Tampilkan postingan dengan label Budidaya Merpati Balap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Merpati Balap. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Beternak Merpati balap

Semakin banyaknya penggemar merpati balap, menuntut pula bertambahnya jumlah jenis burung tersebut. Satu-satunya cara untuk memenuhi permintaan penggemar, yaitu dengan melestarikannya. Tentu saja yang melestarikan adalah para penggemar merpati balap itu sendiri mengingat merpati balap kini sulit didapat dengan jalan menangkap di alam bebas karena populasinya tidak berkembang secara liar.

Kecenderungan penggemar untuk mendapatkan merpati balap keturunan darah juara atau yang mempunyai prestasi juga turut memacu penggemarnya untuk membudidayakan. Di samping itu, kualitas merpati balap di kalangan penggemar dari tahun ke tahun juga semakin meningkat baik, dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Harga hasil ternakan yang baik juga menggiurkan penggemar untuk terus bersaing menghasilkan anakan-anakan yang dapat dian¬dalkan. Sepasang merpati balap yang kualitasnya biasa saja bisa laku Rp. 100.000,00 hingga Rp. 500.000,00 per pasang. Bahkan, jika diketahui berasal dari keturunan yang baik, misalnya keturunan juara bisa laku Rp. 2.500.000,00 atau lebih per pasang. Apalagi jika merpati tersebut juara harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, ada penggemar yang berani membeli telur para juara dengan harga hingga jutaan rupiah.

Meningkatnya harga merpati balap yang cukup tajam ini merupakan perkembangan hobi yang cukup baik. Kesempatan ini juga dimanfaatkan penggemar yang memiliki merpati balap yang jago terbang untuk dikembangbiakkan. Jadi, selain mencari kepuasan dari hobi itu sendiri penggemar juga bisa meraih keuntungan.

Jika hanya sekadar beternak, memang tidak sulit. Tidak jauh berbeda dengan beternak jenis merpati lainnya. Namun, jika ingin mendapatkan anakan yang berkualitas, harus melalui proses yang membutuhkan kejelian dan keterampilan tersendiri. Berikut ini diulas bagaimana cara betemak merpati balap yang baik dan benar.

Rabu, 12 Mei 2010

Cara Sederhana Memelihara Burung Merpati Maupun Cara Beternak Burung Merpati


B
ERBEDA dengan burung lainnya, burung merpati termasuk jenis burung yang mudah dirawat. dan untuk mencari merpati pun bukan hal yang sulit, karna merpati banyak dijual di pasar burung diindonesia. ada beberapa tips simple saat memilih burung merpati, tentunya untuk yang mau dirawat atau diternakan kembali.

pertama, tentu saja burung yang kamu beli itu harus sehat.ciri burung merpati yang sehat adalah memiliki bulu yang bagus. bagian ujung sayapnya tidak melor alias turun. bila di tangkap dengan tangan tenaga reaksi/perlawanan besar.

kedua, usahakan jangan membeli burung merpati yang sudah tua, ini tidak bagus bagi yang sekedar membeli untuk disembelih maupun untuk diternak.

ciri-ciri burung merpati yang telah berusia senja/tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar paruh yang kelihatan tebal. bagian lubang hidungnya juga terlihat ada kerutan daging tebal. bila di cermati paruhnya sudah ngak kilat.

selanjutnya, ketiga , bila saat kamu memilih diantara banyak burung yang ada dalam satu sangkar, jangan terlalu dekat dengan sangkarnya dulu. ambil beberapa langkah ke belakang dan cermati perilaku si burung merpati dari kejauhan. yang mesti kamu perhatikan adalah burung yang menjadi raja didalam sangkar, atau yang memiliki sifat paling domininan

kelima, pelajari ciri-ciri antara induk pejantan dan induk betina, induk pejantan biasanya memiliki paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar, kepala yang lebih panjang dan besar. bulu disekitar lebih yang mengkilap. bila didekato burung lain pejantan/betina lain dia akan bekur (berkutut)

kalau cara menternakan merpati juga gampang-gampang susah sebenarnya. ada dua metode disini, yang pertama sistim kurung. jadi burung merpati itu nga pernah dilepas atau keluar dari sangkar nya. cara ini tidak begitu maksimal bila dipilih dalam menternakan burung merpati. karna burung merpati adalah burung yang suka bersosialisai melalui terbang dan mondar-mandir. tapi bila ini cara yang terakhir dipilih metode ternaknya, usahakan sangkar nya di perbesar.

metode kedua, sistim lepas kandang. bagi yang baru membeli burungnya dari pasar burung ngak boleh langsung dilepas. kurung dan kasih makan burung nya dahulu selama beberapa hari didalam kandang. selanjutnya sayap burung disalasiban/di lakban/di lem isolasi.barulah burung dilepas dalam keadaan sayap dilem (usahakan jangan merusak bulu sayapnya saat me-lem maupun membuka lemnya).biarkan burung keluar sendiri dari sangkar untuk pertama kali. saat malam tiba , bila si burung sudah tau cara pulang sendiri kerumah barunya berarti ada kemajuan.

biarkan kejadian ini berulang-ulang selama beberpaa hari hingga memungkinkan untuk dilepas (tips yg paling aman adalah saat burung sudah bertelur dan mengerami baru dilepas)

untuk mengawinkannya sendiri sebenarnya ada triknya, kumpulkan beberapa burung merpati dalam kandang selama seminggu, maka akan terjadi pacaran anatar sesama burung merpati. pasangan yang sudah menjadi ini tidak akan berpisah bila tidak diapa-apain atau satunya tiada. dan untuk melihat kapan saatnya burung merpati akan bertelur juga ada caranya. berikut adalah tanda-tanda burung merpati bila akan bertelur. indukan pejantan akan bersifat agresif dan membuntuti si burung betina kemana pun ia terbang. selalu mengekor dibelakang si burung betina hingga terlihat seperti overprotect (kayak orang yang pacaran aja :p)


sekedar pengetahuan, masa - masa inilah burung merpati bisa di balapkan.caranya : tangkaplah siburung indukan ketika memasuki kandang. pisahkan dan jangan sampai terlihat oleh burung pejantan selama beberapa menit. lalu ketika siburung jantan sudah terlihat sibuk/bingung mencari burung betina dan memanggil-manggil dengan suara khas khuuu khuuu keluarkan si burung betina.sijantan akan lengket ditangan
">

untuk membantu menjaga perkawinan siburung agar lancar ada beberapa cara juga yang bisa kita lakukan. bila tanda-tanda akan bertelur sudah terlihat seperti yang baru kusebutkan diatas , kamu bisa menyediakan kayu-kayuan kceil seperti batang lidi, jerami, tali bekas yang kecil, atau apa saja yang sifatnya bisa di rangkai burung merpati jadi sarang. karna selama musim bertelur tiba, burung merpati akan mencari benda-benda tersebut untuk dibuat alas telur untuk pengeramaan.

demikian tips sederhana ini, moga di baca orang yang memerlukannya tips ini. ow iya, burung merpati hanya mengerami hanya sekitar 19-22 hari. itu waktu yang sudah pasti nya. ngak semua telur bisa menetas juga. paling banyak satu pasang burung merpati hanya menghasilkan 2 telur, 3 telur sangatlah langka. saat telur menetas kasihlah makan be-er atau jagung yang halus ke burung indukan, karna akan disuapi keanak-anaknya.




makanan yang paling baik untuk merpati adalah jagung dan kacang hijau. namun ada beberapa adat yang melarang umatnya memakan atau membunuh burung merpati, apalagi menjualnya untuk disembelih. jadi, usahakan tidak berdagang burung merpati, membunuh, maupun memakannya. karna burung merpati juga merupakan teman manusia seperti layaknya kucing


Sumber:
http://acan-on-skyes.blogspot.com

Breeding

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan


1. Menyiapkan Indukan Sebelum Breeding

• Burung dikatakan dewasa dan siap untuk breeding pada saat usia sekitar 7 bulan. Jumlah lar piyik tidak bias dijadikan patokan tingkat kedewasaan burung namun ada juga yang berpendapat sebaiknya indukan untuk breeding bulu piyik sudah rampas semua. Dalam “Austalian Racing Pigeon Journal” edisi Januari 2009 ada yang berpendapat bahwa kualitas anakan akan mulai menurun apabila kedua indukan sudah berusia lebih dari 4 tahun. Untuk itu, salah satu harus diganti dengan yang lebih muda. Penurunan kualitas anakan akan semakin cepat apabila digunakan system “babuan” karena induk betina dipaksa bertelur lebih cepat dari siklus normalnya (sekitar 60 hari).

• Apabila ada lebih dari satu indukan yang akan diternak, sebaiknya breeding dilakukan secara bersamaan. Ini dimaksudkan untuk memudahkan perawatan dan efisiensi pemberikan pakan pada saat meloloh.

• Sebelum indukan dijodohkan harus diberi obat cacing terlebih dahulu. Ini sangat penting agar piyik tidak tertular cacing. Pemberian obat cacing diulang pada saat telur akan menetas. Perlu diingat bahwa piyikan yang cacingan kan mempengaruhi pertumbuhannya karena nutrisi akan dimakan oleh cacing.

• Apabila dalam kandang pernah ada burung yang terkena goham, sebaiknya indukan diberi anti-biotik selama tiga hari dan dilanjutkan dengan pemberian vitamin/supplement. Namun apabila tidak ada kasus goham sebelumnya, maka tidak perlu diberi anti-biotik.

• Bulu indukan perlu bebas dari kutu, baik yang jenis kecil (lice) maupun yang besar seperti kutu busuk (pigeon flies). Kutu burung selain menghisap darah juga menyebabkan burung gelisah dan tidak dapat tidur dengan tenang karena digigit kutu. Selain itu, kutu juga menyebabkan pertumbuhan bulu piyik menjadi tidak normal karena darah pada pangkal bulu sayap yang masih muda akan dihisap oleh kutu. Apabila ada tanda-tanda indukan berkutu maka perlu diobati dulu agar tidak menular ke piyik.

