besar dibandingkan dengan jenis burung merpati dari negara lain. Panjang tubuhnya bisa mencapai 15 cm. Terutama jenis merpati kipas, ukuran tubuhnya agak lebih besar dan bongsor. Lain lagi dengan di Amerika tengah, ada burung merpati sangat kecil, sekecil burung pipit. sehingga di beri nama merpati pipit.
Burung merpati warnanya sangat beragam, ada yang berwarna abu-abu, coklat, hitam, putih, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Dalam hidupnya, burung merpati senantiasa mencari pasangan tetap yang akan menjadi pasanganya sampai mati. Oleh karena itu, apabila hendak berniat beternak atau memelihara burung merpati, sebaiknya dicari dari keturunan indukan bagus.


Rabu, 20 Januari 2010

Berternak Burung Merpati

Merpati atau burung dara sejak dahulu telah dimanfaatkan sebagai penghasil daging, selain untuk lomba. Merpati dikelompokkan sesuai dengan berat badan, yaitu tipe berat(merpati american swiss modane, white king, silver king, auto sexing king dan auto sexing texan pioneer), tipe medium: merpati red/white carneaux dan amerian giant honer) dan tipe ringan (merpati Hungarian dan spuabbling homer).

Pemeliharaan merpati dapat dibagi 3, yaitu pameran, produksi daging dan penampilan. Pemeliharaan untuk tujuan produksi daging akan menghasilkan burung merpati muda (squab). Kriteria yang di tekankan dalam pemilihan bibit yaitu jumlah anak merpati yang montok, sehat dalam jangka waktu yang lama, tegar dan tahan penyakit. Induk merpati harus lincah dan mempunyai maternal bihavior yang baik (merawat anaknya dengan baik) sementara perjantan yang dipilih harus giat kawin, terutama sesaat sebelum betina mulai bertelur. Induk harusnya menghasilkan 14-15 ekor anak/tahun selama setidak-tidaknya 5 tahun.

*) Membuat kandang pada prinsipnya ada 2 macam kandang merpati, yaitu kandang pasangan tunggal (single pair) dan kandang pasangan ganda (multiple pair). Sebaiknya kandang diletakkan ditempat-tempat yang tinggi dari permukaan tanah, terlindung angin hujan, serta predator (pemangsa).

Kandang juga harus bersih dan kering, dihadapkan pada arah sinar matahari. Kandang pasangan ganda (multiple pair digunakan jika ada lebih dari 8 pasang merpati.

Produksi susu merpati akan semakin berkurang dengan bertambahnya umur,
Kandang yang kotor atau padat kemungkinan adanya penyakit atau parasit, seperti kutu dan kuman, pakan yang basi dapat menyebabkan burung merpati akan sakit. Untuk tips penangannya agar terhindar dari penyakit adalah sbb:

1. Bersihkan kandangnya maximal satu minggu sekali.

2. Buatlah kandang baru jika burung merpati sudah terlalu banyak agar terhindai dari kepengapan.

3. Arahkan kandang kearah sinar matahari agar burung merpati dapat hidup sehat dan tidak mudah terkena penyakit.

4. Buatlah kandang burung merpati di tempat yang tinggi.

5. Selamat mencoba dan kesuksesan akan menjadi milik anda.


Sumber:
http://andimuhammadaliblogs.blogspot.com

Sejarah Burung Merpati Pos


Di antara berbagai jenis burung yang ada, merpati termasuk jenis burung yang cukup pintar. Merpati memiliki naluri alamiah yang bisa membuatnya kembali ke sarang meskipun sudah pergi lama dan sangat jauh.

Oleh karena itu merpati sering dimanfaatkan manusia untuk mengirimkan pesan atau surat, atau sering disebut merpati pos.

Menurut sejarah, seseorang yang pertama kali memanfaatkan merpati sebagai pembawa pesan adalah seorang Sultan Baghdad bernama Nuruddin pada 1146. Ia menggunakan merpati untuk mengirimkan surat di sekitar kerajaannya.

Biasanya, surat atau pesan digulung dan dimasukkan ke dalam kapsul plastik pelindung kemudian diselipkan di antara kaki merpati. Selama periode perang dunia pertama (1914-1918) merpati pos sering digunakan sebagai media komunikasi pasukan Amerika.

Sebelum mengirimkan surat, merpati-merpati harus dilatih terlebih dahulu. Ada tiga hal yang harus dipelajari oleh merpati pos yaitu static, mobile dan boomerang.

Dalam static, merpati akan mempelajari bagaimana mengenali perintah seseorang dalam suatu wilayah kecil. Lalu, dalam mobile, merpati akan dilatih untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Dan, dalam boomerang merpati dilatih untuk mengirimkan dan mengembalikan pesan. Merpati-merpati tersebut dilatih oleh seorang pelatih khusus.

Untuk menjadi merpati pos ternyata sangat sulit. Selain harus terus-menerus berlatih, mereka juga makan makanan khusus, yaitu campuran kalium karbonat dan minyak ikan. Campuran itu seperti vitamin yang bisa membuat merpati-merpati menjadi kuat dan lebih mudah dilatih.

Sumber:
http://valensikautsar.blogspot.com

Jumat, 15 Januari 2010

Sistem Budidaya Merpati













Burung yang paling berharga di kandang Anda adalah burung ternakan / indukan dan pejantan yang baik. Sekali anda menetapkan seekor burung untuk diternak maka Anda tidak boleh mengambil risiko dengan tetap melatih burung tersebut atau melombakan burung tersebut. Burung dapat terus menang, tetapi Anda mungkin kehilangan burung tersebut dan itu lebih berharga sebagai ternakan masa depan . Anda kadang-kadang mendengar peternak mengatakan "semua merpati saya harus tetap ikut lomba." Peternak yang cerdas tidak melombakna ternakan mereka.

Sangat mudah untuk mengatakan Anda peternak yang baik, burung-burung yang menang secara konsisten menghasilkan keturunan. Ini tidak berarti hanya satu burung memenangkan pertandingan/perlombaan selama satu tahun akan tetapi peternak yang baik mampu memenangkan perlombaan dengan beberapa burung secara berkesinambungan. Fitur penting sistem perkembangbiakan yang baik adalah pencatatan yang memadai. Menyimpan catatan lengkap itu sangat memakan waktu, tetapi tanpa catatan yang baik Anda harus mengandalkan memori Anda. Jika memori Anda seperti saya maka Anda berada dalam kesulitan.

Dengan membaca catatan,saya sering dan dapat membuat analisis dari berbagai burung. Anda harus memiliki catatan yang baik dari semua keturunan dari setiap pasang burung anda. Pada saat Anda telah mendeteksi ternakan yang baik dan mampu menghasilkan keturunan yang baik sesuai dengan yang Anda inginkan.Anda dapat mulai membangun standart ternakan Anda sendiri dan itu akan meningkatkan kualitas ternakan Anda.

Namun, sekali Anda memutuskan untuk membangun ternakan sendiri dan menghadapi masalah. Sistem mana yang Anda gunakan? Cross Breeding, Line Breeding, In Breeding, atau Out Crossing Sistem?

Cross Breeding - Ini perkawinan dan pembiakan yang tidak berhubungan atau burung yang begitu jauh kaitannya atau hubungan darah sehingga tidak dapat dibedakan dalam beberapa generasi dari silsilah.

In Breeding - Ini adalah perkawinan dan penangkaran burung yang sangat erat kaitannya atau hubungan darah. Misalnya ibu x anak jantan, bapak x anak betina, kakak x adik, tante x keponakan, kakek x cucu. Burung yang dibesarkan bersama sama belum tentu kawin sedarah. Dalam sebuah pemeriksaan silsilah dapat sering ditunjukkan bahwa burung dari galur yang sama tidak menunjukkan leluhur umum dalam 4 atau 5 generasi silsilah.

Line Breeding - Ini adalah pembiakan dengan metodologi. Ini adalah proses mengambil anak-anak dan mengawinkan mereka kembali ke orang tua atau kakek-neneknya dan kemudian mengambil anak mereka kemudian mengawinkan mereka kembali lagi ke orang tua atau kakek neneknya lagi.

Out Crossing - Ini adalah ketika Anda mengambil burung inbreed atau linebreed selama beberapa generasi dan kemudian Anda pasangan mereka . Seringkali tujuannya adalah untuk menghasilkan burung khusus untuk keluar menyeberang dari jalur darah yang bertujuan untuk menciptakan pondasi baru ternakan.

Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Dasar Budidaya Merpati

Kromosom

Akan sangat membantu untuk memahami beberapa dasar-dasar genetika sebelum melanjutkan untuk melihat berbagai mutasi pada burung merpati (Columbia Livia) dan hasil yang diharapkan dari berbagai mutasi persilangan. Kita akan mulai dengan beberapa definisi sederhana, yang diharapkan akan menciptakan keakraban dengan istilah. Ketika kita merasa nyaman dengan istilah maka subjek genetika tampaknya tidak begitu sulit. Gen terdiri dari DNA dan mengontrol transmisi karakteristik keturunan. Ekspresi dari karakteristik keturunan - yang untuk tujuan kita akan menjadi warna bulu burung - disebut fenotipe. Genotipe adalah susunan genetik individu burung. Seperti yang akan kita lihat nanti, genotipe dapat bervariasi, namun tetap menghasilkan fenotipe yang sama. Jika kita berbicara tentang merpati yang berbeda dalam banyak hal dari mamalia. Pertama, merpati tidak memiliki organ seks eksternal sehingga seringkali sulit untuk mengatakan laki-laki dari perempuan . Bahkan lebih menarik, setidaknya dari sudut pandang burung, adalah bahwa merpati jantan memiliki dua kromosom XX dan betina memiliki satu. Betina juga membawa bahan slug kecil di samping kromosom X mereka. Slug kecil itu adalah materi yang disampaikan ke telur, tetapi untuk sebagian besar tujuan kita dapat mengabaikannya karena tampaknya membawa sangat sedikit informasi yang menarik bagi kita. Kapal biologis merpati atau tanaman lain atau hewan adalah dipecah ke dalam sel. Setiap sel berisi pasangan kromosom yang terdiri dari DNA (asam deoksiribonukleat). DNA pengkode protein pada masing-masing kromosom dapat dipecah menjadi bagian diidentifikasi kecil disebut gen. Merpati memiliki 40 kromosom berpasangan. Kromosom mereproduksi diri dalam dua cara yang berbeda. Cara pertama adalah sebuah proses yang disebut mitosis. Ini adalah sebuah proses yang diperlukan oleh sebuah sel untuk menggandakan sendiri. Ketika merpati meletakkan telur, di dalamnya adalah sel pertama yang berisi kromosom yang melalui mitosis akan menjadi merpati. Kromosom pertama itu akan menggandakan dirinya berkali-kali hingga embrio dikembangkan. Proses ini akan terus melalui pertumbuhan dan jauh ke dalam kehidupan merpati , seekor merpati terus-menerus mereproduksi sel-sel untuk menggantikan sel yang rusak atau tua. Cara kedua kromosom mereproduksi diri mereka sendiri adalah sebuah proses yang disebut Meiosis. Ini adalah proses di mana pasangan kromosom membagi dan 1 dari setiap pasangan akan ditransfer ke sebuah gamet. Sebuah gamet adalah sel kelamin yang berisi 1 / 2 dari kromosom sel induk. Dalam reproduksi, seorang anak menerima satu gamet dari masing-masing orangtua. Ketika kedua gamet datang bersama selama prokreasi kromosom baru terbentuk unik dari masing-masing kromosom induk. Semua kromosom, termasuk kromosom X ini, membawa informasi tentang mereka yang mana tubuh burung menggunakan seperti perintah dari program komputer. Informasi ini menceritakan tubuh merpati untuk memproduksi kaki, bulu, mata, pigmen - pendek kata, segala sesuatu yang masuk ke dalam membuat binatang burung tersebut. Sebagian dari informasi ini adalah hal-hal yang kita sebagai peternak inginkan, dan beberapa adalah hal-hal yang kita tidak inginkan. Hal-hal yang kita inginkan mungkin berisi petunjuk untuk tumbuh bulu yang melingkar di sayap perisai, atau untuk menghasilkan mata bagus yang bukan tidak bagus. Beberapa hal yang tidak kita inginkan mungkin berisi petunjuk untuk tumbuh kaki .

