Tampilkan postingan dengan label Melatih Merpati Balap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melatih Merpati Balap. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

Panduan Praktis Cetak Merpati Balap Sprint

Besutan Sri Rama bagaikan anak panah melesat dari busur. Berduel dengan Elang M saat perang bintang, ia begitu perkasa. Menjelang 100 m garis finish, tiba-tiba Sri Rama ngejos (sprint- red) meninggalkan Elang M. Tangan Udin, joki Sri Rama, cukup sigap menangkap jagoannya di atas patik. Burung milik Trisna Wijaya itu jatuh ke pelukan joki asal Madura dan meraih juara.

Demikian pengantar buku kecil sisipan Majalah Trubus yang membahas mengenai Panduan Praktis Cetak Merpati Balap Sprint. Berikut ini saya turunkan tulisan tersebut meski di sana-sini saya edit untuk penyesuaian.

Kehandalan Sri Rama patut diacungi jempol. Ia kerap menjadi juara di berbagai lomba merpati balap. Wajar jika burung merpati itu dihargai ratusan juta rupiah. Untuk mendapat burung sekelas Sri Rama memang tidak mudah. Serangkaian syarat harus dipenuhi para calon merpati balap.

Darah tetua pun menentukan prestasi. “Merpati balap juara biasanya menurunkan anakan juara,” ujar Herman Tanubrata pemilik Masa Kini Bird Farm di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Contoh Rencong atau Batavia. Kedua merpati balap yang merajai lomba pada 1995-1998 itu hingga kini keturunannya diincar banyak penangkar merpati balap sprint.

Meski demikian, calon merpati balap dari induk juara pun, jika tidak pernah dilatih mustahil akan menjadi jawara. “Merpati itu seperti olahragawan, kalau tidak dilatih sejak dini, tidak mungkin jadi juara,” kata Trisna Wijaya, penangkar di Cikupa Tangerang.

Cara memilih bakalan merpati balap sprint
Calon indukan merpati balap sprint idealnya tidak terlalu besar. Agar lebih yakin, si calon perlu menjalani tes kelayakan. Ia perlu diraba dari kepala, mata, dada, sayap hingga ekor.Bentuk kepala yang bagus membulat mirip kepala pesawat terbang. Saat diraba ke arah paruh terasa agak menonjol. Fungsinya mengurangi hambatan terbang karena pengaruh terpaan angin. Angin akan dibuang ke samping kepala sehingga merpati bertambah laju.

Pilih calon merpati balap berdada besar membentuk bidang segitiga. Tujuannya agar kemampuan menyimpan oksigen selama terbang tinggi. Pasalnya oksigen itu mengurangi asam laktat penyebab kelelahan otot.
Tulang pembentuk dada pun harus bulat melengkung ke arah kloaka (anus). Ketika diraba, otot di sekeliling tulang terasa halus agak lembek. Tetapi mendekati kloaka, otot sumpit (kandung kemih) keras dan lurus.
Organ gerak paling penting adalah sayap. Setiap calon merpati balap harus memiliki otot pangkal sayap kuat agar kepakan semakin cepat. Idealnya, otot pangkal sayap ketika diraba kenyal, elastis dan padat sehingga burung tak cepat lelah ketika terbang.

Bulu merupakan bagian terpenting dari sayap. Setiap burung umumnya ditutupi buku. Ia terbagi menjadi 3 bagian, yakni bulu penutup sayap, sekunder, dan primer. Tetapi pada merpati balap, justru bulu primer penentu laik tidaknya sang burung untuk berpacu.Bulu primer berfungsi sebagai penyeimbang dan alat rem sewaktu mendarat. Ia berjumlah 10 helai. Saat dibentangkan, posisi ke-10 bulu itu harus rapat, beraturan dan serasi. Semakin ke ujung sayap, ukurannya membesar. Tulang bulu harus tebal, bulat, lentur, agak melengkung dan tidak kaku. Secara alami sehelai bulu akan rontok setiap bulan.