• Apabila akan menggunakan babuan, maka babuanlah yang perlu diberi obat. Masa bertelur induk asli dan induk babuan harus bersamaan. Kalaupun ada selisih jangan sampai lebih dari 3 hari.
II. Menjodohkan Indukan
• Untuk menjodohkan indukan saya kira biasa saja sama dengan menjodohkan burung yang untuk dimainkan. Induk betina dan jantan sebelum dijodohkan bias ditempatkan di dua kurungan yang terpisah dan diletakkan secara berdekatan (dijejer). Ini dimaksudkan agar keduanya bias saling mengenal.
• Apabila yang jantan sudah terlihat brancah dan betina terlihat lenjeh, keduanya bias disatukan dalam kurungan yang lebih besar agar bias kawin. Namun apabila masih si jantan masih galak agar dipisah lagi dalam kurungan yang berbeda.

• Setelah mau kawin, kedua indukan bias dimasukan kedalam pegupon. Pada malam hari agar dikawinkan lagi. Keesokan harinya burung dijemur dalam 1 kandang yg cukup besar agar bisa kawin. Setelah matahari terik agar dimasukkan lagi kedalam gupon sambil diberi makan dan sore hari dikeluarkan lagi. Malam hari burung perlu dikawinkan lagi.

• Biasanya burung akan giring setelah 2-3 hari, namun ada juga yang lebih cepat atau lambat. Ini tergantung dari karakter pejantan. Setelah giring sekitar 5-7 hari , betina biasanya akan bertelu (tentunya tergantung dari kesuburan betina).

• Tidak ada makanan khusus untuk burung yang sedang angrem. Namun apabila telur sudah diangremi 10 hari, indukan perlu diberi makan yang mengandung nutrisi tinggi seperti kacang hijau, kacang tanah, dan millet (makanan untuk perkutut). Supplemen/vitamin bisa saja diberikan untuk menjaga keseharan indukan yang akan meloloh.

• Grit perlu diberi setiap hari selama angrem dan meloloh untuk memenuhi kebutuhan mineral, termasuk kalsium, dan menjaga kesehatan pencernakan. Grit yang baik terdiri dari campuran batu bata merah, arang, dan grit putih dengan komposisi 40:20:40. Untuk grit putih bisa didapatkan di pasar, tetapi kalau tidak ada bisa buat sendiri dari campuran kulit telur dan kulit sotong (asinan untuk perkutut). Batu bata dan arang ditumbuk sehingga mudah dimakan. Kegunaan arang adalah untuk menyerap zat beracun (toxic) seperti pestisida yang mungkin terbawa oleh pakan.

• Setiap seminggu sekali air minum dicampur dengan “cuka apel” namun kalau sulit mendapatkan cuka apel bisa digunakan cuka makan biasa (jangan cuka biang). Perbandingan air dengan cuka tergantung tingkat keasaman cuka. Yang penting jangan terlalu asam (Bahasa jawa “kleter-kleter) agar burung mau minum. Tujuan pemberian cuka apel adalah untuk mencegah berkembang biaknya bakteri tertentu seperti E-Coli dan Salmonella yang tidak berkembang pada lingkungan yang asam.

• Yang perlu dijaga selama indukan mengerama adalah jangan sampai mengalami stress, misalnya berantem dengan burung lain yang masuk gupon dan makan yang tidak cukup. Air minum jangan diletakkan di dalam gupon untuk menghindari air tumpah.
III. Menyiapkan Gupon dan Sarang

• Yang terpenting diperhatikan adalah jangan sampai gupon dan sarang menjadi lembab karena lingkungan yang lembab menjadi tempat berkembang biak bakteri. Untuk itu gupon harus memiliki sirkulasi udara yang cukup. Terlebih lagi mengingat iklim di Indonesia mempunyai tingkat kelembaban yang sangat tinggi (lebih dari 80%).

• Sarang burung harus ditempatkan pada suatu wadah tertentu agar telur tidak “nglundung” dan dapat dierami dengan sempurna. Tempat sarang bisa terbuat dari gerabah (semacm mangkok dengan garis tengah sekitar 15 cm) atau dibuat kotakan dari kaju.

• Bahan sarang yang paling baik adalah dari batang tembako karena bakteri tidak berkembang biak di media batang tembako. Cara membuatnya batang tembau yang masih basah dipotong sepanjang 20 cm lalu “digepreng” sehinga bias disuwir kecil-kecil. Setalah disuwir-suwir lalu dijemur sampai kering. Apabila sulit mencari batang tembakau, maka bahan sarang terbaik nomor dua adalah daun cemara yang sudah kering. Apabila daun cemara juga sulit didapat maka dapat diganti dengan bahan dari ranting kecil yg sudah kering. Prinsipnya bahan sarang jangan dari bahan yang menyerap air dan mudah lembab. Bahan sarang yang paling jelek adalah jerami dan merang karena menjadi sangat lembab bila terkena basah akibat kotoran burung. Saya perhatikan di lapak2 banyak digunakan suwiran besek bamboo untuk sarang. Menurut saya ini kurang baik karena agak dingin.

• Sarang harus dikontrol secara berkala dan apabila sarang sudah menjadi lembab dan banyak kotoran, maka perlu diganti dengan sarang yang baru sambil wadah sarang juga dibersihkan. Selain itu gupon juga harus dikontrol kebersihannya.
IV. Pemberian Pakan Untuk Indukan yang Meloloh

• Masalah ini pernah dibahas oleh Mas Ary di merpati.forumotion. Saya hanya menambahkan beberapa hal saja.

• Pada saat piyik berusia 1-7 hari, piyik hanya mengkonsumsi susu dari indukannya. Untuk itu, indukan harus diberi makanan yang bergizi agar kualitas susunya baik. Beberapa biji-bijian yang baik untuk burung selain jangung dan beras merah adalah millet, kacang tanah, kacang hijau, dan kedelai. Khusus untuk kedele, perlu “disangrai/digongseng” (roasted) untuk menetralisir trypsine (selaput pada kedele) yang sulit dicerna dan dapat mengganggu pertumbuhan.Kedele sangat bagus karena mengandung banyak protein. Porsi kedele dalam pakan sekitar 10 % saja. Untuk menambah protein bagus juga dikasih pellet (voor) yang biasa disebut voor tulang atau voor babi (tolong dikoreksi kalau salah).

• Biji-bijian untuk pakan tentunya harus bersih. Selain bersih, sebaiknya biji-bijian diberi “conditioning oil”. Kegunaan conditioning oil ini adalah untuk membantu pencernaan dan menambah vitamin, khususnya fat (lemak).Ada berbagai jenis conditioning oil yang dijual, tapi menurut saya tidak perlu beli. Kita bias pakai olive oil (minyak zaitun), kalau minyak zaitun sulit didapat bias pakai virgin coconut oil, kalau ini susah pakai saja minya sawit yang biasa untuk masak. Cara pemakaiannya, 1 kg pakan dicampur dengan ½ sendok the minyak dan diaduk sampai merata sehingga biji-bijian terlihat mengkilat (jangan sampai berminyak). Pemberian conditioning oil bisa seminggu 2 atau 3 kali saja. Akan lebih bagus kalau pakan yang sudah dikasih minyak ditaburi sedikit susu bubuk dan diaduk sampai merata. Susu akan menempel pada pakan yg sudah kena minyak.

• Setelah piyik berusia 1 minggu, indukan mulai meloloh dengan biji-bijian. Komposisi pakan setap sama, hanya apabila jagung dalam ukuran besar sebaiknya cari yang sudah dipecah agar memudahkan piyik mencerna dan menyerap nutrisi dari jangung. Millet (pakan perkutut) sangat baik untuk pertumbuhan bulu yang sehat. Voor juga tetap diberikan (jangan terlalu banyak) sebagai sumber protein agar piyikan cepat besar.

• Selama masalah meloloh yang terpenting adalah makanan harus cukup tersedia agar indukan tidak keluyuran mencari makanan dari luar yang mungkin tidak higienis dan piyikan juga cukup mendapat asupan. Air minum harus selalu tersedia dan juga harus bersih. Banyak bibit penyakit berasal dari air yang tidak bersih. Grit dalam ukuran yang kecil juga perlu disediakan untuk memenuhi kebutuhan piyik terhadap mineral, khususnya kalsium, yang penting untuk pertumbuhan tulangnya.

• Saat masa meloloh ini harus selalu dimonitor perkembangan piyik, apakah keduanya tumbuh merata, kesehatan piyik, dan yang paling penting adalah memperhatikan kebersihan kandang. Pada saat meloloh kandang menjadi cepat kotor dan ini harus dibersihkan, termasuk mengganti sarang kalau lembab dan banyak kotoran.

• Pada saat piyik berusia 2 minggu kebutuhan makan sangat meningkat, dan kadang-kadang indukan mulai kewalahan memenuhi kebutuhan makan piyik yang selalu lapar. Terlebih lagi kalau indukan “malas” meloloh. Di sini pengawasan sangat penting untuk mengetahui apakah piyik mendapat cukup makan. Setiap malam perlu dikontrol tembolok piyik apakah cukup terisi atau tidak. Kalau telih terlihat agak kosong perlu dibantu dengan spet makanan tambahan. Banyak makanan khusus piyik yang dijual seperti buatan Versele-Laga. Kalau tidak salah Aristol juga mengeluarkan pakan untuk piyik. Sebagai pengganti, ada juga yang menggunakan bubur bayi seperti merek SUN. Menurut saya, untuk makanan tambahan cukup disepet dengan voor pakan ayam dicampur dengan sedikit susu bubuk lalu dicairkan supaya bisa disepet. Kalau mungkin, bisa juga dikasih kuning telur rebus (jangan yang mentah). Piyik biasanya akan disapih pada usia sekitar 25-30 hari (mohon dikoreksi kalau keliru).