Kromosom seks

Dari 40 kromosom dalam satu merpati dikenal sebagai kromosom seks. Pada manusia, kami menyebutnya "Y" kromosom dan dibawa oleh laki-laki. Dalam merpati kami menyebutnya "W" kromosom dan dibawa oleh perempuan. Kromosom seks sedikit membawa informasi tetapi menentukan seks. Jika gamet menerima kromosom seks maka akan menghasilkan burung betina. Kromosom lain dari pasangan bahwa seks adalah anggota kromosom mengandung informasi genetik. Ketika karakteristik disebut seks dihubungkan itu berarti dilakukan pada kromosom ini (yang ada dalam pasangan yang berlawanan dengan seks kromosom). Pada burung betina, yang memiliki kromosom seks dia hanya akan menerima satu gen. Untuk burung jantan, mereka tidak memiliki kromosom, mereka akan menerima dua. Berikut adalah contoh menggunakan gen warna karena terkait seks. B mewakili warna Black / Blue

Jantan (B / B)
B / B B / B

Betina (B / "W")
B / "W" B / "W"

Semua gamet dengan "W" adalah betina dengan hanya satu warna gen. Semua jantan memiliki dua gen warna bukan kromosom seks. Untuk resesif gen pada kromosom itu hanya berarti burung jantan harus mewarisi gen pada kedua kromosom sebelum gen dinyatakan. Ini dalam kasus-kasus seperti encer. Untuk jantan, ia hanya perlu satu gen resesif pada kromosom yang berlawanan dengan seks kromosom dalam pasangan kromosom. Ini mengarah pada mengatakan "A jantan hanya adalah apa dia." Belum tentu benar dalam gen yang tidak terletak di kromosom seks.

Gen

DNA pengkode gen pada lokasi tertentu pada setiap kromosom yang telah diidentifikasi telah turun-temurun memiliki efek yang dapat diamati. Untuk tujuan kita, ini adalah ciri-ciri yang dapat dilihat, pada peternakan merpati ini akan berlaku untuk bulu warna, kualitas bulu, warna mata, anatomi tubuh dan ada ribuan karakter yang tidak dapat diamati di tangan/diraba, tapi memiliki efek langsung pada saat pertandingan. Kapasitas paru-paru atau efisiensi, kekuatan jantung, metabolisme tubuh,dll. Seringkali lebih dari satu gen dapat mempengaruhi sifat tertentu. Untuk pewarnaan misalnya, ada gen-gen untuk warna dasar tapi ada gen lain (terletak di lokasi yang berbeda dari sebuah kromosom atau kromosom yang berbeda sama sekali) yang mungkin juga mampu mempengaruhi.



Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Power merpati Balap



Burung juga menggunakan energinya dengan sangat efisien. Mereka memperlihatkan efisiensi yang tinggi secara meyakinkan dalam pemanfaatan energi dibandingkan hewan menyusui. Setiap proses dalam bentuk rangkaian kejadian, yakni dalam biologi, kimia, maupun fisika mematuhi "Prinsip Penghematan Energi." Singkatnya, kita bisa menyimpulkannya "diperlukan sejumlah energi tertentu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan."

Contoh penting tentang pengehematan energi ini bisa diamati dalam terbangnya burung. Burung yang harus menyimpan energi yang cukup untuk membawanya melalui perjalanannya. Di sisi lain, kebutuhan lain selama penerbangan adalah berbobot seringan mungkin. Apa pun hasilnya, kelebihan beban harus dihindari. Sementara itu, penggunaan energy juga harus sehemat mungkin. Dengan kata lain, jika berat bahan bakar harus sekecil mungkin, hasil tenaga darinya justru harus sebesar mungkin. Semua permasalahan ini telah teratasi pada burung. Langkah pertama adalah menentukan kecepatan terbang yang optimal. Agar jika seekor burung ingin terbang dengan sangat lambat, maka sejumlah besar energi harus dikeluarkan agar tetap berada di udara. Agar seekor burung bisa terbang sangat cepat, maka bahan bakar akan digunakan untuk mengatasi halangan udara. Oleh karena itu, jelaslah bahwa kecepatan terbaik harus dipertahankan untuk menggunakan jumlah bahan bakar sekecil mungkin. Tergantung pada bentuk rangka dan sayap yang polanya memperlancar aliran udara, kecepatan terbaik tersebut berbeda pada setiap jenis burung.

Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Sistem pencernaan merpati balap


Terbang merupakan memerlukan sejumlah besar kekuatan. Karena itulah burung memiliki perbandingan jaringan otot terhadap massa tubuh yang terbesar daripada semua makhluk. Metabolisme tubuhnya juga sesuai dengan kekuatan otot yang tinggi. Rata-rata, metabolisme tubuh suatu makhluk berlipat dua kali sewaktu suhu tubuh meningkat sebesar 50°F (10°C). Suhu tubuh burung merpati setinggi 104,0°F – 108,5°F (40,1°C – 42,5°C) menunjukkan betapa cepat kerja metabolisme tubuh mereka. Suhu tubuh yang tinggi seperti itu, yang dapat membunuh makhluk darat, justru sangat penting bagi burung untuk bertahan hidup dengan meningkatkan penggunaan energi, dan, karena itu pula, kekuatannya.

Karena kebutuhan mereka akan banyak energi, burung juga mempunyai tubuh yang mencerna makanan yang mereka makan dalam cara yang optimal. Sistem pencernaan burung memungkinkan mereka memanfaatkan dengan cara terbaik makanan yang mereka makan. Seekor merpati mempergunakan 1 : 3 dari bobot tubuhnya. Pada hewan menyusui dengan pilihan makanan yang serupa, perbandingan ini adalah sekitar 1 : 10. Sistem peredaran burung juga telah diciptakan selaras dengan kebutuhan energi tinggi mereka. Jika jantung manusia berdetak 78 kali per menit, jumlah detakan adalah 460 untuk burung gereja dan 615 untuk burung murai. Begitu pula, peredaran darah pada burung pun sangat cepat. Oksigen yang memasok seluruh sistem yang bekerja cepat ini disediakan oleh paru-paru unggas khusus. Burung juga menggunakan energinya dengan sangat efisien. Mereka memperlihatkan efisiensi yang tinggi secara meyakinkan dalam pemanfaatan energi dibandingkan hewan menyusui. Contohnya, burung layang-layang yang berpindah tempat membakar 4 kilokalori per mil (2,5 kilokalori per kilometer), sedangkan hewan menyusui kecil akan membakar 41 kilokalori.

Mutasi tidak dapat menjelaskan perbedaan antara burung dengan hewan menyusui. Meskipun kita menganggap salah satu sifat ini terjadi melalui mutasi acak, dan ini justru sudah mustahil, satu sifat tunggal berdiri sendiri tidak akan berarti apa-apa. Pembentukan metabolisme tubuh yang menghasilkan energi tinggi tidak punya makna tanpa paru-paru unggas yang khusus. Bahkan, hal ini akan menyebabkan hewan kesulitan bernafas karena oksigen yang masuk tidak mencukupi. Jika sistem pernapasan akan bermutasi sebelum sistem lain, maka makhluk ini akan menghirup lebih banyak oksigen daripada yang diperlukannya, dan akan dirugikan dengan cara yang sama. Kemustahilan lain terkait dengan bentuk rangka: meskipun seekor burung sudah mempunyai paru-paru unggas dan sudah ada penyesuaian mekanisme tubuh, ia masih belum akan mampu terbang. Tak peduli betapa kuatnya, tidak ada makhluk darat yang bisa lepas landas dari tanah karena bentuk rangka yang berat dan relatif terkotak-kotak. Pembentukan sayap juga memerlukan "rancangan" yang tersendiri dan sempurna.


Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Sistem PEnglihatan Merpati Balap












Indera yang paling canggih pada burung adalah penglihatan. Burung merpati mampu mengenali warna dan mampu melihat objek dalam jarak yang jauh. Mata dari burung merpati terletak di kedua sisi kepalanya sehingga memberikan burung merpati daerah pandang yang sangat lebar,oleh karena itu merpati mempunyai sudut penglihatan yang luas. Burung merpati mempunyai indera menarik lainnya pula seperti pendengaran seekor merpati mampu mendengar bunyi dengan nada rendah yang tidak mampu didengar oleh manusia juga seekor merpati dapat mengindera getaran di udara namun juga mampu menentukan arah perjalanan mereka dengan mengikuti medan magnet bumi.

Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Sistem pernafasan merpati

Sistem pernapasan pada hewan menyusui dan burung bekerja dengan cara yang sepenuhnya berbeda, terutama karena burung membutuhkan oksigen dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan yang dibutuhkan hewan menyusui. Sebagai contoh, burung tertentu bisa memerlukan dua puluh kali jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Karenanya, paru-paru hewan menyusui tidak dapat menyediakan oksigen dalam jumlah yang dibutuhkan burung. Itulah mengapa paru-paru burung diciptakan dengan rancangan yang jauh berbeda.

Pada hewan menyusui, aliran udara adalah dua arah: udara melalui jaringan saluran-saluran, dan berhenti di kantung-kantung udara yang kecil. Pertukaran oksigen-karbon dioksida terjadi di sini. Udara yang sudah digunakan mengalir dalam arah berlawanan meninggalkan paru-paru dan dilepaskan melalui tenggorokan.