Dalam lomba, jarak pandang sang jantan pada betina kelepekan menentukan hasil akhir. Semakin kepakan betina terlihat, makin cepat sang jantan melakukan sprint. Oleh karena itu lingkaran pupil di mata harus bisa membesar dan mengecil untuk mengukur jarak.Warna mata juga member indikasi kecepatan terbang. Merpati balap memiliki warna mata lebih merah. “Ia terlihat garang dan sadis. Semua merpati balap juara mempunyai warna mata itu seperti Sri Rama atau Millenium,” papar Udin, perawat di Sampoerna Bird Farm.

Penjodohan merpati balap sprint
Langkah awal melatih merpati balap adalah menjodohkan. Pasalnya merpati balap identik dengan adu napsu. Semakin bernapsu si jantan menguber pasangan betina alias ngeket atau giring, maka makin cepatlah laju terbangnya.Pejantan dapat dijodohkan 3-4 bulan sejak lahir. Penjodohan itu dimulai dengan memasukan pejantan ke kandang utama ukuran 1,5 x 1,5 x 2 meter. Kandang itu dilengkap sebuah kandang kecil (gupon atau pagupon- Jawa) untuk istirahat. Biarkan si jantan selama sehari untuk adaptasi. Menginjak hari ke-2, beberapa betina dimasukkan bergantian selama setengah hari. Usahakan betina matang kelamin yang dipilih.
Tanda jodoh terlihat bila keduanya saling mengeluarkan bunyi untuk merayu (bekur – Jawa). Bulu si jantan akan mekar, mengkilap, dan terlihat indah . Gayung bersambut, si betina pun akan menggut-manggut tanda kepincut. Setelah jodoh, biarkan keduanya untuk kawin.

Namun kendala acap kali muncul ketika penjodohan merpati balap sprint. Si jantan tampak ogah-ogahan kawin. Masalah itu bisa diatasi dengan memilih betina berbulu serupa baby sitter pejantan. Contoh baby sitter berbulu kelabu maka betina pun harus kelabu lantaran insting si jantan akan terus mengingat perawatnya dulu. Hasilnya pun akan lebih baik.

“Daya giring si jantan lebih bagus ketimbang diberi warna lain,” kata Herman Tanubrata, Sekjen PPMBSI.
Selain warna, umur ikut andil saat menjodohkan. Idealnya, betina seumur atau lebih muda yang dipasangkan. Tujuannya agar betina dapat dipakai sebagai kelepekan lebih lama. Namun ada penangkar merpati balap lain yang suka memasangkan jantan dengan betina yang sudah kawin. Maksudnya agar si jantan cepat birahi.
Tdak semua pejantan mau begitu saja disandingkan dengan betina yang sudah kawin. Apalagi pejantan muda, pasti menolak. Tandanya dia akan mematuk dan menguber si betina.

Cara mengatasinya, pisahkan keduanya selama 1-2 minggu. Jika sudah birahi baru dijodohkan kembali. Tanda kawin terlihat bila keduanya mulai mencumbu rayu.Merpati balap sejodoh bisa kawin 2-4 kali sehari. Seminggu setelah kawin, betina biasanya bertelor 2-3 butir selama 3 hari berturut-turut. Telur itu dicabut (dibuang) lantaran ia tidak akan dierami. JIka anakannya akan diambil, penangkar memilih mengawinkan si jantan dengan betina berdarah juara.

Antara 4 sampai 6 hari setelah teloran pertama itu, pasangan merpati biasanya terlihat ngeket atau giring. Tetapi untuk memastikan si jantan sangat ngeket, coba didekatkan betina ke pejantan lain. Jika tiba-tiba si jantan pasangan nguber atau blingsatan tanda cemburu, bebari dia sudah benar-benar ngeket atau giring.


Sumber:
http://omkicau.com

Cara Melatih Merpati Balap 2

Pertama tama sebelumum melatih burung merpati untuk di jadikan burung balap, kunci utama agar merpati balap mau hinggap pada pasangannya adalah harus sudah giring keket atau birahi. Periode birahi mengalami siklus naik setelah sehari paska bertelur yang kedua. Jangan paksakan melatih burung merpati jika belum keket, karena mungkin saja pejantan anda justru akan terbang menghilang. Untuk lebih mempercepat proses giring anda bisa menggunakan obat atau jamu yang dijual dengan harga berkisar 20 ribu.