• Terkadang pertumbuhan piyik tidak sama (satu besar dan satu kecil). Jika ini terjadi maka piyikan yg kecil perlu mendapat perhatian tambahan makanan melalui spet. Ada juga peternak hanya meneteskan telurnya 1 saja dalam satu pasang indukan dan telur yang satunya diteteskan diundukan yang lain. Tujuannya agar pertumbuhan piyik lebih cepat. Kalau akan memakai system ini maka perlu disiapkan babuan yang akan meloloh.

• Selama indukan meloloh jangan diberi anti biotic. Tujuannya agar piyik juga dibiasakan hidup dengan bakteri untuk membangun system kekebalan tubuhnya. Kalau ada indukan yang sakit harus segera dipisah agar tidak menulari.
V. Pemeliharaan Piyik Setelah Disapih

• Terkadang ada breeder yang memisahkan piyik dari indukan sebelum disapih secara alamiah. Mungkin salah satu tujuannya agar indukan cepat bertelur lagi. Saya pribadi tidak menganjurkan piyik dipisah sebelum waktunya karena piyik akan mengalami stress berat.

• Pada saat piyik disapih ia akan mengalami stress karena kehilangan perlindungan dari induknya dan harus mencari makan sendiri. Apabila piyik dipaksa dipisah dari induknya maka tingkat stress akan semakin tinggi. Piyik yang mengalami stress membawa resiko bakteri dalam tubuhnya akan berkembang secara cepat dan karenanya kemungkinan sakit menjadi tinggi. Stress yang terlalu tinggi juga akan berdampak negatif terhadap perkembangan mentalnya, misalnya setelah dewasa menjadi burung yang penakut, termasuk takut berkompetisi dengan lawan kalau diadu.

• Setelah piyik betul-betul mandiri (bisa makan sendiri) sebaiknya ditempatkan dalam 1 kandang yang agak besar terpisah dari burung dewasa. Kalaupun akan dicampur dengan burung dewasa hanya dengan burung betina saja. Tujuannya agar tidak dikejar-kejar oleh burung dewasa, terutama waktu rebutan makanan.

• Sekali-sekali piyik perlu dipegang dan dimandikan agar tidak liar (giras). Kandang piyik juga perlu mendapat sinar mata hari yang cukup. Kalau tidak memungkinkan membuat kandang khusus piyik yang penting dijemur setiap pagi.

• Makanan untuk piyik yang baru disapih pada prinsipnya sama saja dengan burung dewasa ditambah dengan grit. Seminggu sekali air minum juga dicampur dengan cuka apel atau cuka biasa seperti telah dijelaskan diatas. Supplement sangat penting untuk piyik yang struktur tubuhnya sedang tumbuh menjadi burung dewasa. IDEAL merupakan salah satu supplement yang baik. Waktu saya punya piyik, untuk supplement saya beri CENTRUM ½ kaplet seminggu dua kali. Pengalaman saya, CENTRUM sangat baik untuk piyik.

• Pada prinsipnya dalam proses selama dalam proses menjadi dewasa piyik harus merasa nyaman dengan makanan yang cukup dan bergizi.

Authors : Bpk. Hermono

Sumber:
http://merpati.org

Selasa, 11 Mei 2010

Metode Ternak

Buat rekan2 sekalian, ini ada sedikit artikel mengenai teknik2 breeding (beternak) dgn cara yg lebih sistematis sehingga bisa juga disebut sebagai ‘Rekayasa Genetika’.

Tulisan ini dikutip dari sebuah artikel karangan Steven van Breemen berjudul Mini Course The Art of Breeding dari web site nya : http://www.stevenvanbreemen.nl/en/?Home.
Mr. Steven ini adalah penggemar merpati pos. Tapi sy rasa, cara ternaknya bisa juga diterapkan pada merpati balap atau tinggian yg ada di Indonesia.

Terima kasih buat Pak Hermono yang telah meluangkan waktu menterjemahkan dan mengambil intisari dari tulisan tsb.

Sebelum dilanjut, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa kosa kata yg ada dalam artikel ini agar tdk terjadi salah penafsiran.

Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.

Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.

Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.

Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.

Super racer : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba.
Berikut ringkasan Mini Course The Art of Breeding :

Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : "population genetics".
Tujuan metode ini adalah membangun suatu populasi burung yang ada dalam kandang kita dengan ciri-ciri genetika yang kurang lebih sama (homogen). Misalnya, kalau kita punya 50 burung di kandang, maka semuanya mempunyai ciri kualitas karakter yang relatif sama (tentu tidak 100 % sama, tapi kalaupun berbeda tidak terlalu jauh). Dari kesamaan karakter ini, kita akan mampu memunculkan hasil ternak yang selalu stabil mutunya. Artinya, kita bisa mendapatkan stok super breeder unggulan yang pada akhirnya mampu memunculkan super racer.

Metode ini merupakan pengembangan dari teori Gregory Mendel yg dimodifikasi. Aplikasinya dengan menggunakan prinsip Cross Breed, Inbreed dan Line breed secara sistematis dan tercatat dgn detail.
Menurut Mr. Steven, bila kita sukses mengembangkan metode ini, maka kita akan ongkang2 kaki bisa menikmati hasilnya selama 20 tahun lebih…!!

Teori population genetics hanya cocok diterapkan oleh breeder yang serius, konsisten dan mempunyai visi jauh ke depan. Jadi harus diawali dengan suatu angan-angan tentang kualitas burung yg nantinya ingin kita hasilkan.

Berikut penerapannya di lapangan :

Tahapan ternak berdasar teori ini :
1. Cross breed I -----> 2. inbreed -----> 3. line breed -----> 4. cross breed II

1. Cross breed I
Sebelum mulai ternak, kita harus berkhayal dulu. Berkhayal tentang seperti apa typical karakter pembalap terbaik yang kita idam2kan. Bukan sekedar ikut2an hanya melihat burung2 juara yang ada. Burung juara belum tentu sempurna. Maka khayalan kita harus jauh lebih bagus dari sekedar burung juara. Agak idealis kelihatannya, tapi inilah cita cita yang harus dicapai, bagaimanapun sulitnya.

Untuk cross breed I, carilah pasangan indukan sesuai dgn kriteria khayalan kita tsb. Memakai burung juara lebih dianjurkan. Tapi jangan asal comot!!!. Burung juara banyak ragam typikal kerjanya. Misalkan ingin punya burung dgn tembak keras, maka carilah burung juara yg tipikal kerjanya tembak keras. Kemudian cari juga pasangan betinanya yg keturunan burung tembak.
Hasil dari cross breed 1 ini diharapkan muncul burung2 dgn karakter tembak keras secara merata pada anakannya.

Cross breed 1 ini sy anggap tahap yg paling penting utk pondasi tahapan breeding berikutnya. Hasil anakan 75% harus rata karakternya. Ini untuk menghindari resiko besar pada tahapan breeding selanjutnya (inbreed), dan menghindari set back yg bisa membuang waktu percuma.

2. Inbreed :
Tujuan inbreed adlh mencetak breeder (parental stock) yg menyatukan sifat2 positif yg dimiliki agar lebih kuat daya turun ke anaknya (dominan).
Hasil inilah yg sy sebut 'investasi', modal dasar dan aset ternakan kita yg sangat berharga. Anakan hasil inbreed, biasanya tidak memiliki ‘vitalitas’. Yaitu rentan terhadap penyakit, dan fisik/staminanya loyo. Ini tidak menjadi masalah, karena tujuan utamanya adalah untuk parental stock, bukan untuk dijadikan pembalap. Sukur2 kalo ternyata hasilnya bisa jadi pembalap. Pada akhirnya, kurangnya vitalitas ini dapat diperbaiki melalui tahapan berikutnya.

3. Line breed :
Setelah dapat modal dari inbreed, diperkuat lagi dgn line breed. Bila dipasangkan (misalnya) dgn paman yg punya tembak keras, hasilnya sudah bisa dipastikan : burung dgn karakter tembak sempurna yg sangat dominan. Mungkin inilah yg dimaksud oleh Steven sebagai 'super breed'. Yaitu burung yg memiliki daya turun breeding yg kuat thdp anak2nya.


4. Cross breed 2 :
Super breed ini boleh dicoba utk disilang dgn burung dari trah lain (cross breed ke 2). Tujuannya utk menambah daya vitalitas dan menyempurnakan karakter. Kalau di cross dgn burung lain yg tembak keras, hasilnya pasti burung dgn tembak sempurna. Kalau di cross dgn burung yg sifatnya agak berbeda, -tembak sekedar rapi misalnya- maka tembak kerasnya tidak akan hilang. Justru kita berharap burung dgn tipikal tembak keras dan rapi. Inilah yang dimaksud Mr. Steven sebagai ‘Super Racer’.


Beberapa prinsip yg harus dipahami :

1. Tujuan utama teori population genetics adalah untuk melestarikan karakter/sifat-sifat unggul dari indukan (untuk mudahnya kita pake saja istilah "geno-type") , bukan mempertahankan ciri-ciri fisik (feno-type). Dgn kata lain, tujuan teori ini adlh menciptakan ‘super ‘breeder’.