Sebaliknya, pada burung, aliran udara cuma satu arah. Udara baru datang pada ujung yang satu, dan udara yang telah digunakan keluar melalui lubang lainnya. Hal ini memberikan persediaan oksigen yang terus-menerus bagi burung, yang memenuhi kebutuhannya akan tingkat energi yang tinggi.Dalam hal burung, bronkhus (cabang batang tenggorokan yang menuju paru-paru) utama terbelah menjadi tabung-tabung yang sangat kecil yang tersebar pada jaringan paru-paru. Bagian yang disebut parabronkhus ini akhirnya bergabung kembali, membentuk sebuah sistem peredaran sesungguhnya sehingga udara mengalir dalam satu arah melalui paru-paru…. Meskipun kantung-kantung udara juga terbentuk pada kelompok reptil tertentu, bentuk paru-paru burung dan keseluruhan fungsi sistem pernapasannya sangat berbeda. Tidak ada paru-paru pada jenis hewan bertulang belakang lain yang dikenal, yang mendekati sistem pada unggas dalam hal apa pun.

Aliran udara searah dalam paru-paru burung didukung oleh suatu sistem kantung udara. Kantung-kantung ini mengumpulkan udara dan memompanya secara teratur ke dalam paru-paru. Dengan cara ini, selalu ada udara segar dalam paru-paru. Sistem pernafasan yang rumit seperti ini telah diciptakan untuk memenuhi kebutuhan burung akan jumlah oksigen yang tinggi.

Semakin tinggi seekor burung terbang maka semakin tipis/sedikit oksigen yang tersedia di udara maka paru-paru burung harus dapat memasok sejumlah besar oksigen yang dibutuhkan untuk terbang.

Burung memiliki alat pernapasan berupa paru-paru dan kantong-kantong udara berdinding tipis yang terhubung dengan paru-parunya. Ketika kantong-kantong udara digembungkan, tubuh burung sangat ringan. Kantong udara itu juga digunakan oleh burung untuk mengambil oksigen sebanyak mungkin.

Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Selain paru-paru, burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau kantung-kantung udara berselaput tipis (air sacs/sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap.Di kantung-kantung udara (air sacs) tidak terjadi difusi gas pernapasan; kantung-kantung udara hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya kantung-kantung udara maka pernapasan pada burung menjadi efisien. Kantung-kantung udara terdapat di pangkal leher (servikal), ruang dada bagian depan (toraks anterior), antara tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks posterior), dan di rongga perut (kantong udara abdominal).

Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antar tulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. Atau dengan kata lain, burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke kantung-kantung udara sebagai cadangan udara.

Mekanisme Pernafasan
Proses pernapasan pada saat burung tidak terbang. Pada saat otot tulang rusuk berkontaksi, tulang rusuk bergerak ke arah depan dan tulang dada bergerak ke bawah. Rongga dada menjadi besar dan tekanannya menurun. Hal ini menyebabkan udara yang kaya dengan oksigen masuk ke dalam paru-paru dan selanjutnya masuk ke dalam kantung-kantung udara. Pada waktu otot tulang rusuk mengendur, tulang rusak bergerak ke arah belakang dan tulang dada bergerak ke arah atas. Rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi besar, mengakibatkan udara keluar dari paru-paru. Demikian juga udara dari kantung-kantung udara keluar melalui paru-paru. Pengambilan oksigen oleh paru-paru terjadi pada waktu inspirasi dan ekspirasi. Pertukaran gas hanya terjadi di dalam paru-paru.

Kantung Udara Pada Paru Paru Merpati
Udara pada kantung-kantung udara dimanfaatkan hanya pada saat udara di paru-paru berkurang, yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung udara di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. Sebaliknya, ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula, sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari kantung udara masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paru-paru. Jadi, pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi.

Ketika burung terbang gerakan otot dada dapat mengganggu pengambilan oksigen oleh paru-paru. Karena itu, selain dengan bernapas dengan paru-paru, pada saat terbang burung bernapas dibantu dengan kantong udara ( air sacs ).

Kantong udara mempunyai fungsi :

1. Membantu pernapasan pada waktu terbang.
2. Membantu memperbesar ruang siring sehingga dapat memperkeras suara.
3. Menyelubungi alat-alat dalam rongga tubuh hingga tidak kedinginan.
4. Membantu mencegah hilangnya panas badan yang terlalu besar.

Kecepatan Bernafas
Kecepatan bernafas pada bangsa burung tergantung pada ukuran badan, seks, rangsangan, dan berbagai faktor lain. Pada umumnya bangsa burung yang lebih kecil mempunyai kecepatan (frekuensi) pernafasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lebih besar, misalnya pada bangsa unggas jantan seperti merpati, itik, angsa, kalkun, dan anak ayam adalah 28, 42, 20, 28, dan 16 kali/menit secara berturut-turut; sedangkan yang betina 16, 110, 40, 49, dan 28 secara berturut-turut. Kecepatan bernafas bertambah bila suhu badan meningkat. Pada anak ayam yang suhu badannya 43,5oC – 44,5oC , kecepatannya bisa mencapai 140 – 170 kali/menit

Pernafasan Selama Terbang
Persediaan dan kecepatan oksigen (O2) berdifusi dalam paru-paru sangat penting artinya burung pada waktu terbang. Pada waktu terbang konsumsi oksigen bisa 10 – 15 kali lebih banyak dibandingkan dengan pada keadaan istirahat. Konsumsi itu juga tergantung pada kecepatan terbang. Pada kecepatan terbang 35 km/jam, oksigen yang diperlukan rata-rata 21,9 ml/g/jam atau 12,8 kali lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tidak terbang, dan pada kecepatan terbang 40 km/jam konsumsi oksigen 23ml/g/jam.

Konsumsi oksigen paling tinggi pada waktu terbang menaik dan paling rendah pada waktu terbang menurun. Beberapa peneliti mengasumsikan bahwa pernafasan (aliran udara paru-paru) ada hubungan (sinkronisasi) dengan berbagai gerakan sayap pada waktu terbang. Pada waktu sayap bergerak ke bawah, terjadi ekspirasi.



NB :

Inspirasi : udara kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antara tulang rusuk (interkosta) berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak ke luar dan tulang dada membesar. Akibatnya tekanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar yang kaya oksigen akan masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke paru-paru dan sebagian besar menuju ke kantong udara sebagai cadangan udara.

Ekspirasi : otot interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi lebih besar dari pada tekanan udara luar. Ini menyebabkan udara dari paru-paru yang kaya karbondioksida ke luar.

Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Tulangan Merpati

Seluruh burung yang dapat terbang dilengkapi dengan tulang dada yang sangat kuat (sternum) yang memiliki lempengan datar yang lebar, yang disebut lunas, sebagai sambungan otot-otot terbang. Karena burung dirancang untuk tujuan terbang, tulang-tulang mereka berongga dan terbungkus otot-otot. Otot-otot yang membungkus tulang ini mendukung penerbangan yang menghasilkan keringanan luar biasa tanpa mengorbankan kekuatan. Tulang-tulang berongga ini menjadi ide utama dalam rancangan sayap pesawat terbang. Kerangka tulang burung lebih ringan daripada rangka hewan menyusui. Sebagai contoh, kerangka seekor merpati beratnya hanya 4,4% dari keseluruhan berat tubuhnya. Tulang burung sangat ringan namun kuat, terutama karena memiliki rongga-rongga yang memperkuat tulang tersebut.

Bagian rangka yang yang disebut lempeng dada terdiri dari penyokong tulang sayap yang kokoh, dan meliputi tulang dada dan tulang garpu yang khas pada burung. Tulang yang menopang sayap ini sangat kuat dan bergabung bersama. Bulu ujung sayap menempel ke tulang-tulang "tangan" gabungan ini. Korset panggul menyambung bagian bawah maupun belakang untuk memungkinkan otot-otot kaki bekerja lebih tepat.Tulang dada burung tidak lentur untuk melindungi tubuh ketika sayap dilipat, jika dibanding makhluk lain. Ini berarti, volume ruang rusuk tidak berubah selama terbang, menghirup, atau mengeluarkan nafas. Sayap tertarik ke bawah oleh otot yang mengerut. Ketika sayap diangkat dan otot dada kecil (supracoracoideus) mengerut, otot dada besar (pectoralis major) mengendur. Ketika otot dada besar dikerutkan dan otot dada kecil dikendurkan, sayap turun.

Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Kemampuan Merpati Terbang















Selain dari faktor genetic, faktor psychologist, dan faktor environment yang dapat mempengaruhi kemampuan seekor burung merpati ada faktor lain yang mempengaruhi kemampuan seekor burung merpati untuk terbang tinggi , terbang cepat, terbang dalam waktu yang lama, mampu bermanuver di udara lalu terjun kebawah dengan sangat cepat serta landing yang sempurna yaitu dilihat dari beberapa faktor anatomi yang cukup dominan :
  1. Faktor bobot tubuhnya harus se ringan mungkin.
  2. Faktor kerangka tulang yang kuat dan ringan.
  3. Faktor otot yang baik/kering (tidak berlemak).
  4. Faktor bulu yang baik, bulu sayap dan ekor yang kuat tebal dan rapat, juga harus memiliki lapisan minyak yang cukup untuk membuat bulu kedap udara,membuat bulu tidak mudah basah karena hujan,dapat menjaga suhu tubuh.
  5. Memiliki nafas yang baik, memiliki paru-paru yang bagus karena untuk terbang tinggi memerlukan tenaga yang cukup besar untuk melawan/menerpa arus angin, kemudian bila diatas langit semakin tinggi maka semakin tipis oksigen yang tersedia oleh karena itu harus memiliki -paru yang bagus.
  6. Harus memiliki mata yang tajam sehingga dapat melihat dalam jarak jauh ( Burung buta tidak akan dapat terbang, burung yang memiliki mata rabun,dsb,tidak dapat terbang tinggi).
  7. Memiliki kaki yang cukup kuat dan panjang agar mampu landing dengan sempurna di darat.
  8. Faktor keseimbangan tubuh yang baik untuk bermanuver di udara dan terjun kebawah.
  9. Faktor kekuatan dan tenaga yang dihasilkan dari pencernaan yang baik dan metabolisme tubuh yang cepat.
Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Pigeon Performance














Semua burung diciptakan, dilengkapi, dan memiliki cara terbang dengan memanfaatkan angin. Karena terbang membutuhkan energi yang besar, burung telah diciptakan dengan otot dada yang kuat, jantung yang besar dan kerangka yang ringan. Tingkat energi yang tinggi yang diperlukan oleh burung untuk terbang dihasilkan oleh metabolisme tubuh yang cepat untuk menghasilkan energi yang besar . Bukti kehebatan penciptaan pada burung tidak berhenti pada tubuhnya saja, banyak burung dapat menggunakan cara tertentu untuk menurunkan energi dan berat badan secara cepat pada saat yang diperlukan. Semua kelebihan yang dimiliki seekor burung merpati membentuk suatu kesatuan kompak yang menciptakan performance dari seekor merpati.