Setelah ada tanda giring, lepaskan pejantan dari kandang dan biarkan dia berkeliaran di sekitar betina. Waktu yang paling tepat untuk membebaskan pejantan sekitar pukul 9 hingga 11 siang karena cuaca masih hangat. Cuaca hangat akan semakin mempercepat proses giring. Sambil membiarkan pejantan dilepas, sandingkan juga merpati betina dengan pejantan lain sehingga merpati jantan tersebut akan semakin “cemburu”.
Kepakkan sayap burung betina beberapa kali untung menggoda pejantan. Lakukan hal ini selama 5 hari terus menerus dengan frekuensi 4 kali sehari. Bisa juga dengan mengembangkan sayap burung betina dan sodorkan ketiak betina diatas kepala pejantan. Jika sudah ada respon mendekat, pindahkan betina ke lokasi lain dan biarkan burung jantan mengejar. Masih dianggap kurang keket? Gunakan kandang pelepas yang bertingkat dan letakkan betina di bagian bawah dan pejantan asing diatasnya. Jika pejantan pasangan sudah agresif menghampiri, buatlah jarak yang semakin menjauh dengan kelipatan 10 meter.
Jika lokasi anda sudah tidak mencukupi untuk latih terbang pilihlah tanah lapang atau persawahan dengan halangan seminimum mungkin.. Pada merpati yang memiliki karakter terbang susur sangat rendah, sawah yang dipenuhi padi akan membuat merpati terbang lurus mendatar menyusuri permukaan sedangkan sawah tanpa tanaman membuat burung terbang bergelombang kecil. Hindari adanya pohon tinggi di kanan kiri lintasan. Banyak kasus burung menjadi kehilangan arah dan justru melesat ke atas dan semakin bingung mencari pasangannya. Waktu yang ideal adalah pukul 8 hingga 9 pagi untuk merpati bakalan, sedangkan merpati dewasa dapat dilatih antara pukul 3 hingga 5 sore hari. Jangan berganti ganti tempat latihan jika merpati anda masih selalu terlambat mendeteksi keberadaan merpati pasangannya.
Jangan menerbangkan merpati bakalan dalam cuaca berangin atau mendung. Selain menguras fisik merpati yang masih lemah, juga akan mempengaruhi mental merpati. Cuaca gelap juga menyebabkan merpati kesulitan menentukan arah. Sering sekali terjadi merpati hilang saat merpati dilepas menjelang hujan 
Untuk menghasilkan burunf balap yang bagus maka merpati dibiasakan terbang rendah. Caranya joki harus sering melakukan teknik keplek dengan posisi jongkok. Merpati muda lebih mudah dibentuk karakternya. Walaupun tidak semua merpati memiliki karakter demikian tetapi teknik ini setidaknya akan mengurangi ketinggian terbang merpati dari biasanya. Bisa dibantu juga dengan memanfaatkan merpati rendah yang sudah jadi. Untuk jarak pelepasan 200 meter bisa diulang hingga 3 kali setiap latihan dan semakin lama semakin jauh.
Posisi tangan joki jangan pernah mendahului merpati betina. Lebih baik dibelakang tangan kanan. Posisi tangan yang salah justru menyebabkan merpati jantan kesulitan melihat pasangannya atau akan ragu ragu untuk mendarat. Pelajari pula tata tertib lomba dalam hal menangkap merpati balap. Jangan sampai kemenangan anda di diskualifikasi juri hanya karena masalah sederhana.
Carilah partner terbang yang seimbang sehingga merpati muda mudah mengikuti kecepatan terbang. Terbang sendiri tidak memancing burung merpati mengeluarkan seluruh performanya. Mengadu merpati bakalan dengan merpati juara yang memiliki karakter terbang zig zag justru membuat merpati bakalan anda keluar dari lintasan. Tetapi jika anda tidak sengaja menemukan bakalan berkarakter zig zag maka bisa jadi anda beruntung di kemudian hari
Gunakan atribut yang konsisten. Sudah rahasia umum jika warna menjadi pemandu burung merpati. Jangan pernah berganti warna pakaian saat menjoki. Jika ingin lebih maksimal maka anda bisa gunakan beberapa asisten untuk berdiri di belakang anda dengan warna yang seragam. Teriakan juga akan mempermudah merpati mencari pasangannya. Panggilah nama merpati dengan keras. Sebelumnya burung harus sering dibiasakan dipanggil saat memberi makanan
Karena bulu adalah senjata dalam adu merpati, maka jagalah keutuhan bulu ini dengan hati hati. Teknik memegang haruslah dengan mengunci rapat seluruh sayap sehingga burung tidak dapat mengepakkan sayap dengan liar. Gunakan juga sangkar pelepas yang aman. Jangan gunakan kandang yang memiliki bahan dari kawat strimin. Gupon atau sarang juga diperhatikan bahan dan bentuknya. Jangan terlalu sempit karena membuat ujung bulu ekor menjadi sobek
Penjemuran burung merpati adalah perlu. Selain berfungsi untuk menjaga bulu tetap kering, penjemuran juga akan membuat merpati tidak kehilangan nafas. Cukup satu jam saja pada pukul 8 setiap paginya. Berilah jamu khusus burung merpati atau bisa juga dengan meracik sendiri. caranya kencur, sunthi, kopi, telur madu kunyit dicampur dan diaduh sampai halus. Berikan 3 hari sekali sebesar butiran jagung cukup satu buah sajaJika anda melatih merpati lebih keras dari biasanya, urutlah pangkal sayap selesai latihan. Hal ini sangat membantu memulihkan otot yang tegang, Semprotkan pula air secara halus ke sekitar kaki. Beri air secukupnya dan beras merah.
Sumber:
http://budidayanews.blogspot.com