2. Inbreeding pada prinsipnya adalah upaya menggabungkan sifat-sifat/ karakter 2 burung yang berbeda, baik karakter yang positif maupun negatif. (Ingat, tidak ada burung yg sempurna). Oleh karenanya rumus inbreeding adalah "the best vs the best". Mas Breemen memakai istilah super breeder vs super breeder. Yang kedua, super breeder harus mempunyai karakteristik yg dapat mendukung "khayalan" kualitas burung yg ingin dihasilkan dari ternak kita. Misalnya kalau kita menghayalkan bahwa hasil ternakan kita harus galak, maka cari indukan yg galak. Kalau sekarang belum memiliki atau belum mampu memiliki indukan yg "ideal", menurut saya tidak perlu khawatir karena kualitas indukan dapat diperbaiki melalui cross-breeding.
Mungkin ada yg bertanya, kalau kita sudah punya "super breeder" kenapa tidak itu saja diternak dan nggak perlu repot-repot pake teori population genetics?? Kalau tujuan kita ternak hanya jangka pendek memang teori population genetics tidak perlu, tapi seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan kita adalah jangka panjang. Perlu diingat bahwa super breeder yg kita punya suatu saat akan mati, mandul, atau sakit. Kalau ini terjadi maka kita kehilangan modal. Itu sebabnya banyak peternak besar yg gagal mempertahankan standard kualitasnya dan terus menurun. Dan banyak burung-burung juara yg terputus generasinya.

3. Cross-breeding yg pertama adalah pada saat awal memulai ternak dimana indukan berasal dari dua darah (strain) yg berbeda sedangkan cross-breeding yg kedua dilakukan dengan dua tujuan, yaitu apabila kita ingin memproduksi racer dan untuk memperbaiki kualitas darah yg sudah ada (menambahkan elemen baru atau "additive characteristics" yg sudah ada).

4. Aplikasi teori population genetics menuntut adanya sistem seleksi yg ekstra ketat. Beberapa waktu yg lalu ada pendapat yg mengatakan untuk bisa memakai sistem inbreeding, maka kita harus menjadi ahli "membunuh" burung. Istilah ini sebenarnya hanya untuk memberikan tekanan bahwa anakan yg akan melanjutkan generasi indukan harus diseleksi secara ketat. Myron Kulik menyarankan, pilihlah anak betina yg mirip bapaknya dan anak jantan yg mirip ibunya. Yang perlu dipahami, pengertian "mirip" disini bukan mirip secara fisik, tapi yg lebih penting adalah karakternya (tetapi kalau secara fisik juga mirip ya tidak apa-apa). Di sini lagi-lagi diperlukan "feeling" dan keahlian dalam melakukan seleksi. Agar kita bisa melakukan seleksi, misalnya untuk mengambil 1 pasang pada setiap generasi kita teteskan 5 pasang, lalu dari situ dilakukan seleksi untuk menentukan 1 pasang yg akan melanjutkan karakter moyangnya (ancestors). Semakin banyak pilihan yg akan diseleksi, akan semakin bagus.

5. Hasil inbreeding selalu ditandai dengan ciri-ciri kehilangan vitalitas (burung hasil inbreeding menunjukkan gejala penurunan vitalitas). Prof. Anker bahkan menegaskan bahwa semakin besar hilangnya vitalitas pada burung hasil in-breeding berarti effek dari inbreeding itu lebih bagus (confused confused).
Burung hasil inbreeding tidak cocok untuk lomba, tapi hanya cocok untuk menjadi indukan (orang eropa biasanya beli burung bukan untuk dimainkan tapi untuk breeding. Turunanya nanti yang dimainkan.
Vitalitas yang hilang itu akan didapatkan kembali apabila hasil inbreeding di-cross dengan burung lain. Inbreeding dimaksudkan untuk membangun sifat-sifat yang akan selalu diturunkan kepada turunannya (offspring), sedangkan cross-breeding untuk menambah sifat-sifat/ karakter yang sudah ada seperti menambah vitalitas dan kekuatan.
Dengan in-breeding kita bisa memperbaiki kualitas yang jelek. In-breeding adalah pengurangan variasi atau keragaman. Semakin banyak/sering suatu darah tertentu (strain) dilakukan in-breed maka turunannya akan mirip satu sama lain.
Menjodohkan bapak dan anaknya yg cewek atau ibu dengan anaknya yg cowok lebih efektif hasilnya dari pada menjodohkan kakak dengan adiknya (meskipun sama-sama in-breeding tapi sepertinya dampaknya berbeda).


semoga bermanfaat
salam

Sumber:
http://www.merpati.org

Selasa, 09 Maret 2010

Beternak Merpati Balap, Omsetnya Mantap !

Pada hektaran tanah lapang sepanjang 1.5 km, ratusan orang pecinta merpati balap berkumpul dan bercengkerama dalam permainan adu ketangkasan burung merpati balap. Mereka berkerumun membentuk lingkaran dengan tatapan mata terfokus ke dua ekor merpati yang berlomba. Merpati balap tersebut dilepas di garis start, bersamaan setelah terdengar pluit tanda siap. Seketika kedua merpati mulai memacu kecepatannya sekencang-kencangnya menuju ke garis finish berjarak 1,5 km, di mana pasangan merpati itu setia menunggu di depan.
Di tangan joki, merpati betina sedang di-geber (dikepak-kepakkan sayapnya, red) sambil tak henti-hentinya berteriak memberi tanda dan semangat merpati jantan agar secepatnya sampai ke tangan joki. Akhirnya, salah satu merpati jantan tersebut meluncur deras ke tangan joki dan dinyatakan sebagai pemenang.
Ilustrasi di atas menggambarkan betapa meriahnya acara perlombaan merpati balap. Sekadar informasi tambahan, meski di luar negeri banyak merpati, tetapi khusus untuk merpati balap hanya ada di Indonesia. Merpati balap merupakan khas budaya Indonesia, di mana karakter merpati balapan memiliki sifat keket ke betina, terbentuk karena kultur budaya masyarakat Indonesia sehingga karakter merpati di Indonesia dan di luar negeri berbeda. Di Indonesia sendiri, merpati dibagi lagi menjadi merpati balap dasar, merpati balap tinggian, merpati kolong dan sebagainya. Untuk itu, rasanya merpati balap pun harus dilestarikan dan dibudidayakan seperti yang dilakukan Davinci Birdfarm yang dikomandoi oleh Fajar Wijayako di daerah Bojong Gede,Bogor ini.
“Saya hobby merpati sejak masih kecil, sekitar 36 tahun lalu. Saat itu, di Malang hobby merpati balap mulai mewabah bersamaan dengan hobby ayam bangkok, bahkan ini sudah menjadi candu bagi kalangan bos-bos kaya di daerah yang notabene memelihara burung, khususnya merpati balap. Tahun 2003, saya mulai serius membudidayakan merpati balap dengan membeli merpati balap legendaris bernama Sangsang seharga Rp. 20 juta, ditambah lima ekor merpati betina, merpati jantan Codet dan Tumaritis, sehingga total modal sekitar Rp 60 juta.” kata pemilik dua tempat peternakan merpati yakni di Bojong Gede dan Lanud Atang Sanjaya, selebihnya join bersama Ketua Pengda DKI Joko Kusdarmono.
Sejatinya, pecinta merpati balap tidak sebatas kalangan atas atau bos kaya saja, tetapi hampir lapisan masyarakat telah lama menyukai permainan adu kecepatan merpati ini. Menurut data Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI)- organisasi pusat pecinta merpati balap sprint, jumlah anggota atau pencinta merpati balap di Indonesia mencapai 250.000 orang.
Jika diperhatikan, penyebaran hobby merpati balap dapat dilihat hampir di seluruh Pulau Jawa dan Madura, selebihnya di daerah-daerah tertentu seperti Bali, Lampung, Palembang, Medan, Makasar, Manado, Samarinda, Banjarmasin, dan Pontianak. Dengan demikian perputaran arus jual beli merpati balap sangat tinggi. Sungguh sebuah peluang bisnis yang luar biasa, baik dari segi materi bibit atau piyikan merpati sampai pakan dan obat-obatan serta tenaga kerjanya.
Diceritakan Fajar, jika ingin budidaya merpati balap, terlebih dahulu harus mengetahui silsilah atau biasa disebut trah dari keturunan sebelumnya, seperti nenek atau buyut dari merpati tersebut. Dengan silsilah, dapat diketahui karakter terbang dan tempurnya, di mana unsur genetik mempengaruhi karakter keturunan yang akan diperlombakan untuk meraih juara baik tingkat lokal sampai tingkat nasional. Silsilah menjadi penting mengingat persaingan kompetisi tingkat nasional sangat ketat karena perlombaan melibatkan merpati terbaik sekaligus ajang adu gengsi sang pemilik.
“Dari jumlah merpati yang saya miliki, kemudian dibiakkan dengan melakukan perkawinan bergilir, telur yang dihasilkan dieramkan dan ditetaskan oleh merpati lolohan (merpati babu, red) masing-masing dua telur. Setiap pasang indukan menghasilkan dua telur setiap 2 minggu sekali, dan dierami selama 18 hari. Kemudian menetas, di-loloh sampai terbang sendiri sekitar 1 bulan, sehingga dalam setiap bulannya diperoleh 6 pasang piyikan yang harga jualnya rata-rata Rp 3 juta perpasang.” imbuhnya yang mengungkapkan harga jual merpati balap tingkat nasional bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah.
Berdiri dengan bendera Davinci Bird Farm yang dibantu 5 orang karyawan, Fajar selalu meng-upgrade materi bibitan melalui pengamatan, seleksi yang mendalam dan hanya mengambil materi bibit kualitas super yang pernah berprestasi baik di tingkat nasional maupun lokal besar, sedangkan materi betina adalah anak para juara atau saudara dari para juara.
“Saya hanya memilih indukan kualitas super saja, piyikan yang sudah dewasa akan dipilih lagi, mana saja yang memiliki kualitas standar terbaik, yang nantinya akan dilatih menjadi merpati balap unggulan. Meskipun sepasang merpati indukan memiliki trah bagus dan memiliki kualitas baik, belum tentu hasil anakannya bagus pula, jadi belum tentu sesuai dengan harapan si peternak, namun saya sudah membuktikan lewat Road Star yang menjadi Juara 1 Utama Nasional di Batang tahun 2007, bahkan Road Star sempat ditawar oleh pe-hobby dari Bali dan Bekasi seharga Rp 100 juta, namun saya belum mau lepas, masih mau dipakai jagoan dulu” ungkapnya yang juga berprofesi sebagai konsultan HRD ini.
Ia menambahkan, beternak merpati balap itu mudah dan pasti menguntungkan. Sifat merpati yang mudah berjodoh, memudahkan siklus reproduksinya bisa diatur sesuai kebutuhan. Kini. Fajar pun mulai menuai hasil, puluhan ekor piyikan merpati balapnya laris manis di beli oleh pe-hobby lain yang datang dari Lampung, Palembang, Surabaya, Bandung, Bekasi, Jakarta, Batam, Malang maupun sekitar Bogor.
Bayangkan, jika dengan rata-rata sebulan bisa menjual piyikan sebanyak 20 ekor dengan range harga Rp3 juta sepasang, berapa keuntungan yang bisa diraup?. Padahal untuk biaya perawatan merpati balap hanya dibutuhkan pakan jagung, kacang hijau dan ‘voer’, dan total biaya biasanya menghabiskan Rp1-2 juta per bulannya ditambah gaji karyawan, tergantung ‘majikan’. “Ternak merpati balap memiliki prospek bagus, meskipun hanya menjual piyikan. Selain menjanjikan keuntungan, bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan,” ucapnya optimis.
Sumber : Majalah Pengusaha
Sumber:
http://www.matabumi.com