Pigeon performance suatu kinerja atau hasil kerja/prestasi dari seekor merpati (panjangnya) adalah kemampuan seekor merpati yang memiliki beberapa keunggulan seperti gaya terbang yang bagus, mampu terbang cepat, mampu terbang tinggi, mampu terbang dalam waktu yang lama, mampu menukik/terjun dengan sangat cepat, dan mampu mendarat/landing dengan sempurna. Serta memiliki kecerdasan/intellegence yang bagus, naluri/karakter/mental tanding/gameness yang bagus, serta memiliki fisik/anatomy yang bagus pula. Sehingga tercapainya suatu prestasi (hasil kerja/kinerja) berkualitas dan kuantitas dari seekor merpati yang dicapai melalui proses yang efektif dan efisien.

Pigeon Performance (singkatnya) tercapainya suatu prestasi (hasil kerja/kinerja) berkualitas dan kuantitas dari seekor merpati yang dicapai melalui proses yang efektif dan efisien.

3 CORE VALUES
















Banyak artikel dan buku tentang merpati yang memberikan tips, teknik, dan strategi mengenai bagaimana merawat, dan melatih seekor merpati dengan baik untuk mencapai suatu prestasi/performance yang memuaskan begitu pun banyak artikel dan buku yang memberikan tips, metode, dan cara-cara bagaimana mengembang biakan merpati sehingga menghasilkan calon-calon merpati juara baru yang sesuai dengan keinginan para peternak. Akan tetapi ada 3 pilar kekuatan (core values) yang patut kita pahami lebih jelas.

Seperti yang kita ketahui bahwa merpati adalah mahluk yang diberikan talenta / kelebihan yang cukup banyak dan merpati sudah dikenal cukup lama bahkan sejak sebelum masehi menjadi teman manusia sebelum anjing (sumber : 21 amazing facts about pigeon). Dari sekian banyak kelebihan yang dimiliki oleh merpati tetap semua kelebihan itu akan kembali kedalam 3 pilar kekuatan.

Sebelum melangkah lebih jauh selayaknya kita satukan persepsi dan perlu mengetahui bahwa kinerja / performance seekor merpati sangat ditentukan oleh 3 pilar kekuatan (core values) yang penting yang saling mengisi dan mempengaruhi satu dengan yang lainnya sehingga tercipta suatu kinerja / performance yang bagus, yaitu :
  1. Kecerdasan / Intellegence. Suatu kekuatan otak / kecerdasan yang membuat membuat seekor merpati mampu mengingat jalan pulang ke kandang walaupun dilepas dalam jarak yang cukup jauh, dan sebagainya.
  2. Karakter mental / naluri / Gameness / Attitude. Suatu kekuatan mental tanding yang membuat seekor merpati mampu membalikkan keadaan kalah / terjepit menjadi menang (gameness), pantang menyerah, berani, mudah beradaptasi dengan lingkungan, setia dan pe-cemburu, semangat yang tinggi, mau / mudah dilatih, dan sebagainya.
  3. Fisik / Anatomy .Suatu kekuatan fisik dalam pengertiannya adalah fisik luar dan fisik dalam / internal and external organ yang membuat seekor merpati mampu terbang dalam waktu yang lama, mampu terbang dengan cepat. Contohnya fisik luar yaitu memiliki bulu sayap dan ekor yang baik dan bagus, mata yang baik, otot yang kuat dan fleksibel , dan sebagainya. Sedangkan fisik dalam yaitu tulang yang kuat dan ringan, jantung yang baik, paru-paru yang bagus, dan sebagainya, serta pencernaan bagus yang menunjang metabolisme tubuh seekor merpati yang sangat cepat dibandingkan dengan mahluk yang lain, metabolisme yang cepat ini bertujuan untuk menghasilkan energi yang cukup besar dipakai merpati untuk terbang.
Ketiga pilar kekuatan diatas sangat menentukan kinerja / performance dari seekor merpati, kemudian kita juga perlu ketahui bahwa ketiga pilar kekuatan tersebut sangat ditentukan atau dipengaruhi oleh 3 faktor penting yang lainnya, yaitu :

Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Memilih Merpati Balap














PEDOMAN MEMILIH MERPATI


Peternak burung merpati harus sangat selektif memilih burung-burung yang diinginkannya untuk dapat terbang tinggi (performing breed) dan agar usaha mereka dapat menampilkan sifat yang disenangi untuk fungsi-fungsi yang dikehendaki. Merpati performing breed yang dikehendaki adalah yang memiliki ketangkasan termasuk golongan tumbler (akrobat merpati di udara). Tujuan dipaparkan pengalaman ini untuk mengkaji karakteristik merpati performing breed dan cara seleksinya. Selanjutnya untuk mengetahui pewarisan sifat tersebut.

Kemampuan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dari seekor merpati :
  • Kecerdasan/intelligence (30%)
  • Karakter/character (40%)
  • Anatomi /anatomy (30%)
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan seekor merpati :
  • Genetic Determinism (lineage)
  • Psychologi Determinism (training and treatment)
  • Environment Determinism (loft and comunitee)
Untuk bulu :
  1. Bulu harus tebal dan mengkilap atau memiliki lapisan minyak yang cukup (untuk menjaga suhu tubuh agar stabil,mencegah bulu agar tidak mudah basah, membuat bulu menjadi kedap udara)
  2. Bulu sayap rapat dan tebal.
  3. Unjung bulu pada sayap di usahakan panjang nya sampai ke ujung ekor
  4. Bulu ekor rapi membentuk satu kesatuan seperti huruf 1 atau I, dan harus rata/flat jangan cembung waktu melebar, bulu ekor harus aerodinamis waktu terbang dapat dilihat apabila waktu burung terbang ekor mengayun-ayun ke atas dan ke bawah.
Untuk mata/eyesign :
  1. Usahakan yg bening dan bersih.
  2. Jangan cari mata yg melotot keluar dari plupukan mata.
  3. Plupukannya merah ( mencerminkan burung sehat tidak pucat ).
  4. Warna mata memiliki 3 lingkaran warna (umumnya mencerminkan burung memiliki mental yang tangguh dan pantang menyerah).
  5. Pupil pada mata merespon sinar nya cepat (mencerminkan reflex,saraf dan organ dalam burung dalam keadaan baik).
Untuk bodi :
  1. Untuk merpati tinggi jangan terlalu berat.
  2. Untuk otot harus kering dan daging harus lentur.
  3. Bentuk tubuh seperti jantung pisang atau botol.
  4. Dada besar membusung ke depan dan bawah sehingga membuat titik berat burung berada di depan dadanya (kemampuan burung merpati untuk membelah angin pada saat menukik/turun).
  5. Pundak harus rapat di samping dada kanan dan kiri dan jangan terbuka apabila dipegang (kemampuan burung untuk menukik/turun secara tajam seperti tombak atau peluru secara lurus).
  6. Pinggang ramping tetapi bukan tepos seperti pelari jarak jauh, atau pinggang besar harus empuk (biasanya burung atas kepala atau satu lobang “pegangan jaman dahulu”, burung balap rata-rata berpinggang besar mencerminkan kekuatan ginjal dari burung tersebut karena membutuhkan power yang besar dalam jarak pendek seperti pelari sprinter ) tetapi pegangan untuk pinggang ini harus proporsional dengan masing-masing bentuk tubuh merpati atau keputusan tergantung selera masing-masing peraba.
Untuk supit :
  1. Supit jangan yg terlalu rapat dan terlalu renggang.
  2. Supit jangan yg putus atau patah.
  3. Supit harus cukup tebal (mencerminkan tulang burung yang cukup kuat).
Untuk paruh :
  1. Cari yg tipis di depan.
  2. Paruh jatuh kebawah seperti elang.
  3. Cari yg kering atau ada retak-retak (karena paruh mencerminkan tulang burung).
Untuk hidung :
  1. Bentuk hidung harus sesuai dengan bentuk paruh ( paruh kecil/tipis=hidung tidak besar, paruh besar=hidung jangan kecil ).
  2. Warna putih di hidung harus tebal dan cukup banyak
Untuk kaki & kuku :
  1. Kaki harus panjang dan ngelonjor lurus kebelakang apabila dipegang, ini mencerminkan kemampuan burung untuk mendarat/landing dengan sempurna ( seperti burung elang atau peregrine yang memiliki kaki yang panjang untuk mencengkram mangsa).
  2. Kuku harus tebal dan kering (karena kuku mencerminkan tulang burung).
Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Makanan Merpati Balap

Setiap jenis makanan merpati, baik yang sengaja kita berikan kepada merpati maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur nutrisi (zat gizi) yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan makanan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur nutrisi ( zat gizi) yang terkandung di dalam bahan makanan secara umum terdiri atas air, protein, lemak, karbohidrat , mineral dan vitamin.

Setelah dikonsumsi oleh merpati, setiap unsur nutrisi (zat gizi) berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh merpati untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. Tinggi rendah konsumsi pakan pada merpati sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi merpati itu sendiri).

a) Temperatur Lingkungan
Merpati dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi merpati yang bersangkutan yang meliputi jenis merpati, umur, tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan.

Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya, maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya. Konsumsi pakan merpati biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh merpati akan terjadi kelebihan panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, merpati akan membutuhkan pakan karena merpati membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan merpati dengan cara radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.

b) Palatabilitas
Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang merpati untuk mengkonsumsinya.

c) Selera
Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada merpati , selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Merpati akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan merpati itu sendiri.

d) Status fisiologi
Status fisiologi merpati seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh (misalnya bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya.

e) Konsentrasi Nutrisi
Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi energi yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah.

f) Bentuk Pakan
Merpati lebih menyukai pakan bentuk butiran (pakan yang dibuat pellet atau dipotong) dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna.

g) Bobot Tubuh
Bobot tubuh merpati berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya. Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan merpati yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh merpati tersebut.

Berat badan merpati dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan, berat badan merpati dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula:

Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661

Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai 0,75.

Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0,75

Kebutuhan pakan yang bergizi banding bobot tubuh merpati kurang lebih sekitar 25 g/kg.

Dasar persyaratan gizi merpati adalah protein, energi (yang terbaik adalah sumber karbohidrat dan lemak) mineral dan vitamin. Semua gizi ini ditemukan di seluruh biji-bijian yang digunakan untuk pakan merpati tetapi perbedaannya adalah dalam jumlah nutrisi yang diperlukan oleh merpati untuk setiap kondisi/keadaan.

Saat pembiakan atau kondisi ternak/pembiakan dibutuhkan protein yang lebih tinggi dibanding kebutuhan karbohidrat.

