Tampilkan postingan dengan label Membuat Merpati Balap Giring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Membuat Merpati Balap Giring. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Maret 2010

Membuat Merpati balap cepat giring

Merawat merpati balap adalah sebuah hoby yang sangat menyenangkan. Perlu ketelatenan dan keuletan dan kasih sayang juga tentunya untuk burung merpati kita ini.

Dulu waktu saya kecil, merpati giring itu saya pikir karena obat atau dasar bawaan dari merpati tersebut. Jadi tiap kali ingin merpati balap saya beli yang sudah giring, kemudian saya buat balapan tetapi setelah bertelur hilang lagi giringnya.

Yah... sampai akhirnya saya jadi pelanggan tetap bakul burung merpati di pasar. Setelah besar saya baru tahu bahwa giring pada merpati balap tersebut merupakan siklus alami pada burung merpati.Jadi bagaimana membuat burung merpati menjadi giring yang kuat, dan bagaimana perlakuanya untuk menjadikan merpati balap yang tangguh saya tuliskan dalam buku saya.


Jember pusat merpati balap tangguh dan tercepat

Kamis, 15 Oktober 2009

Membuat Merpati balap giring/ngarat



Tadi siang saya membeli lagi sepasang merpati balap yang sudah bertelur 2 dan besok sudah mulai mengeram. Jadi minggu depan sudah mulai lagi bisa di train. Saya lebih suka membeli merpati yang sudah setengah jadi daripada harus menernakan sendiri. Karena kalau kita ternak sendiri terlalu lama piyikanya untuk mulai bisa di train, dan kadang hasilnya pun juga tidak sesuai dengan harapan kita.

Lebih baik membeli saja yang sudah setengah jadi walaupun belum pernah juara tapi kita sudah tahu sedikit kualitas terbangnya dan kita tinggal melatihnya lagi dengan lebih keras. Dalam membeli merpati balap setengah jadi ini sebaiknya yang masih berumur sekitar satu tahun an, karena kalau terlalu muda masih cukup lama untuk dapat kita turunkan dalam lomba.

Saya akan selalu mem-postingkan perkembangan merpati balap saya ini setiap hari. Mudah-mudahan kelak akan dapat juga menjadi jawara walaupun dalam kelas lokalan. Hari ini adalah mulai mengeram jadi mulai nge train lagi baru minggu depan.

Mungkin banyak dari pembaca yang senang merpati tapi belum begitu tahu bagaimana membuat merpati dengan kualitas giring atau ngarat yang baik. Ok, akan saya jelaskan caranya, misalkan kita awali saja dari mulai bertelur seperti merpati baru saya ini:
  1. Hari pertama (minggu) mulai bertelur misalkan Minggu sore.
  2. Hari ke dua (senin) merpati dilepas semua, sore nya tidak bertelur.
  3. Hari keti ga (selasa) pagi tetap dilepas dan sore harinya betina akan bertelur lagi.
  4. Hari ke empat(rabu) Tetap massih dilepas semua, hari pertama mengeram
  5. Hari Ke lima (kamis) Biarkan saja tetap mengerami telurnya dan dilepaskan semua.
  6. Hari ke enam (jumat) Biarkan saja tetap mengerami telurnya dan dilepaskan semua.
  7. Hari ke tujuh (sabtu) Biarkan saja tetap mengerami telurnya dan dilepaskan semua.
  8. Hari ke delapan (minggu) Biarkan saja pagi mengerami telur nya dan sore hari telurnya dibuang.
  9. Hari ke sembilan (Senin) pagi hari keduanya dimandikan dan dilepaskan semua.
  10. Hari kesepuluh (selasa) Biarkan tetap terlepas semua dan sorenya yang jantan diberi jamu.
  11. Hari ke sebelas (Rabu) tetap biarkan lepas semua bersama betinanya.
  12. Hari ke dua belas (kamis) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari pertama.
  13. Hari ke tiga belas (Jumat) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari kedua.
  14. Hari ke empat belas (sabtu) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari ke tiga.
  15. Hari ke lima belas (minggu) mulai pagi sampai jam 3 sore masukan keduanya dalam gupon gelapnya. Sore hari sudah bisa mulai ditrain hari ke empat. Pada hari minggu malam biasanya betina sudah bertelur lagi. Selanjutnya perawatanya berulang lagi seperti mulai hari pertama atau langkah pertama di atas.