Rabu, 20 Januari 2010

Berternak Burung Merpati

Merpati atau burung dara sejak dahulu telah dimanfaatkan sebagai penghasil daging, selain untuk lomba. Merpati dikelompokkan sesuai dengan berat badan, yaitu tipe berat(merpati american swiss modane, white king, silver king, auto sexing king dan auto sexing texan pioneer), tipe medium: merpati red/white carneaux dan amerian giant honer) dan tipe ringan (merpati Hungarian dan spuabbling homer).

Pemeliharaan merpati dapat dibagi 3, yaitu pameran, produksi daging dan penampilan. Pemeliharaan untuk tujuan produksi daging akan menghasilkan burung merpati muda (squab). Kriteria yang di tekankan dalam pemilihan bibit yaitu jumlah anak merpati yang montok, sehat dalam jangka waktu yang lama, tegar dan tahan penyakit. Induk merpati harus lincah dan mempunyai maternal bihavior yang baik (merawat anaknya dengan baik) sementara perjantan yang dipilih harus giat kawin, terutama sesaat sebelum betina mulai bertelur. Induk harusnya menghasilkan 14-15 ekor anak/tahun selama setidak-tidaknya 5 tahun.

*) Membuat kandang pada prinsipnya ada 2 macam kandang merpati, yaitu kandang pasangan tunggal (single pair) dan kandang pasangan ganda (multiple pair). Sebaiknya kandang diletakkan ditempat-tempat yang tinggi dari permukaan tanah, terlindung angin hujan, serta predator (pemangsa).

Kandang juga harus bersih dan kering, dihadapkan pada arah sinar matahari. Kandang pasangan ganda (multiple pair digunakan jika ada lebih dari 8 pasang merpati.

Produksi susu merpati akan semakin berkurang dengan bertambahnya umur,
Kandang yang kotor atau padat kemungkinan adanya penyakit atau parasit, seperti kutu dan kuman, pakan yang basi dapat menyebabkan burung merpati akan sakit. Untuk tips penangannya agar terhindar dari penyakit adalah sbb:

1. Bersihkan kandangnya maximal satu minggu sekali.

2. Buatlah kandang baru jika burung merpati sudah terlalu banyak agar terhindai dari kepengapan.

3. Arahkan kandang kearah sinar matahari agar burung merpati dapat hidup sehat dan tidak mudah terkena penyakit.

4. Buatlah kandang burung merpati di tempat yang tinggi.

5. Selamat mencoba dan kesuksesan akan menjadi milik anda.


Sumber:
http://andimuhammadaliblogs.blogspot.com

Jumat, 15 Januari 2010

Sistem Budidaya Merpati













Burung yang paling berharga di kandang Anda adalah burung ternakan / indukan dan pejantan yang baik. Sekali anda menetapkan seekor burung untuk diternak maka Anda tidak boleh mengambil risiko dengan tetap melatih burung tersebut atau melombakan burung tersebut. Burung dapat terus menang, tetapi Anda mungkin kehilangan burung tersebut dan itu lebih berharga sebagai ternakan masa depan . Anda kadang-kadang mendengar peternak mengatakan "semua merpati saya harus tetap ikut lomba." Peternak yang cerdas tidak melombakna ternakan mereka.

Sangat mudah untuk mengatakan Anda peternak yang baik, burung-burung yang menang secara konsisten menghasilkan keturunan. Ini tidak berarti hanya satu burung memenangkan pertandingan/perlombaan selama satu tahun akan tetapi peternak yang baik mampu memenangkan perlombaan dengan beberapa burung secara berkesinambungan. Fitur penting sistem perkembangbiakan yang baik adalah pencatatan yang memadai. Menyimpan catatan lengkap itu sangat memakan waktu, tetapi tanpa catatan yang baik Anda harus mengandalkan memori Anda. Jika memori Anda seperti saya maka Anda berada dalam kesulitan.

Dengan membaca catatan,saya sering dan dapat membuat analisis dari berbagai burung. Anda harus memiliki catatan yang baik dari semua keturunan dari setiap pasang burung anda. Pada saat Anda telah mendeteksi ternakan yang baik dan mampu menghasilkan keturunan yang baik sesuai dengan yang Anda inginkan.Anda dapat mulai membangun standart ternakan Anda sendiri dan itu akan meningkatkan kualitas ternakan Anda.

Namun, sekali Anda memutuskan untuk membangun ternakan sendiri dan menghadapi masalah. Sistem mana yang Anda gunakan? Cross Breeding, Line Breeding, In Breeding, atau Out Crossing Sistem?

Cross Breeding - Ini perkawinan dan pembiakan yang tidak berhubungan atau burung yang begitu jauh kaitannya atau hubungan darah sehingga tidak dapat dibedakan dalam beberapa generasi dari silsilah.

In Breeding - Ini adalah perkawinan dan penangkaran burung yang sangat erat kaitannya atau hubungan darah. Misalnya ibu x anak jantan, bapak x anak betina, kakak x adik, tante x keponakan, kakek x cucu. Burung yang dibesarkan bersama sama belum tentu kawin sedarah. Dalam sebuah pemeriksaan silsilah dapat sering ditunjukkan bahwa burung dari galur yang sama tidak menunjukkan leluhur umum dalam 4 atau 5 generasi silsilah.

Line Breeding - Ini adalah pembiakan dengan metodologi. Ini adalah proses mengambil anak-anak dan mengawinkan mereka kembali ke orang tua atau kakek-neneknya dan kemudian mengambil anak mereka kemudian mengawinkan mereka kembali lagi ke orang tua atau kakek neneknya lagi.

Out Crossing - Ini adalah ketika Anda mengambil burung inbreed atau linebreed selama beberapa generasi dan kemudian Anda pasangan mereka . Seringkali tujuannya adalah untuk menghasilkan burung khusus untuk keluar menyeberang dari jalur darah yang bertujuan untuk menciptakan pondasi baru ternakan.

Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Dasar Budidaya Merpati

Kromosom

Akan sangat membantu untuk memahami beberapa dasar-dasar genetika sebelum melanjutkan untuk melihat berbagai mutasi pada burung merpati (Columbia Livia) dan hasil yang diharapkan dari berbagai mutasi persilangan. Kita akan mulai dengan beberapa definisi sederhana, yang diharapkan akan menciptakan keakraban dengan istilah. Ketika kita merasa nyaman dengan istilah maka subjek genetika tampaknya tidak begitu sulit. Gen terdiri dari DNA dan mengontrol transmisi karakteristik keturunan. Ekspresi dari karakteristik keturunan - yang untuk tujuan kita akan menjadi warna bulu burung - disebut fenotipe. Genotipe adalah susunan genetik individu burung. Seperti yang akan kita lihat nanti, genotipe dapat bervariasi, namun tetap menghasilkan fenotipe yang sama. Jika kita berbicara tentang merpati yang berbeda dalam banyak hal dari mamalia. Pertama, merpati tidak memiliki organ seks eksternal sehingga seringkali sulit untuk mengatakan laki-laki dari perempuan . Bahkan lebih menarik, setidaknya dari sudut pandang burung, adalah bahwa merpati jantan memiliki dua kromosom XX dan betina memiliki satu. Betina juga membawa bahan slug kecil di samping kromosom X mereka. Slug kecil itu adalah materi yang disampaikan ke telur, tetapi untuk sebagian besar tujuan kita dapat mengabaikannya karena tampaknya membawa sangat sedikit informasi yang menarik bagi kita. Kapal biologis merpati atau tanaman lain atau hewan adalah dipecah ke dalam sel. Setiap sel berisi pasangan kromosom yang terdiri dari DNA (asam deoksiribonukleat). DNA pengkode protein pada masing-masing kromosom dapat dipecah menjadi bagian diidentifikasi kecil disebut gen. Merpati memiliki 40 kromosom berpasangan. Kromosom mereproduksi diri dalam dua cara yang berbeda. Cara pertama adalah sebuah proses yang disebut mitosis. Ini adalah sebuah proses yang diperlukan oleh sebuah sel untuk menggandakan sendiri. Ketika merpati meletakkan telur, di dalamnya adalah sel pertama yang berisi kromosom yang melalui mitosis akan menjadi merpati. Kromosom pertama itu akan menggandakan dirinya berkali-kali hingga embrio dikembangkan. Proses ini akan terus melalui pertumbuhan dan jauh ke dalam kehidupan merpati , seekor merpati terus-menerus mereproduksi sel-sel untuk menggantikan sel yang rusak atau tua. Cara kedua kromosom mereproduksi diri mereka sendiri adalah sebuah proses yang disebut Meiosis. Ini adalah proses di mana pasangan kromosom membagi dan 1 dari setiap pasangan akan ditransfer ke sebuah gamet. Sebuah gamet adalah sel kelamin yang berisi 1 / 2 dari kromosom sel induk. Dalam reproduksi, seorang anak menerima satu gamet dari masing-masing orangtua. Ketika kedua gamet datang bersama selama prokreasi kromosom baru terbentuk unik dari masing-masing kromosom induk. Semua kromosom, termasuk kromosom X ini, membawa informasi tentang mereka yang mana tubuh burung menggunakan seperti perintah dari program komputer. Informasi ini menceritakan tubuh merpati untuk memproduksi kaki, bulu, mata, pigmen - pendek kata, segala sesuatu yang masuk ke dalam membuat binatang burung tersebut. Sebagian dari informasi ini adalah hal-hal yang kita sebagai peternak inginkan, dan beberapa adalah hal-hal yang kita tidak inginkan. Hal-hal yang kita inginkan mungkin berisi petunjuk untuk tumbuh bulu yang melingkar di sayap perisai, atau untuk menghasilkan mata bagus yang bukan tidak bagus. Beberapa hal yang tidak kita inginkan mungkin berisi petunjuk untuk tumbuh kaki .