Saat pelatihan atau balap dibutuhkan energy/karbohidrat yang lebih tinggi, daftar persentase mineral/grit ,vitamin dan serat dalam pakan juga harus didaftar dalam urutan peringkat utama dari bahan campuran pakan merpati.

Beberapa sumber karbohidrat dan lemak yang terbaik dapat diperoleh dari jagung, ketan hitam, beras merah,beras putih,kenari seed,millet,dll. Beberapa sumber protein terbaik dapat diperoleh dari kacang-kacangan seperti kedelai,kacang hijau,kacang merah,dll. Mineral/grit,vitamin dan serat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dari merpati.

Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Minggu, 10 Januari 2010

JOS THONE (Breeder Merpati Dunia)

breeding pigeon
Di Forum lama, saya pernah menulis seekor merpati pos betina warna blorok bernama “Avril”.Sepanjang pengetahuan saya, Avril adalah burung termahal di dunia saat ini dengan nilai penjualan 140 ribu Euro (sekitar Rp. 2,3 milyar) dalam suatu lelang di China.
Prestasi Avril dalam berbagai lomba di Eropa sangat fenomenal. Tidak kurang dari 20 juara telah diraihnya.
Avril dengan ring B03-5071209 adalah anak Yama (ibu) tetapi bapaknya tidak punya nama hanya memakai ring B01-5010600. Kehebatan Avril mengalir dari kakek dan neneknya. Dari jalur bapak, kakek/neneknya bernama Volare dan Sheila, sementara dari jalur ibu bernama De Deen dan Nefertete. Kakek dan nenek Avril inilah yang telah melahirkan burung-burung jawara.
Tetapi saya tidak bermaksud menulis Avril lebih jauh. Saya lebih tertarik untuk membahas orang yang mencetak Avril.
Bagi penghobi merpati pos yang mengikuti perkembangan merpati pos di dunia, tentunya tidak asing dengan nama Jos Thone dari Belgia.Oleh para penulis tentang merpati, dia mendapat banyak julukan seperti “Crown Prince of the Belgian Sport of Pigeon Racing(Putra Mahkota Olah Raga Merpati Belgia), The Wonderboy (Anak Ajaib) atau The Greatest Fancier of the New Millennium (Pemain Merpati Paling Hebat di Abad ke-21). Kalau abad ke-20 Jan Grondelears dikenal sebagai “Sang Legenda” atau“The King of Pigeon”,maka Jos Thone adalah pewarisnya. Bahkan sejak kecil Jos bercita-cita ingin seperti Jan Grondelears. Kebetulan mereka tinggal di desa yang berdekatan dan dalam waktu luang Jos mengayuh sepedahnya untuk sekedar nonton merpati-merpati milik Jan Grondelears dari balik pagar.
Sebagai pemain dan peternak merpati, Jos Thone dikenal seorang idealis dan ambisius. Dia type orang yang selalu ingin menjadi yang terbaik di bidangnya. Pada awal karirnya bermain merpati, dia pernah berjanji “I’am going to win the “Gouden Duif” of Belgium”. Memenangkan tropy “Gouden Duif” merupakan obsesi para pemain merpati di Belgia. Kalau orang lain perlu waktu 10-15 tahun untuk meraih piala “Gouden Duif”, Jos hanya butuh waktu 2 tahun sejak ia memiliki “tim pembalap” sendiri. Hingga saat ini tidak terhitung jumlah piala yang telah diraihnya, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. “Tim Pembalap” Jos ikut lomba di semua jenis track, mulai short, medium, long, dan extreme long distances. Dan mereka selalu yang terdepan. Pernah dalam suatu lomba, 9 dari 10 posisi terdepan diduduki oleh para “pembalap” Jos. Namanya yang demikian harum, menjadikan kandang Jos sebagai tujuan “jiarah” bukan hanya bagi para merpati mania dari berbagai penjuru dunia, tetapi juga pejabat negara seperti Wakil Perdana Menteri China belum lama ini.
Apa yang menjadi obsesi setiap pemain merpati telah berada digenggaman Jos. Tetapi Jos tidak pernah puas dengan apa yang telah diraihnya. Kekagumannya pada merpati mendorong Jos tidak pernah berhenti berfikir untuk terus menyempurnakan apa yang telah diraihnya. Jos tidak hanya sekedar hobby atau cinta merpati, tetapi ia memiliki “passion”, yaitu kecintaan yang dilandasi oleh antusiasme, komitmen dan dedikasi yang luar biasa.
Untuk terus meningkatkan kualitas “para pembalapnya”. Jos dikenal sebagai breeder bertangan dingin. Pengetahuannya tentang breeding di atas yang lain. Jos juga dikenal sebagai seorang pemikir untuk terus mencari hal-hal baru demi kesempurnaan. Ia menjadi pelopor inseminasi buatan untuk merpati. Jos, dengan dibantu oleh seorang rekannya, merancang dan membangun sendiri kandang merpatinya seluas 300 m2 yang terletak di belakang rumahnya yang asri. Dan kandang tersebut saat ini dianggap sebagai yang terbaik di Eropa bahkan di dunia. Kecintaan dan kekagumannya terhadap merpati telah mendorong Jos untuk selalu memberikan yang terbaik bagi “tim pembalapnya”.
Jos sekarang hidup bahagia bersama Gaby, istrinya yang cantik, dan 2 orang anaknya bernama Xavier dan Maxim. Keluarga Jos tinggal di jalan Kruisstraat 7, Niel-bij-As, Belgia. Di alamat itu pula terletak rumah ‘para pembalap” Jos dalam bangunan berbentuk L berukuran 60 X 5 M.
Dalam buku “The Idea of Jos Thone” dijelaskan bagaimana perjalanan Jos mulai sebagai pembersih kandang pada keluarga Thomas Peetes (ayah Gaby) selama 13 tahun, hingga sampai puncak karirnya sekarang. Buku tersebut juga menguraikan filosofi dan visi Jos dalam bermain merpati, sistem breeding, sistem kandang, cara pemberian pakan hingga koleksi super breeder-nya.
Menurut saya, banyak pelajaran menarik yang dapat diambil dari biography Jos Thone, terutama mengenai visi, dedikasi, dan komitmennya terhadap merpati. Dengan pertimbangan itu, saya akan sarikan beberapa hal menarik tentang perjalanan Jos Thone dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi merpati mania di tanah air.
Mudah-mudahan, dalam beberapa tahun ke depan kita juga akan memiliki banyak Jos Thone Indonesia.
Salam
Hermono

Sumber:
http://merpati.org

Early Warning

Ringkasan untuk membedakan burung yg sehat dan yg memperlihatkan gejala sakit dengan melihat berbagai tanda yg kasat mata.

Untuk memudahkan kita bagi 2 kelompok, yaitu tanda2 yg ada di kepala dan kotoran. Sebetulnya ada tanda2 lain seperti perilaku dan warna bulu. Tapi untuk sementara kita fokus ke kepala dan kotoran saja.

1. Tonsils
Kalau di manusia, kita biasa menyebut tonsils ini dengan amandel. Tonsil merupakan bagian yang paling cepat berubah (warna dan bentuk) kalau sisten imunitas mengalami ganguan atau ada infeksi.

Kalau kita buka mulut burung, maka akan terlihat 2 bagian tonsils. Yang pertama berbentuk bulat kecil dan berada tepat di depan pipa udara (windpipe). Yang kedua bentuknya lebih besar di bagian atas pipa udara berbentuk segitiga dengan sudut lancip dibelakang. Ditengah-tengah segitiga tsb ada semacam garis sehingga segitiga seperti terbelah dua. Di dasar (depan) segitiga berbetuk bergerigi (fringe).

Burung yang sehat, warna tonsils akan sama dengan warna bagian mulut sekitarnya dan garis tengah yg memisahkan tonsil yg berbentuk segitiga akan jelas terlihat. Fringe pada dasar tonsil segitiga juga akan jelas terlihat dan merata.

Apabila sistem imunitas mengalami gangguan (ada gejala infeksi) maka tonsils akan berwarna lebih merah dari sekitarnya serta membengkak. Karena ada inflamasi maka garis tengah yg memisahkan segitiga dan fringe akan terlihat lebih dalam. Apabila pembengkakan hanya pada satu sisi dari tonsil segitiga, maka garis tengah akan terlihat bengkok (tidak lurus). Apabila ini terjadi menunjukkan burung mengalami infeksi karena goham basah (wet canker) dan infeksi saluran pernapaan. Burung yg tonsilnya mengalami abses, akan terlihat garis putih yg menonjol ke atas pada bagian bawah (dasar) pipa udara. Gejala lain pada burung yg mengalami gejala infeksi, akan terlihat bintik2 putih pada tonsils. Apabila gejala goham didiamkan maka bintik2 putih akan menggumpal dan berwarna kekuningan.

Tips:
a. Awalnya mungkin masih sulit membedakan tonsil burung yg sehat dan kurang sehat. Tetapi dengan latihan yg rutin saya kira semua akan terbiasa.

b. Setiap pagi sebaiknya mulut burung diperiksa untuk mendeteksi sedini mungkin jika burung mengalami infeksi. Pemeriksaan mulut menjadi lebih penting lagi untuk burung yang akan dilatih.

2 Mucus (lendir)
Pada burung yang sehat, tenggorokan akan terlihat basah namun tidak terlihat ada penggumpalan lendir. Apabila jumlah lendir meningkat, menunjukkan ada sesuatu yg tidak beres dengan burung, meskipun belum tentu penyakit. Ketidakberesan bisa karena stress akibat lingkungan kandang yg kurang sehat (terlalu padat, makan kurang sehingga harus berebut, dll). Apabila ada gejala demikian, maka kandang perlu dievaluasi karena tingkat stress yg tinggi akan memicu berkembangbiaknya bakteri. (bakteri jumlahnya dapat berlipat 2 setiap 15 menit).

Burung yang mengalami infeksi pernapasan akan terlihat lendir berwarna putih kental. Sebetulnya lendir ini tidak diproduksi di tenggorokan tapi di organ struktur pernapasan seperti di "trachea"

Kalau kita mau melihat lendir jangan sehabis burung diberi makan atau setelah terbang karena pembentukan mucus pada saat setelah latihan merupakan gejala normal. Sementara sehabis makan, lendir bisa terbawa masuk oleh makanan..

Pada burung yang sehat, membran mucus akan berwarna pink muda. Apabila berwarna berwarna putih/pucat menunjukkan burung mengalami enemia (kekurangan cell darah merah) atau tekanan darah terlalu rendah. Membran juga akan berdenyut teratur sejalan dengan denyut jantung.
Burung yg membrannya berwarna kebiru-biruan menunjukkan ada infeksi saluran pernapasan. Tapi kadang-kadang ada juga pigmen membran dilangit-langit memang berwarna agak kebiruan. Jadi kita harus tau juga warna pigmen pada langit2 (membran).