Selasa, 13 Oktober 2009

Permainan giringan, adu gengsi penghobi merpati

Jogja memang terkenal dengan komunitas hobi yang banyak sekali. Tak terkecuali dengan hobi burung merpati. Meski ada merpati yang dipelihara sebagai hewan hiasan, tetapi kebanyakan merpati di Jogjakarta diperlihara sebagai merpati aduan.

Adu merpati biasanya memang secara umum dibedakan menjadi dua: balap (dasaran) dan tinggian yang di tempat lain bisa saja disebut dengan istilah lain seperti dhuwuran (Surabaya) dan sebagainya.
Salah satu penghobi merpati aduan di Jogja adalah Margono, warga Tegalgendu, Kotagede, Jogja. Bersama Andi dan kawan-kawannya, dia biasanya melatih merpati di kawasan Muja-Muju, Kecamatan Umbulharjo, Jogjakarta. Kelompok Gono (demikian Margono biasa dipanggil) dan Andi memang tak bernama. Mereka hanya bermain atas dasar hobi yang sama, burung merpati. Di antara mereka, adu merpati memang sekadar permainan “adu gengsi” sesama teman.
kelompok pecinta merpati giringan sedang berkumpul di rumah Andi (duduk)
kelompok pecinta merpati giringan sedang berkumpul di rumah Andi (duduk)
Gono, yang mengajak Jogjanews ke rumah Andi untuk menyaksikan cara melatih burung merpati, mengaku sudah sejak kecil memelihara merpati. “Saya sering ke rumah Andi untuk melihat merpati yang saya titipkan sekalian melatih agar bisa diajak templek,” kata Gono, Sabtu (8/8) lalu.
Di rumah Andi, Jogjanews diajak ke lantai. Di tempat ini, ada tempat memelihara burung merpati cukup besar yang berisi 50 lebih burung merpati baik yang masih anakan (Jawa: piyik), enoman, giringan dan petelor atau indukan. Saat itu sang pemilik rumah sedang menebar jagung sebagai makanan utama merpati-merpatinya. Tak beberapa lama kemudian beberapa teman Andi pun datang untuk bersama-sama melatih merpati.
Dilihat dari pola pelatihan dan juga penuturan mereka, kelompok Andi dan kawan-kawan getol melatih merpati aduan untuk adu tinggian.
Adu merpati tinggian ini dibedakan menjadi beberapa jenis seperti tomprangan, kentong dan kolong, dengan nama yang bisa jadi berbeda untuk satu daerah dengan daerah lainnya.
Melatih merpati tinggian, mempunyai tujuan sesuai dengan kriteria yang diperlukan merpati adu tinggian, antara lain:
  • 1. Burung mau dan pasti tebang tinggi sekali dan sampai di rumah tetap tinggi.
  • 2. Mempunyai track cepat (burung terbang dengan kecepatan yang tinggi). Merpati yang mampu terbang dengan ketinggian yang maksimal, biasanya kecepatan burung kurang, dan track burung saat pulang kerumah agak lambat. Oleh karena itu, merpati perlu dilatih
  • agar mempunyai track cepat.
  • 3. Mempunyai mata yang tajam, sehingga saat si jongki mulai mengepakkan pasangannya, merpati yang dilatih mampu mengenali pasanggannya dengan baik.
  • 4. Burung lengket dengan pasangannya ( giring atau templek dengan keras).
  • 5. Burung memiliki keberanian menukik tanpa harus berputar putar atau istilahnya “sekali jadi”.
  • 6. Saat burung menukik gerakan burung tenang (tidak goyang), tembak lurus seperti panah. Burung yang menukik dengan tenang akan memiliki kecepatan yang maksimal dengan “setut” yang sangat kencang.
  • 7. Ketika sampai di lapak burung turun dengan pas, tidak keluar dari lapaknya dan turun di pasangannya.
  • 8. Ketika turun burung juga dilatih tidak terlalu keras karena akan menyebabkan cacat saat menghantam lapak.