Kromosom seks

Dari 40 kromosom dalam satu merpati dikenal sebagai kromosom seks. Pada manusia, kami menyebutnya "Y" kromosom dan dibawa oleh laki-laki. Dalam merpati kami menyebutnya "W" kromosom dan dibawa oleh perempuan. Kromosom seks sedikit membawa informasi tetapi menentukan seks. Jika gamet menerima kromosom seks maka akan menghasilkan burung betina. Kromosom lain dari pasangan bahwa seks adalah anggota kromosom mengandung informasi genetik. Ketika karakteristik disebut seks dihubungkan itu berarti dilakukan pada kromosom ini (yang ada dalam pasangan yang berlawanan dengan seks kromosom). Pada burung betina, yang memiliki kromosom seks dia hanya akan menerima satu gen. Untuk burung jantan, mereka tidak memiliki kromosom, mereka akan menerima dua. Berikut adalah contoh menggunakan gen warna karena terkait seks. B mewakili warna Black / Blue

Jantan (B / B)
B / B B / B

Betina (B / "W")
B / "W" B / "W"

Semua gamet dengan "W" adalah betina dengan hanya satu warna gen. Semua jantan memiliki dua gen warna bukan kromosom seks. Untuk resesif gen pada kromosom itu hanya berarti burung jantan harus mewarisi gen pada kedua kromosom sebelum gen dinyatakan. Ini dalam kasus-kasus seperti encer. Untuk jantan, ia hanya perlu satu gen resesif pada kromosom yang berlawanan dengan seks kromosom dalam pasangan kromosom. Ini mengarah pada mengatakan "A jantan hanya adalah apa dia." Belum tentu benar dalam gen yang tidak terletak di kromosom seks.

Gen

DNA pengkode gen pada lokasi tertentu pada setiap kromosom yang telah diidentifikasi telah turun-temurun memiliki efek yang dapat diamati. Untuk tujuan kita, ini adalah ciri-ciri yang dapat dilihat, pada peternakan merpati ini akan berlaku untuk bulu warna, kualitas bulu, warna mata, anatomi tubuh dan ada ribuan karakter yang tidak dapat diamati di tangan/diraba, tapi memiliki efek langsung pada saat pertandingan. Kapasitas paru-paru atau efisiensi, kekuatan jantung, metabolisme tubuh,dll. Seringkali lebih dari satu gen dapat mempengaruhi sifat tertentu. Untuk pewarnaan misalnya, ada gen-gen untuk warna dasar tapi ada gen lain (terletak di lokasi yang berbeda dari sebuah kromosom atau kromosom yang berbeda sama sekali) yang mungkin juga mampu mempengaruhi.



Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com

Minggu, 10 Januari 2010

JOS THONE (Breeder Merpati Dunia)

breeding pigeon
Di Forum lama, saya pernah menulis seekor merpati pos betina warna blorok bernama “Avril”.Sepanjang pengetahuan saya, Avril adalah burung termahal di dunia saat ini dengan nilai penjualan 140 ribu Euro (sekitar Rp. 2,3 milyar) dalam suatu lelang di China.
Prestasi Avril dalam berbagai lomba di Eropa sangat fenomenal. Tidak kurang dari 20 juara telah diraihnya.
Avril dengan ring B03-5071209 adalah anak Yama (ibu) tetapi bapaknya tidak punya nama hanya memakai ring B01-5010600. Kehebatan Avril mengalir dari kakek dan neneknya. Dari jalur bapak, kakek/neneknya bernama Volare dan Sheila, sementara dari jalur ibu bernama De Deen dan Nefertete. Kakek dan nenek Avril inilah yang telah melahirkan burung-burung jawara.
Tetapi saya tidak bermaksud menulis Avril lebih jauh. Saya lebih tertarik untuk membahas orang yang mencetak Avril.
Bagi penghobi merpati pos yang mengikuti perkembangan merpati pos di dunia, tentunya tidak asing dengan nama Jos Thone dari Belgia.Oleh para penulis tentang merpati, dia mendapat banyak julukan seperti “Crown Prince of the Belgian Sport of Pigeon Racing(Putra Mahkota Olah Raga Merpati Belgia), The Wonderboy (Anak Ajaib) atau The Greatest Fancier of the New Millennium (Pemain Merpati Paling Hebat di Abad ke-21). Kalau abad ke-20 Jan Grondelears dikenal sebagai “Sang Legenda” atau“The King of Pigeon”,maka Jos Thone adalah pewarisnya. Bahkan sejak kecil Jos bercita-cita ingin seperti Jan Grondelears. Kebetulan mereka tinggal di desa yang berdekatan dan dalam waktu luang Jos mengayuh sepedahnya untuk sekedar nonton merpati-merpati milik Jan Grondelears dari balik pagar.
Sebagai pemain dan peternak merpati, Jos Thone dikenal seorang idealis dan ambisius. Dia type orang yang selalu ingin menjadi yang terbaik di bidangnya. Pada awal karirnya bermain merpati, dia pernah berjanji “I’am going to win the “Gouden Duif” of Belgium”. Memenangkan tropy “Gouden Duif” merupakan obsesi para pemain merpati di Belgia. Kalau orang lain perlu waktu 10-15 tahun untuk meraih piala “Gouden Duif”, Jos hanya butuh waktu 2 tahun sejak ia memiliki “tim pembalap” sendiri. Hingga saat ini tidak terhitung jumlah piala yang telah diraihnya, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. “Tim Pembalap” Jos ikut lomba di semua jenis track, mulai short, medium, long, dan extreme long distances. Dan mereka selalu yang terdepan. Pernah dalam suatu lomba, 9 dari 10 posisi terdepan diduduki oleh para “pembalap” Jos. Namanya yang demikian harum, menjadikan kandang Jos sebagai tujuan “jiarah” bukan hanya bagi para merpati mania dari berbagai penjuru dunia, tetapi juga pejabat negara seperti Wakil Perdana Menteri China belum lama ini.
Apa yang menjadi obsesi setiap pemain merpati telah berada digenggaman Jos. Tetapi Jos tidak pernah puas dengan apa yang telah diraihnya. Kekagumannya pada merpati mendorong Jos tidak pernah berhenti berfikir untuk terus menyempurnakan apa yang telah diraihnya. Jos tidak hanya sekedar hobby atau cinta merpati, tetapi ia memiliki “passion”, yaitu kecintaan yang dilandasi oleh antusiasme, komitmen dan dedikasi yang luar biasa.
Untuk terus meningkatkan kualitas “para pembalapnya”. Jos dikenal sebagai breeder bertangan dingin. Pengetahuannya tentang breeding di atas yang lain. Jos juga dikenal sebagai seorang pemikir untuk terus mencari hal-hal baru demi kesempurnaan. Ia menjadi pelopor inseminasi buatan untuk merpati. Jos, dengan dibantu oleh seorang rekannya, merancang dan membangun sendiri kandang merpatinya seluas 300 m2 yang terletak di belakang rumahnya yang asri. Dan kandang tersebut saat ini dianggap sebagai yang terbaik di Eropa bahkan di dunia. Kecintaan dan kekagumannya terhadap merpati telah mendorong Jos untuk selalu memberikan yang terbaik bagi “tim pembalapnya”.
Jos sekarang hidup bahagia bersama Gaby, istrinya yang cantik, dan 2 orang anaknya bernama Xavier dan Maxim. Keluarga Jos tinggal di jalan Kruisstraat 7, Niel-bij-As, Belgia. Di alamat itu pula terletak rumah ‘para pembalap” Jos dalam bangunan berbentuk L berukuran 60 X 5 M.
Dalam buku “The Idea of Jos Thone” dijelaskan bagaimana perjalanan Jos mulai sebagai pembersih kandang pada keluarga Thomas Peetes (ayah Gaby) selama 13 tahun, hingga sampai puncak karirnya sekarang. Buku tersebut juga menguraikan filosofi dan visi Jos dalam bermain merpati, sistem breeding, sistem kandang, cara pemberian pakan hingga koleksi super breeder-nya.
Menurut saya, banyak pelajaran menarik yang dapat diambil dari biography Jos Thone, terutama mengenai visi, dedikasi, dan komitmennya terhadap merpati. Dengan pertimbangan itu, saya akan sarikan beberapa hal menarik tentang perjalanan Jos Thone dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi merpati mania di tanah air.
Mudah-mudahan, dalam beberapa tahun ke depan kita juga akan memiliki banyak Jos Thone Indonesia.
Salam
Hermono

Sumber:
http://merpati.org

Early Warning

Ringkasan untuk membedakan burung yg sehat dan yg memperlihatkan gejala sakit dengan melihat berbagai tanda yg kasat mata.