3. Bentuk Windpipe (pipa udara)
Pipa udara pada burung sehat akan berbentuk agak lonjong dengan sudut agak runcing dibagian atas serta ada gerigi halus disekitarnya . Apabila burung mengalami kesulitan bernafas maka otot pada pipa udara akan berkontraksi sehingga lubang pipa udara berbentuk bulat. Semakin bentuknya bulat, mengindikasikan burung mengalami gangguan pernapasan.

4. Sinus
Pada tengkorak burung ada lubang2 halus yg disebut sinus yg berhubungan dengan sistem pernapasan.
Apabila burung mengalami infeksi saluran pernapasan, maka lubang sinus akan tertutup dan akibatnya akan terjadi penggumpalan cairan pada kelopak mata. Karena gravitasi maka cairan akan turun kebawah dan membasahi kelopak mata bagian bawah.

5. Ceres (Bagian Hidung yg Berwarna putih)
Burung yang sehat akan memproduksi serbuk berwarna putih yg menutupi hidung dan pelupuk mata (eyelids). Apabila burung mengalami infeksi saluran pernapasan maka produksi serbuk putih akan terhenti sehingga warna hidung menjadi kusam (tidak putih bersih) dan kotor.

6. Mata.
Burung yang sehat akan memperlihatan mata yg bersinar dan reaktif terhadap rangsangan cahaya, Apabila mata burung mulai kelihatan layu dan warna iris yg pucat mengindikasikan ada gangguan kesehata.
Banyak burung yang mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan masalah kesehat
annya dengan baik karena mempunyai sistem imunitas yg bagus. Oleh karenanya,
banyak burung yg terlihat sehat, tetapi sebetulnya ada gangguan di dalam tubuhnya
yang apabila tidak segera diatasi dapat menjadi wabah atau setidaknya akan mempengaruhi kinerja burung kita.

Sekecil apapun masalah kesehatan yg dihadapi oleh burung, bahkan burung yg hanya mengalami stress atau tidak dapat beristirahat dengan baik akan terlihat pada perubah-
an bentuk dan warna kotorannya (dropping). Oleh karena itu, pemahaman tentan
g kotoran burung sangat penting sebagai peringatan dini sebelum wabah menye-
rang. Oleh karena itu, setiap membersihkan kandang, perhatikanlah baik-baik
bentuk dan warna kotoran. Kotoran burung juga memberikan informasi mengenai
fungsi ginjal, hati, dan kesehatan sistem pencernakan secara umum.

Apabila apada saat membersihkan kandang terlihat beberapa burung yg bentuk dan warna
kotorannya berbeda, dengan kotoran burung yang lain, kita harus waspada karena tanda-tanda burung kurang sehat dapat diibaratkan pucuk dari gunung es (sepertinya kecil, tetapi di dalamnya besar)

Untuk bisa menginterpretasikan kotoran burung yg tidak sehat, maka kita perlu tau terlebih dahulu bentuk dan warna kotoran burung yang sehat. Kotoran burung terdiri dari 2 unsur yaitu ampas makanan dan air seni (urine). Urine berbentuk 2 macm yaitu urine padat (uric acid) berwarna putih dan cair berwarna bening. Apabila semua burung dalam kandang kita kondisinya sehat, maka warna dan bentuk kotoran akan sama yaitu padat dengan warna coklat kehijauan serta sedikit warna putih ditambah dengan bulu-bulu halus yg
berserakan. Warna putih pd bagian kotoran (biasanya di atas) adalah urine padat. Bentuk kotoran ditentukan oleh fungsi ginjal.

1. Gangguan Pada Ginjal

Apabila ginjal tidak berfungsi secara sempurna, maka ginjal tidak dapat memadatkan urine (warna) putih dan memisahkan urine cair dari kotoran padat. Gangguan permanen pada ginjal relatif jarang, tapi fungsi ginjal juga bisa terganggu karena beberapa sebab antara lain pemakaian anti biotik berbasis sulfur (warna kuning), bakteri salmonella, pemberian pakan pellet (voor) ayam secara berkepanjangan, atau makanan yg mengandung toxic (pestisida). Apabila kotoran berwarna coklat kemerahan juga mengindikasikan fungsi ginjal yg terganggu. Burung yg diberi vitamin B, kotoran akan berwarna kuning mengkilat, tapi apabila kuning kusam mengindikasikan burung kurang/terlambat makan.

Yang paling perlu diwaspadai adalah apabila dalam kotoran tidak ada spot warna putih.
Burung yg mengkonsumsi garam dan vitamin yg mengandung gula secara berlebihan akan menyababkan minum berlebih. Akibatnya produksi urine juga akan berlebih.

2 Liver (Hati)

Salah satu fungsi liver yang terkait dengan kotoran adalah memproduksi enzym yg disebut "bile" yang berwarna hijau mengkilat. Apabila liver mengalami gangguan memproduksi enzym "bile" maka kotoran akan berwarna pucat. Kegagalan memproduksi enzym "bile" juga akan mempengaruhi fungsi ginjal dalam memadatkan urine sehingga warna putih yg seharusnya ada pada kotoran menjadi "lime green" (Bahasa Indonesianya mungkin hijau pupus atau hijau agak kekuning-kuningan" ).

Penyebab umum gangguan pada liver adalah bakteri salmonella, streptococcus, thrichomonads (goham) atau Chlamydia (penyebab infeksi pernafasan). Oleh karena itu, apabila kotoran tidak ada warna putih tetapi hijau kekuningan perlu diwaspadai adanya bakteri tersebut.

3.. Gangguan Pada Usus Besar

Kita perlu waspada apabila kotoran berwarna hijau, berair, atau hijau dan berair, meskipun tidak selalu mengindikasikan adanya penyakit.

Kotoran berair (mencret) bisa disebabkan oleh diare karena ada iritasi pada bagian usus besar. Kemungkinan penyebab iritasi pada usus besar adalah bakteri cocidia, hexamita, cacing atau bakteri lain.=20

Tetapi mencret juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti pemberian obat yg salah (overdosis) dan perubahan jenis makanan. Pemberian supplement seperti minyak ikan yg sudah kadaluarsa bisa juga menyebabkan mencret.

Kadang-kadang terjadi burung dimana kotoran yg pada pagi hari lunak tapi pada siang hari kembali normal. Apabila ini terjadi menunjukkan burung tidak beristirahat (tidur) secara baik. Hal ini bisa
disebabkan oleh beberapa faktor seperti parasit eksternal (jamur), gigitan kutu, lingkungan kandang yg tidak sehat (terlalu terang, bising dan lembab) atau bersin karena gejala infeksi pernapasan. Bakteri E-Coli pada tahap awal menyebabkan burung sakit perut (mules) dan mengalami gangguan tidur.

Kotoran burung berair juga bisa disebabkan karena kurang/telat asupan makanan padat dan hanya minum, tetapi setelah diberi makanan padat akan kembali normal. Tetapi apabila kotoran berair terus berlanjut setelah diberi makan,maka menunjukkan adanya produksi urine secara berlebihan. Apabila ini yg terjadi maka dapat disebabkan oleh beberapa faktor:
- Gangguan pada ginjal dimana ginjal tidak dapat memproduksi urine padat
- Penyakit yang menimbulkan rasa haus yaitu goham basah dan penyakit lain yg menyebabkan infeksi saluran pencernakan.
-Pemberian obat2an/vitamin yg mengandung garam dan gula berlebihan atau grit yg terlalu banyak mengandung
garam.

Tidak semua kotoran berwarna hijau menandakan burung mengalami gangguan kesehatan. Warna hijau bisa disebabkan oleh asupan makanan yg berwarna hijau seperti makan rumput atau kacang hijau. Tetapi apabila tidak ada asupan warna hijau kotoran berwarna hijau menandakan ada infeksi pada usus besar. Apalagi kalau warna hijau berbentuk cair. Bakteri E-Coli=A0 merupakan penyebab umum kotoran berwarna hijau.