  • 9. Memiliki jiwa yang “methilan” (atau mampu meninggalkan lawan saat turun dari awan). Saat ini sulit sekali burung yang mampu terbang dengan ketinggian maksimal, kecepatan tinggi dan punya jiwa “methilan”.
  • 10. Burung memiliki stamina yang bagus.
Menurut Andi, untuk melatih merpati seperti itu dimulai dengan berlatih templek, yakni melatih merpati jantan yang sudah menginjak usia giringan (6-8 bulan). Sebelum usia tersebut, merpati harus sering dilatih terbang agar tulang-tulang sayap kuat untuk terbang tinggi dan lama dan membentuk gaya terbang menurun yang diinginkan.
Faktor pelatihan
Seperti hari-hari biasanya. Kelompok pecinta merpati ini melatih momongan mereka dari pukul 16.00 hingga hampir waktu Maghrib. Saat itu, latihan templek untuk burung merpati muda dilakukan Bayu, adik Andi.
Bayu melepas beberapa burung merpati jantan agar terbang setinggi mungkin di angkasa. Karena sudah mengetahui kemampuan berapa jauh dan berapa lama burung-burung yang dilepas itu akan terbang, Bayu tinggal menunggu waktu saja hingga burung-burung tersebut terlihat di angkasa. Setelah muncul, Bayu segera mengepak-ngepakkan merpati betina dengan kedua tangan di atas kepala sebagai “undangan” bagi burung-burung merpati jantan pulang kandang.
Begitu “undangan” merpati betina terlihat, merpati jantan di angkasa segera menukik ke arah merpati betina yang sedang dikepak-kepakkan sayapnya. Begitu cepatnya merpati-merpati jantan melesat turun, suara gesekan sayap dan angin terdengar mendesing. Merpati jantan pun pulang kandang.
“Yang paling dicari pemain merpati adalah cara terbang menurun dari burung tersebut yang bisa membentuk sudut seperti jarum jam pas di angka 12 atau 90 derajat. Itu yang paling bagus,” kata Gono menjelaskan.
Merpati betina dipakai untuk mengajak pulang merpati jantan
Merpati betina dipakai untuk “mengajak” pulang merpati jantan
Menurut Gono, untuk bisa terbang menurun seperti posisi jarum jam 12 diperlukan burung giringan yang kuat terbang. Biasanya burung-burung merpati giringan yang sudah mahir terbang menurun umurnya sekitar 6-8 bulan. Namun kadang bisa terjadi kemahiran terbang menurun burung merpati giringan tidak tergantung usia, tetapi juga pelatihan.
”Kuncinya harus sering melatih burung merpati untuk bisa terbang sehingga burung tersebut bisa cepat mahir terbang menurun dengan cara yang diinginkan si pemain,” kata Gono seraya menerangkan burung merpati yang sudah bisa diajak main giringan biasanya burung merpati yang sayapnya sudah “ngrampas” atau sudah tidak sebanyak ketika belum menjadi burung giringan.
“Kalau burung merpati yang belum giringan, sayapnya kan banyak. Kalau sering dilatih terbang, biasanya sayap akan lepas satu-satu, tinggal 4-5 sayap saja yang tertinggal. Tapi itulah yang membuat burung itu bisa diajak main giringan karena burung-burung tersebut bisa terbang turun model jam 12,” katanya.
Sebagai sebuah obyek hobi, merpati yang “sudah jadi” memang bisa berharga mahal, sampai jutaan rupiah. Untuk burung “bakalan”, jika memang berkarakter bagus harganya juga sudah mahal. “ Beberapa hari yang lalu, Andi membeli merpati seharga Rp.750.000,00,” kata Gono.
(The Real Jogja/joe)
Merpati-merpati jantan calon giringan
Merpati-merpati jantan calon giringan
Sumber:
http://jogjanews.com/2009/08/09/permainan-giringan-burung-merpati-adu-gensi-hobies-burung-merpati/
 
Merpati Balap Jember Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template