Untuk memudahkan kita bagi 2 kelompok, yaitu tanda2 yg ada di kepala dan kotoran. Sebetulnya ada tanda2 lain seperti perilaku dan warna bulu. Tapi untuk sementara kita fokus ke kepala dan kotoran saja.

1. Tonsils
Kalau di manusia, kita biasa menyebut tonsils ini dengan amandel. Tonsil merupakan bagian yang paling cepat berubah (warna dan bentuk) kalau sisten imunitas mengalami ganguan atau ada infeksi.

Kalau kita buka mulut burung, maka akan terlihat 2 bagian tonsils. Yang pertama berbentuk bulat kecil dan berada tepat di depan pipa udara (windpipe). Yang kedua bentuknya lebih besar di bagian atas pipa udara berbentuk segitiga dengan sudut lancip dibelakang. Ditengah-tengah segitiga tsb ada semacam garis sehingga segitiga seperti terbelah dua. Di dasar (depan) segitiga berbetuk bergerigi (fringe).

Burung yang sehat, warna tonsils akan sama dengan warna bagian mulut sekitarnya dan garis tengah yg memisahkan tonsil yg berbentuk segitiga akan jelas terlihat. Fringe pada dasar tonsil segitiga juga akan jelas terlihat dan merata.

Apabila sistem imunitas mengalami gangguan (ada gejala infeksi) maka tonsils akan berwarna lebih merah dari sekitarnya serta membengkak. Karena ada inflamasi maka garis tengah yg memisahkan segitiga dan fringe akan terlihat lebih dalam. Apabila pembengkakan hanya pada satu sisi dari tonsil segitiga, maka garis tengah akan terlihat bengkok (tidak lurus). Apabila ini terjadi menunjukkan burung mengalami infeksi karena goham basah (wet canker) dan infeksi saluran pernapaan. Burung yg tonsilnya mengalami abses, akan terlihat garis putih yg menonjol ke atas pada bagian bawah (dasar) pipa udara. Gejala lain pada burung yg mengalami gejala infeksi, akan terlihat bintik2 putih pada tonsils. Apabila gejala goham didiamkan maka bintik2 putih akan menggumpal dan berwarna kekuningan.

Tips:
a. Awalnya mungkin masih sulit membedakan tonsil burung yg sehat dan kurang sehat. Tetapi dengan latihan yg rutin saya kira semua akan terbiasa.

b. Setiap pagi sebaiknya mulut burung diperiksa untuk mendeteksi sedini mungkin jika burung mengalami infeksi. Pemeriksaan mulut menjadi lebih penting lagi untuk burung yang akan dilatih.

2 Mucus (lendir)
Pada burung yang sehat, tenggorokan akan terlihat basah namun tidak terlihat ada penggumpalan lendir. Apabila jumlah lendir meningkat, menunjukkan ada sesuatu yg tidak beres dengan burung, meskipun belum tentu penyakit. Ketidakberesan bisa karena stress akibat lingkungan kandang yg kurang sehat (terlalu padat, makan kurang sehingga harus berebut, dll). Apabila ada gejala demikian, maka kandang perlu dievaluasi karena tingkat stress yg tinggi akan memicu berkembangbiaknya bakteri. (bakteri jumlahnya dapat berlipat 2 setiap 15 menit).

Burung yang mengalami infeksi pernapasan akan terlihat lendir berwarna putih kental. Sebetulnya lendir ini tidak diproduksi di tenggorokan tapi di organ struktur pernapasan seperti di "trachea"

Kalau kita mau melihat lendir jangan sehabis burung diberi makan atau setelah terbang karena pembentukan mucus pada saat setelah latihan merupakan gejala normal. Sementara sehabis makan, lendir bisa terbawa masuk oleh makanan..

Pada burung yang sehat, membran mucus akan berwarna pink muda. Apabila berwarna berwarna putih/pucat menunjukkan burung mengalami enemia (kekurangan cell darah merah) atau tekanan darah terlalu rendah. Membran juga akan berdenyut teratur sejalan dengan denyut jantung.
Burung yg membrannya berwarna kebiru-biruan menunjukkan ada infeksi saluran pernapasan. Tapi kadang-kadang ada juga pigmen membran dilangit-langit memang berwarna agak kebiruan. Jadi kita harus tau juga warna pigmen pada langit2 (membran).

3. Bentuk Windpipe (pipa udara)
Pipa udara pada burung sehat akan berbentuk agak lonjong dengan sudut agak runcing dibagian atas serta ada gerigi halus disekitarnya . Apabila burung mengalami kesulitan bernafas maka otot pada pipa udara akan berkontraksi sehingga lubang pipa udara berbentuk bulat. Semakin bentuknya bulat, mengindikasikan burung mengalami gangguan pernapasan.

4. Sinus
Pada tengkorak burung ada lubang2 halus yg disebut sinus yg berhubungan dengan sistem pernapasan.
Apabila burung mengalami infeksi saluran pernapasan, maka lubang sinus akan tertutup dan akibatnya akan terjadi penggumpalan cairan pada kelopak mata. Karena gravitasi maka cairan akan turun kebawah dan membasahi kelopak mata bagian bawah.

5. Ceres (Bagian Hidung yg Berwarna putih)
Burung yang sehat akan memproduksi serbuk berwarna putih yg menutupi hidung dan pelupuk mata (eyelids). Apabila burung mengalami infeksi saluran pernapasan maka produksi serbuk putih akan terhenti sehingga warna hidung menjadi kusam (tidak putih bersih) dan kotor.

6. Mata.
Burung yang sehat akan memperlihatan mata yg bersinar dan reaktif terhadap rangsangan cahaya, Apabila mata burung mulai kelihatan layu dan warna iris yg pucat mengindikasikan ada gangguan kesehata.
Banyak burung yang mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan masalah kesehat
annya dengan baik karena mempunyai sistem imunitas yg bagus. Oleh karenanya,
banyak burung yg terlihat sehat, tetapi sebetulnya ada gangguan di dalam tubuhnya
yang apabila tidak segera diatasi dapat menjadi wabah atau setidaknya akan mempengaruhi kinerja burung kita.

Sekecil apapun masalah kesehatan yg dihadapi oleh burung, bahkan burung yg hanya mengalami stress atau tidak dapat beristirahat dengan baik akan terlihat pada perubah-
an bentuk dan warna kotorannya (dropping). Oleh karena itu, pemahaman tentan
g kotoran burung sangat penting sebagai peringatan dini sebelum wabah menye-
rang. Oleh karena itu, setiap membersihkan kandang, perhatikanlah baik-baik
bentuk dan warna kotoran. Kotoran burung juga memberikan informasi mengenai
fungsi ginjal, hati, dan kesehatan sistem pencernakan secara umum.

Apabila apada saat membersihkan kandang terlihat beberapa burung yg bentuk dan warna
kotorannya berbeda, dengan kotoran burung yang lain, kita harus waspada karena tanda-tanda burung kurang sehat dapat diibaratkan pucuk dari gunung es (sepertinya kecil, tetapi di dalamnya besar)

Untuk bisa menginterpretasikan kotoran burung yg tidak sehat, maka kita perlu tau terlebih dahulu bentuk dan warna kotoran burung yang sehat. Kotoran burung terdiri dari 2 unsur yaitu ampas makanan dan air seni (urine). Urine berbentuk 2 macm yaitu urine padat (uric acid) berwarna putih dan cair berwarna bening. Apabila semua burung dalam kandang kita kondisinya sehat, maka warna dan bentuk kotoran akan sama yaitu padat dengan warna coklat kehijauan serta sedikit warna putih ditambah dengan bulu-bulu halus yg
berserakan. Warna putih pd bagian kotoran (biasanya di atas) adalah urine padat. Bentuk kotoran ditentukan oleh fungsi ginjal.

1. Gangguan Pada Ginjal

Apabila ginjal tidak berfungsi secara sempurna, maka ginjal tidak dapat memadatkan urine (warna) putih dan memisahkan urine cair dari kotoran padat. Gangguan permanen pada ginjal relatif jarang, tapi fungsi ginjal juga bisa terganggu karena beberapa sebab antara lain pemakaian anti biotik berbasis sulfur (warna kuning), bakteri salmonella, pemberian pakan pellet (voor) ayam secara berkepanjangan, atau makanan yg mengandung toxic (pestisida). Apabila kotoran berwarna coklat kemerahan juga mengindikasikan fungsi ginjal yg terganggu. Burung yg diberi vitamin B, kotoran akan berwarna kuning mengkilat, tapi apabila kuning kusam mengindikasikan burung kurang/terlambat makan.

Yang paling perlu diwaspadai adalah apabila dalam kotoran tidak ada spot warna putih.
Burung yg mengkonsumsi garam dan vitamin yg mengandung gula secara berlebihan akan menyababkan minum berlebih. Akibatnya produksi urine juga akan berlebih.

2 Liver (Hati)

Salah satu fungsi liver yang terkait dengan kotoran adalah memproduksi enzym yg disebut "bile" yang berwarna hijau mengkilat. Apabila liver mengalami gangguan memproduksi enzym "bile" maka kotoran akan berwarna pucat. Kegagalan memproduksi enzym "bile" juga akan mempengaruhi fungsi ginjal dalam memadatkan urine sehingga warna putih yg seharusnya ada pada kotoran menjadi "lime green" (Bahasa Indonesianya mungkin hijau pupus atau hijau agak kekuning-kuningan" ).

Penyebab umum gangguan pada liver adalah bakteri salmonella, streptococcus, thrichomonads (goham) atau Chlamydia (penyebab infeksi pernafasan). Oleh karena itu, apabila kotoran tidak ada warna putih tetapi hijau kekuningan perlu diwaspadai adanya bakteri tersebut.