Salam
Authors : Mr. Hermono

Sumber:
http://merpati.org

Memilih merpati Tinggi

Disadur dari tulisan mas Bengkuk (Dona) yg dimuat dalam forum merpati... Silakan para pembaca berspekulasi Smile
Spekulasi memilih merpati tinggian
Bentuk Kepala
Pilih burung yang mempunyai kepala besar dan dengan batok kepala depan lebih tinggi dari batok kepala belakang "nonong", tapi pilih yang mempunyai derajat kemiringan antara pangkal hidung dg atas batok kepala sebesar 45-60, jangan yang memiliki derajat kemiringan 90, karena biasanya bentuk kepala spt ini dimiliki oleh burung yang hanya bagus turun atas kepala "tengah" (arah jam12.00). berbeda dengan yang mempunyai kemiringan 45-60, tipe kepala spt ini kan OK turun dari arah manapun. selain itu biasanya burung dengan bentuk kepala spt ini lebih cerdas (mengingat untuk merpati tinggian sangat diperlukan feeling yang mempunyai tingkat kecerdasan tinggi)
Bentuk paruh
Pilih paruh yang berbentuk "merit" (runcing pada ujungnya), tidak terlalu besar & tidak terlalu panjang. Pilih yang mempunyai panjang dari ujung hidung sampai ujung paruh berjarak sedikit lebih pendek dari jarak pangkal hidung sampai batok kepala depan teratas.
Mata
Mata sebagai senjata utama bagi merpati untuk menemukan gerakan tentu tidak akan kita abaikan dalam hal pemilihannya. Pilih mata yang mempunyai pupil (bijih mata) berwarna hitam pekat dan responsif terhadap cahaya (akan membesar dan mengecil dg cepat saat menerima perubahan rangsangan cahaya). Pilih juga yang mempunyai cincin lingkar menempel pada bijih mata (biasanya berwarna hijau) 1/4 keliling bijih mata menggantung di depan bawah. Sedangkan untuk warna mata, pilih yang mempunyai dua warna mata,biasanya perpaduan antara kuning tua dg kuning muda, merah tua dg hijau tua, atau merah muda dg putih. Pilih yang mwmpunyai warna tengah lebih tenggelam dari warna luarnya,sehingga akan terlihat jelas perbedaan antara keduanya (bila mata burung kita lihat pada tempat yang teduh/tidak terkena cahaya langsung). jika mata burung kita lihat pada saat terkena sinar matahari langsung, maka kedua warna mata akan bergabung dan tampak seperti titik2 warna yang menyatu.
Hidung
Kalau didaerah sy, oleh sebagian teman, keadaan, bentuk,besar dan kecilnya hidung tidaklah pernah digubris. akan tetapi tidaklah sependapat dg yg akan sy sampaikan, karena menurut pengalaman, berbagai bentuk hidung mempunyai kelebihan dan kelemehan. menurut sy hidung juga berperan untuk merpati menemukan jalan pulangnya (disamping feelingnya), beberapa hidung favorit sy: 1. besar, panjang, menggembung (bukan "prambon"/turunan dari merpati pos), sy suka dg hidung berbentuk spt ini bila mempunyai warna kapur pekat dan pangkal hidung bagian bawah menjorok kebelakang. 2. besar, panjang, "trepes"/melekat ke paruh (jika burung ini "prambon"), sy suka hidung berbentuk spt ini jika memiliki warna kapur pekat akan tetapi terlihat garis2 samar sejajar berwarna kemerah2an diseluruh bagian hidungnya, dan pangkal hidung bagian bawah menjorok kebelakang. 3. kecil, menggembung (strain jawa, baik jawa sungut ataupun jawa deles), sy suka dg hidung berbentuk ini bila mempunyai warna kapur pekat dan pangkal hidung bagian bawah menjorok kebelakang. adapun bila pada pangkal hidung berbentuk lurus, sy suka burung ini untuk "gaburan"/bermain dirumah, biasanya burung tidak membutuhkan jarak jauh2 untuk bisa terbang tinggi, yang penting pemilihan mitra terbang yg imbang dan sepadan (justru bila burung dg tipe hidung spt ini akan pulang lama bila dilepas jauh, bahkan kadang hilang).
Leher
sampai saat ini sy masih berpendapat bahwa leher adalah sarana utama bagi burung merpati untuk "metil"/"njungkel"/"nunjem"/"nenggel"/"thel". pilih leher yg kuat dan jangan terlalu panjang, pilih panjang leher yang sedikit lebih pendek dari tulang dadanya. pilih juga tulang leher yg kuat, tegak, kencang dan mendongak keatas (saat burung memperhatikan sesuatu,biasanya gerakan), akan tetapi akan kembali mengendur/menekuk seperti semula. karena leher yg selalu tegak terkesan kaku, dan kualitas "metil" kalah fleksibel dibanding dg tipe tulang leher yg tadi sy sebutkan.
Sayap
sayap sebagai sarana utama burung untuk terbang hendaknya kita harus benar2 memilihnya yg terbaik, beberapa contoh al:
1. bahu sayap harus kuat dan lentur/jangan kaku, utk bentuk bisa bervariasi, ada yg tebal bulat, pendek berotot. ada juga yg berbentuk pipih, lebar berotot.
2. bulu sayap tebal kencang tidak bergelombang. pilih juga yg lebar (landung) rapat jarak satu bulu dg yg lainnya. ujung bulu meruncing.
3. tulang bulu sayap besar kuat sedikit lentur pada ujung bulunya
pilih juga yg memiliki sayap sedikit terlihat "mekongkong" saat dipegang. jangan yg memiliki sayap merapat ke badan, karena kualitas turunnya akan lebih kencang yg mempunyai sayap agak "mekongkong".
Bentuk dada
Pilih bentuk dada yang berbentuk huruf V (kalau dilihat dari depan), jangan yg berbentuk O, apalagi elip mendatar/gepeng. burung dengan bentuk dada berhuruf V biasanya akan turun kencang dari arah manapun. berbeda dg yg berbentuk huruf O (hny bgs turun atas kepala/jam12.00), karena kalau turun agak condong biasanya kecepatan turun burung berbentuk dada sptri ini akan berkurang.
Tulang Dada
Pilih tulang dada yg mempunyai panjang sedikit lebih panjang dari telunjuk org dewasa, atau paling tidak sama panjang. masalah bentuk sy pny pengalaman sseperti ini:
1. berbentuk seperti tanda 'centang' : dg tulang dada blk menjorok kebelakang, biasanya burung jadi berbentuk jantung. burung dengan type tulang dada sprti ini dg perangkat lain yg memadai biasanya akan turun anteng/tidak goyang.
2. berbentuk sprti perahu : dengan perangkat lain yg memadai dan "cekelan"padat berisi, burung akan turun sambil "nggenjot-nggenjot"
Sapit Udang
Ada yang berpendapat bahwa kondisi, ukuran jarak dan bentuk "sapit urang" pada burung merpati tidak mempengaruhi gaya terbang dan turunny, kalau dari pengalaman sy pribadi, bila dinilai dari cara terbang burung sendiri memang sampai saat ini saya belum menemukan adanya pengaruh "sapit urang" sama gaya terbang burung. akan tetapi utk masalah turun sprtiny berpengaruh besar. ketebalan dan kuatny "sapit urang" pun juga mempengaruhi turunnya merpati. sprti cont; merpati dg "sapit urng" rapat (tidak berjarak sama sekali/"ganthet") biasany kalau burung mempyai kemampuan turun, turunyny akan pelan. merpati dg "sapit urang" berjarak sempit, kira 0,5-1cm (untuk burung merpati berukuran besar). 0,5cm (untuk merpati berukuran sedang) kalau burung mempyai kemampuan turun, turunny akan megal-ol/goyang-goyang. merpati dg jarak "sapit urang" kira2 >1cm kalau burung mempyai kemampuan turun, akan turun dg "anteng"/tidak goyang2, tentuny juga didukung ukuran "brutu" dan bentuk ekorny. kondisi "sapit urng" yg bengkok sejauh pengalaman sy: dulu sy pernah pny burung dg jarak "sapit urang" kira2 1cm, sebelum "sapit urng" bengkok burung mampu turung cepat dan shoot kasar, karena shoot terlalu keras, burung turun "ngebrok lemah". kemudian salah satu "sapit urangny" patah, setelah manjalani perawatan beberapa minggu "sapit" nyambung tapi bengkok sebelah. sejak saat itu burung tsb masih mampu turun hny kecepatan turun dan shootny berkurang.
Pinggang/Brutu
perbedaan ukuran dan jarak dari pinggang/"brutu" merpati tentuny tidak mungkin bila tidak memp pengaruh apa2 pada kinerjany. dari yg berukuran besar, kecil, sedang, berjarak rapat ataupun yg berjarak renggang. kalau dari pengalaman, pinggang berjarak renggang dari badanny akan membuat burung tidak memiliki keseimbangan yg bagus. burung dg kecepatan turun lambat, tentuny tidak akan terlihat dg jelas ketidakseimbanganny dg adany pinggang spt ini. berbeda dg burung dg kemampuan kecepatan turun tinggi/keras, jika memiliki pinggang renggang spt ini akan terlihat jelas saat burung turun arah jam 12.00/atas kepala. kemungklinan pertama turun burung akan patah/ separuh jalan berbelok. kemungkinan kedua burung turun dg kecepatan tinggi tanpa adany keseimbangan pengereman, akibatny burung akan turun dg keras(yg berakibat menyakiti diriny sdr).
berbeda dg pinggang yg berjarqk rapat, baik yg besar maupun yg kecil memiliki kelebihan sdr2. dg perkakas lain yg mendukung, burung dg "brutu" kecil rapat, akan memiliki tipe turun "anteng"/tidak goyang2. burung dg "brutu" besar rapat, akan memiliki tipe turun tampak goyang2, bila semua perkakas mendukung sebenarny goyang2ny itu merupakan seni lemparan tubuh burung/"nggenjot2" saat turun.
Ekor
ketebalan dan bentuk ekor saat burung kita pegang tentuny akan bermacam2, dari sinilah kita sebenarny dapat mengira2 daya dan gaya turun dari burung tsb.
pilihlah burung yg mempunyai bulu ekor rapat, tebal dan panjang (tebal disini harus disesuaikan dg pegangan/"cekelan" burung, u/ kadar ketebalan bulu ekor akan berbeda dari "cekelan" padat/"kiyel", empuk/ngapuk, keras/rapet/"atos" yg sangat susah u/ di utarakan lewat tulisan) tpi dg pemilihan dan pembelajaran yg berulang2 psti kelak dg mudah kita akan dapat membedakan ukuran yg sesuai.
*saat kita pegang bulu ekor akan tampak menyatu, itu ciri dari "brutu" kecil, biasany bentuk ekor spt ini dimiliki oleh burung dg gaya turun "anteng".
*saat kita pegang bulu ekor akan tampak melebar pada ujungny/tdk mengumpul jadi satu, itu ciri2 dari "brutu" besar, biasany bentuk ekor spt ini dimiliki oleh burung dg gaya turun "nggenjot2".

saat kita pegang ekor merpatipun akan memp daya tekan kebawah yg berbeda2, ada yg "ndlosor", "ngawet" 45 derajat, dan ada pula yg "ngawet" 90 derajat/ ditempat sy biasa disebut dg "bengkuk".
u/ gaya terbang :
*bila burung memp pegangan ekor "ngawet" 45 derajat: burung dg pegangan ekor spt ini bila dilepas dg partner yg yg memp tipe pegangan ekor sama, akan memp gaya lepas/start memutar agak melebar dan tidak beraturan (kadang start belum tinggi burung sudah menuju kearah tujuan)
*bila burung mmp pegangan ekor "ngawet" 90 derajat/"bengkuk": burung dg pegangan ekor spt ini bila dilepas dg partner yg yg memp tipe pegangan ekor sama, akan memp gaya lepas/start memutar "cekak", spt obat nyamuk (biasany burung mencapai ketinggian ttntu baru menuju arah tujuan)
*bila burung memp pegangan ekor "ndlosor": burung dg tipe pegangan ekor spt ini biasany memp 2 kemungkinan gaya terbang. yg pertama terbang langsung menuju arah tujuan. yg kedua "nggandeng"/ ngikut partnernya.
Kaki
kalau soal kaki sy lebih suka kaki yg merit, garing/terlihat "mbesisik" & panjang (baik kaki maupun jarinya)
saat dipegang posisi kaki menjorok/mendorong kebelakang sejajar dg arah ekor.
Tingkah laku merpati
- Suara kepakan sayap
bila kita mau memperhatikan suara kepakan dari sayap burung merpati, tentu dari merpati yg satu dan lainnya akan berbeda. apa sebenarny yg membuat suara kepakan ini kian berbeda?
ya,, memang suara kepakan dari burung yg sudah jadi/terbang tinggi dan belun jadi/msh latihan trnyta memang berbeda. apalagi dg burung merpati yg sama sekali belum latih terbang (umbaran)
*kepakan sayap burung merpati yang sudah terbang akan terdengar lebih ringan (teratatak)kira2 bgtu,kalau sudah terbang dan tinggi, di sela2 kepakannya ada suara sperti(wis.. wis..)
*sedangkan sayap burung merpati yg belum folsir terbang/jarang terbang akan terdengar lebih berat(tjeplak-tjeplak)
memang kalau tanpa mengamati dg seksama dan berulang2 akan tampak susah membedakan suara kepakan ini.
- Cara turun
saat kita belanja di pasar,,
tentu akan banyak pedagang yg sibuk menawarkan merpati dagangannya,,
kalu saya,, saat membeli sering mengamati dari jarak yg agak jauh, melihat para pedagang menawarkan burung2 yg dijajakanny pada calon pembeli,
biasany burung ini (burung giring) akan diperlihatkan giringny dg cara betina di naik turunkan kurungan,,
nah,, inilah kesempatan kita menilai mental si burung tsb!

kalau kita mau mengamati, cara turun burung dari kurungan itu akan bermacam2. ada yg melompat dg mengepakkan sayap, ada yg langsung turun menjatuhkan tubuhnya (ada yg dg posisi kepala di depan, ada pula yg dadany di depan).
ya,, untuk mental burung, ,
burung yg menjatuhkan tubuhnyalah yg memiliki mental untuk turun. bukan merpati yg turun kurungan dg cara melompat dg mengepakkan sayapny.

akan tetapi cara itu hanya bisa di pakai untuk memperkirakan kemampuan mental turunny, bukan kemampuanny untuk turun. karena untuk kemampuan turun masih diperlukan perangkat2 lain yg memadai(tulang leher,sapit urang,pinggang,dll)
- Cara Jalan
banyak dari penggemar burung merpati tidak lagi memperdulikan cara jalan dari burung merpati ini.
memang cara jalan burung hanya bisa digunakan untuk memperkirakn malas dan tidakny burung,, meski hanya sedikit orang yg mempercayai, semoga pendapat ini bisa sedikit bermanfaat bagi sesama penggemar yg menginginkan burung merpatiny adalah merpati yg rajin dan tidak malas terbang.

saat burung berjalan, coba kita amati telapak kakiny,,
napak(menyentuh tanah) atau tidak.
biasany burung merpati yg berjalan hanya menapakkan keempat jariny(tanpa telapak kakiny),
akan mempunyai kemampuan terbang yg lebih panjang/lama dari pada burung yg menapakkan telapak kakiny saat berjalan. anda tidak percaya? coba buktikan sendiri dg burung yg mempunyai segala baik pegangan dan lain2 yg sama, dan perkiraan umur yg sama, latihan yg sama, pakan yg sama, dengan jalan yg berbeda seperti diatas.

saat burung sudah sama2 jadi/hafal lapak/rumah, terbangkan burung berulang kali, dan burung mana yg memp. ketahanan terbang paling baik diantara keduanya? burung mana yg lebih dulu lelah/"ngenduk"/hinggap di sembarang tempat?
- Penampilan
setelah melihat cara berjalan dari burung merpati, tidak salah bila kita melihat keunggulan burung merpati dari bentuk tubuhny saat berdiri.
burung yg berdiri terlihat punggung & pinggangny menyembul/ tampak "berpunuk" tentu akan memp kemampuan terbang dan turun yg berbeda dari burung yg memp bentuk tdk spt itu. biasany syp burung akan tampak menggantung.
bila kita melihat merpati dg bentuk tubuh spt itu, ada kemungkinan burung ini memp gaya terbang dg speed kencang, dan kemampuan turun yg patut diperhitungkan.
- Waspada
saat burung kita lepas di luar kandang, bila kita mau memperhatikan tentu pandangan dan gerak-ik kepala burung merpati ini akan memp gaya yg berbeda. ada yg hny diam terlihat cuek dg keadaan sekitar, ada pula yg tampak waspada dan gesit mengikuti gerakan2 disekitarny, baik gerakan didekatny ataupun gerakan dari kejauhan.
burung dg tingkat kewaspadaan tinggi patut kita perhitungkan kemampuan penglihatanny.
- Gerak bulu ekor
saat kita memilih burung merpati, baik di pasar maupun di peternak, tidal ada salahny kit a memperhatikan pergerakan bulu ekor merpati tsb saat bekur.
I. ekor burung saat bekur yang memp kecepatan "megar-mingkup"/ bulu2 ekorny merapat dg cepat (dilihat dari samping), biasany dimiliki oleh burung yg memp pinggang rapat. dan ini sangat mempengaruhi kemampuan turunny.
II. ekor bururng yg selalu "megar"/terlihat jarak2 dari bulu ekorny (dilihat dari samping), Akan memp kemampuan turun yg kalah baik bila dibandingkan dg tipe pertama.

Sumber:
http://merpati.org

Kecepatan terbang Merpati Pos

Kecepatan terbang Merpati Pos.

Kecepatan VS Ketahanan

Kecepatan terbang Merpati didalam latihan atau perlombaan selalu sama, yaitu dengan “KECEPATAN TERBANG NYAMAN”
( Comfortable Flight Velocity or CFV )

Merpati tak tahu kalau mereka sedang dalam perlombaan, juga tak tahu mereka ada dimana dan berapa jarak mereka dari rumah, jadi walaupun perlombaan ataupun latihan dan dalam jarak apapun, mereka akan terbang dengan “Kecepatan Terbang Nyaman”

Sebelum dibahas lebih lanjut, kita harus percaya dan mengerti dasar kecepatan terbang merpati.
Kita percaya dalam perlombaan kecepatan terbang merpati selalu dengan “Kecepatan Terbang Nyaman”.
Definisi “Kecepatan Terbang Nyaman” adalah : Di hari pertandingan, merpati terbang di dalam kondisi cuaca yang cerah, tak ada angin, temperature sedang tidak terlalu panas, juga dalam kondisi tak ada segala gangguan dari luar dan kecepatan terbangnya dalam kondisi sebelum timbulnya kelelahan.

Coba kita pikirkan, pada suatu hari yg cerah, kamu membawa burung ke jarak 50 km dari rumah dan melepaskan semua burung itu.
Selanjutnya apa yg terjadi ? Semua burung2 itu akan terbang dan berputar putar diudara sebentar, kemudian akan serentak menuju kearah rumah dan akhirnya tiba dirumah bersama sama.
Apakah kamu pernah terpikir kenapa bisa begitu?
Ada 3 kemungkinan ;
Kemungkinan semua merpati terbang dengan kecepatan yg sama, atau merpati yg terbangnya paling cepat sengaja memperlambat kecepatannya agar merpati yg lebih lambat dan rombongan bisa mengikuti ia, atau merpati yg terbang lebih cepat tetap sebagai pemimpin didepan sedangkan merpati yg tertinggal atau lebih lambat mengerahkan seluruh kekuatan terbangnya untuk mengikuti kecepatan pemimpin.

Sekarang kita membahas 3 kemungkinan ini.

1. Kemungkinan semua merpati terbang dengan kecepatan yg sama,
** Mengapa mereka mau terbang dengan cara ini?
2 orang lomba lari kecepatan pasti tidak sama; 2 ekor kuda, 2 ekor kijang waktu lari bersama kecepatannya juga pasti berbeda, demikian juga 2 ekor kura kura yg sedang jalan dan 2 ekor ikan yg sedang berenang kecepatan mereka pasti berbeda. Oleh karena itu apa mungkin 2 ekor merpati terbang dengan kecepatan yg sama? Kalau mereka bisa terbang dengan kecepatan yg sama, ini bener bener mustahil !

2. Merpati yg terbangnya paling cepat sengaja memperlambat kecepatannya agar merpati yg lebih lambat dan rombongan bisa mengikuti ia.
** Dari pengalaman, kita bisa melihat setelah merpati dilepaskan, sang Pemimpin akan terus terbang meninggalkan yang kurang sehat, yang mau bertelur atau yg terluka. Merpati yg tertinggal akan pulang ke rumah lebih lama. Jadi merpati yg menjadi pemimpin tak mungkin sengaja memperlambat kecepatan terbangnya agar menunggu temen2 mereka yg tertinggal walaupun ada pasangannya dibelakang, ia tetap tak akan memperlambat kecepatan terbangnya. Kesimpulan, merpati waktu terbang tak mungkin sengaja memperlambat kecepatannya agar temen2 mereka bisa mengikutinya.

3. Merpati yg terbang lebih cepat tetap sebagai pemimpin didepan sedangkan merpati yg lebih lambat mengerahkan seluruh kekuatan terbangnya untuk mengikuti kecepatan pemimpin.
** Ini adalah perkiraan yg mungkin paling bener.
Merpati adalah hewan yg suka berkumpul bersama, pasti semua hobbyist pernah melihat merpati pos selalu terbang bersama sama. Yg terbangnya lebih cepat menjadi pemimpin sedangkan yg tertinggal akan berusaha terbang lebih cepat dari biasanya untuk mengimbangi kecepatan pemimpin. Ini berarti merpati pemimpin terbang tidak dengan kecepatan maximum, tetapi dengan kecepatan terbang yg bagi ia bisa terbang lebih lama dan nyaman. Ini yg kami sebut dengan
“Kecepatan Terbang Nyaman”. Logika memberitahukan kita, merpati yg tertinggal akan terbang dengan kecepatan melebihi kecepatan Nyaman ia sendiri, untuk mengimbangi rombongan yg terbang lebih cepat.

Ada apa hubungannya dengan perlombaan kecepatan? (Speed Race)
Merpati terbang dalam latihan atau pertandingan di segala jarak akan tetap terbang dengan kecepatan nyaman. Merpati tak tahu kalau mereka terbang dalam perlombaan , juga tak tahu berapa jauh rumah mereka saat itu. Sebab itu diwaktu latihan atau perlombaan, dimana dan sejauh mana rumah mereka bahkan sejauh 1000 km, mereka akan tetap terbang dengan kecepatan nyaman, sampai mereka merasa lelah baru memperlambat kecepatan terbangnya.

Tentu saja kita tak tahu dalam penerbangan pulang kerumah merpati akan menemukan hal hal apa di jalan. Tapi setelah kami mengumpulkan data data juara selama 10 tahun dan membuatkan jadi grafik, kami menemukan Merpati yg juara akan mulai memperlambat kecepatan terbangnya setelah terbang sejauh 700 km. Dibawah 700 km, kenyataannya semua kecepatan sang Juara tidak banyak perbedaan.
Tentu saja harus diperkirakan semua kondisi cuaca sama pada hari perlombaan.
Ada 1 hal yg sangat lucu, kami menemukan bahwa diperlombaan jarak dekat dibawah 200 km, kecepatan sang Juara rata2 lebih lambat dari biasanya, ini ada kemungkinan merpati membutuhkan waktu yg sama lamanya untuk menentu arah. Walau jarak perlombaan lebih jauh tetapi waktu yg dibutuhkan untuk mencari arah sama.
Kita bisa membandingkan 5 menit untuk cari arah dengan perlombaan yg membutuhkan 2,5 jam penerbangan dan 5 menit untuk cari arah dengan perlombaan yg membutuhkan 5 jam terbang.

Jakarta, 5 Maret 2005
Henry Gunawan
Lang Lang Buana

Data dari Dr.Wim Peters
Dokter hewan yg sangat terkenal asal Afrika Selatan
Pengarang: Feed to Win, Fit to Win, Born to Win

Sumber:
http://merpati.org
 
Merpati Balap Jember Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template