3.. Gangguan Pada Usus Besar

Kita perlu waspada apabila kotoran berwarna hijau, berair, atau hijau dan berair, meskipun tidak selalu mengindikasikan adanya penyakit.

Kotoran berair (mencret) bisa disebabkan oleh diare karena ada iritasi pada bagian usus besar. Kemungkinan penyebab iritasi pada usus besar adalah bakteri cocidia, hexamita, cacing atau bakteri lain.=20

Tetapi mencret juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti pemberian obat yg salah (overdosis) dan perubahan jenis makanan. Pemberian supplement seperti minyak ikan yg sudah kadaluarsa bisa juga menyebabkan mencret.

Kadang-kadang terjadi burung dimana kotoran yg pada pagi hari lunak tapi pada siang hari kembali normal. Apabila ini terjadi menunjukkan burung tidak beristirahat (tidur) secara baik. Hal ini bisa
disebabkan oleh beberapa faktor seperti parasit eksternal (jamur), gigitan kutu, lingkungan kandang yg tidak sehat (terlalu terang, bising dan lembab) atau bersin karena gejala infeksi pernapasan. Bakteri E-Coli pada tahap awal menyebabkan burung sakit perut (mules) dan mengalami gangguan tidur.

Kotoran burung berair juga bisa disebabkan karena kurang/telat asupan makanan padat dan hanya minum, tetapi setelah diberi makanan padat akan kembali normal. Tetapi apabila kotoran berair terus berlanjut setelah diberi makan,maka menunjukkan adanya produksi urine secara berlebihan. Apabila ini yg terjadi maka dapat disebabkan oleh beberapa faktor:
- Gangguan pada ginjal dimana ginjal tidak dapat memproduksi urine padat
- Penyakit yang menimbulkan rasa haus yaitu goham basah dan penyakit lain yg menyebabkan infeksi saluran pencernakan.
-Pemberian obat2an/vitamin yg mengandung garam dan gula berlebihan atau grit yg terlalu banyak mengandung
garam.

Tidak semua kotoran berwarna hijau menandakan burung mengalami gangguan kesehatan. Warna hijau bisa disebabkan oleh asupan makanan yg berwarna hijau seperti makan rumput atau kacang hijau. Tetapi apabila tidak ada asupan warna hijau kotoran berwarna hijau menandakan ada infeksi pada usus besar. Apalagi kalau warna hijau berbentuk cair. Bakteri E-Coli=A0 merupakan penyebab umum kotoran berwarna hijau.

Salam
Authors : Mr. Hermono

Sumber:
http://merpati.org

Genetic Breeding

Pertanyaan yang selalu diajukan bagi orang yang akan beternak adalah "bagaimana cara beternak agar menghasilkan burung berkualitas secara berkesinambungan dri tahun ke tahun" ? Ini adalah pertanyaan klasik dan jawabannya juga klasik yaitu "Start with the right pigeons, breed them correctly and success will be possible". Kalau diterjemahkan kira2 "Mulailah dengan bibit yang tepat dan ternak secara benar, dan kemungkinan akan berhasil".
Tetepi pertanyaan selanjutnya adalah "bagaimana cara memilih bibit yang tepat dan bagaimana beternak yang benar" ??

Pada umumnya ada 2 cara seorang menadapatkan burung yang akan digunakan sebagai bibitan untuk diternak. Cara pertama adalah dengan menggunakan burung yang sudah dimiliki. Ini pada umumnya terjadi karena ada burung yang kita mainkan menunjukkan kinerja yang bagus lalu kita ingin jadikan indukan dengan harapan dapat memberikan turunan yang sama bagusnya atau bahkan lebih bagus. Burung yang bagus ini seringkali bukan hasil ternakan sendiri tetapi hasil beli atau pemberian orang lain sehingga kita tidak mempunyai induk dari burung tersebut.
Cara kedua adalah dengan cara membeli burung untuk bibit. Di sini harus extra hati-hati karena kesalahan dalam membeli bibit bisa menggagalkan semua rencana ternak.

Dr. Wim Peters memberikan beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli burung untuk bibit.

1. Kita harus mempunyai konsep atau bayangan burung seperti apa yang ingin dihasilkan. Jawabnya tentu ingin menghasilkan burung yang "bagus". Tetapi harus dijabarkan kriteria burung yang bagus menurut kita seperti apa. Ini tentu tergantung dari selera masing2 peternak dan tujuan dari peternak.

2. Setelah memiliki konsep atau bayangan burung yang bagus seperti apa, maka langkah selanjutnya adalah mencari peternak yang punya nama baik dan menghasilakn burung2 yang sesuai dengan keinginan/cita2 kita. Kalau kita ingin menhasilkan burung yang terbangnya halus, jangan pegi ke peternak yang burung-burungnya terkenal dengan terbang yang kurang tinggi meskipun keras atau pergi ke peternak balap. Lakukan riset sebanyak mungkin kepada peternak2 yang mempunyai reputasi bagus.

3. Kalau mungkin, yang paling mudah adalah membeli bibitan yang sudah terbukti menghasilkan anak2 yang bagus. Tetapi biasanya mencari bibit yang demikian. Seorang peternak tidak akan menjual bibitan yang sudah terbukti bagus karena apabila dijual maka ternaknya akan terputus. Kalau seorang menjual bibitnya, perlu dicurigai, bisa jadi kualitas anak yang dihasilkan sudah menurun. Kalaupun ada peternak yang mau menjual bibit yang bagus, tentu harganya mahal dan belum tentu kita mampu membelinya.

4. Beli burung yang masih aktif dan punya prestasi bagus. Kelamahannya adalah harganya kemungkinan mahal dan banyak burung yang kinerjanya bagus tetapi tidak bagus sebagai bibit. Ini disebabkan karena komposisi gen-nya sangat heterogen. Menurut Wim Peters, berdasarkan pengalamannya burung yang kinerjanya bagus hanya mampu menurunkan sekitar 10-20 % anak bagus. Kesulitan lain adalah masih harus mencari sedikitnya 2 betina yang juga bagus.

5. Membeli satu seri anakan (3-5 piyik) dari bibit yang telah terbukti mampu menurunkan anak yang bagus. Mamang belum tentu semua anaknya bagus tapi dari 5 ekor piyik kemungkinan besar ada anaknya yang bagus. Membeli piyik tentu harganya lebih murah daripada membeli burung yang sudah punya kinerja bagus. Dari piyik2 ini tentu tidak bisa langsung dijadikan breeder, tetapi ada baiknya ditest dulu. Kelemahan lain adalah memerlukan waktu yang lebih lama sebelum bisa diternak. Memelihara burung dari piyik juga mempunyai keuntungan karena kita lebih tau karakter dari burung tersebut.

6. Kalau tidak mampu membeli anak langsung, maka bisa membeli cucu dari indukan yang sudah terbukti bagus atau cucu dari burung yang punya prestasi bagus. Kalau kita perhatikan pedigree burung-burung juara, maka jarang sekali burung tersebut adalah anak langsung dari burung juara juga. Kebanyakan adalah cucu atau bahkan buyut atau cicit dari burung juara. Hal ini disebabkan karena jarang burung juara yang mampu menurunkan burung juara juga dan kalaupun menurunkan juara maka burung tersebut akan langsung diternak oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, burung yang bayang beredar adalah cucu atau buyut burung juara.

7. Sebaiknya, membeli bibit dari satu trah yang sama.Apa bila memulai ternak dengan bibit dari trah yang bermacam-macam (campuran) maka anakannya pun akan bervariasi. Ini akan menyulitkan untuk mewujudkan kualitas burung dengan ciri-ciri seperti yang kita harapkan (point no.1)

Catatan:

1. Jangan memulai ternak dengan munggunakan indukan yang tidak jelas asal-usulnya atau belum teruji kinerjanya karena peluang untuk gagal akan lebih besar dibandingkan dengan menggunakan burung yang trah dan kinerjanya sudah jelas.

2. Untuk memulai ternak sebaiknya menggunakan 1 jantan dan minimal 2 betina yang bagus. Semakin banyak betina tersedia semakin baik, tetapi sebaiknya berasal dari trah yang sama.

Pertanyaan kedua adalah "bagaimana beternak yang benar"

Pada prinsipnya ada 2 sistem beternak yang biasa digunakan yaitu "outcrossing atau outbreeding" dan genetic breeding.
Outcrossing adalah sistem breeding yang paling sederhana dan paling mudah dilaksanakan. Di sini 2 burung yang tidak ada hubungan darah sama sekali disilangkan. Sistem breeding ini adalah yang paling konvensional namun karena mudah maka sampai sekarang pun masih dipraktekan. Outcrossing bukan tidak mungkin menghasilkan burung yang bagus, bahkan dengan outcrossing ada kemungkinan menghasilkan anakan yang lebih bagus dari induknya. Argumentasi pendukung sistem outcrossing adalah justru dengan crossing maka akan memperkaya komposisi gen. Secara teoritis argumen ini benar, tapi out crossing juga mempunyai kelemahan antara lain:

1. Kualitas anakan sulit diprediksi dan cenderung beraneka ragam dari yang sangat jelek sampai yang sangat bagus.
2. Hasil dari ternak kita tidak mempunyai ciri-ciri yang khas (tidak punya trademark)
3. Tidak ada jaminan kesinambungan karena begitu indukan tidak berproduksi lagi maka harus mulai dari awal dan dapat merusak seluruh hasil yang sudah dicapai atau bahkan merusak reputasi peternak karena tidak ada jaminan dapat memperoleh indukan baru yang sama baiknya.
4. Kualitas anakan hasil crossing semakin lama akan semakin menurun.

Metode kedua adalah genetic breeding yaitu sistem breeding dengan menggunakan prinsip-prinsip atau hukum penurunan karakter (fisik dan psikis) dari indukan kepada turunannya (hereditas).

Sumber:
http://merpati.org
 
Merpati Balap Jember Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template