Minggu, 18 Juli 2010

Latihan Menjelang Lomba

Menjelang hari Kamis, kondisi merpati balap dalam keadaan prima dan bisa dimulai untuk latihan. Latihan pertama menjelang lomba dapat dilakukan mulai jarak 300 m, diulang 4-5 kali.

Berikut [ada hari Jum’at, jarak latihan ditambah hingga mencapai jarak ¾ dari nomor yang akan diikuti. Misalkan jarak lomba 1.000 m, maka latihan bisa menggunakan jarak 700 yang diulang hingga 3-4 kali.

Sesuai latihan merpati dibiarkan kawin. Keduanya dimasukkan ke dalam kandang. Pada hari berikutnya, latihan diulang sampai pada hari “H” lomba dilaksanakan. Melalui pengaturan waktu yang cukup ketat inilah sehingga tepat hari Sabtu dan minggu kondisi merpati pada puncak birahi (notol). Akibatnya untuk bertemu pasangannya sangat besar dan kondisinya pun harus prima. Saat inilah waktu yang tepat merpati diturunkan dalam lomba.

Rabu, 14 Juli 2010

Waktu yang tepat untuk melatih merpati balap

Latihan pada merpati balap tentunya tidak bisa dilakukan kapan saja, tetapi harus mengetahui waktu yang terbaik untuk latihan sehingga hasil dari latihan dapat diraih semaksimal mungkin. Misalnya latihan rutin biasanya dilakukan hampir sama dengan menjelang lomba, yaitu sejak hari Kamis hingga Minggu. Selama satu minggu kemudian istirahat karena bertelur dan pada minggu berikutnya dilakukan latihan lagi. Kebanyakan penggemar melakukan latihan rutin pada sore hari antara pukul 15.00-17.00 atau pagi hari antara pukul 08.00-10.00.

Mengatur waktu latihan ini memang terasa unik di mana ada dua hal yang bertolak belakang yang harus dihindari. Merpati halap saat lomba dituntut tampil prima dan siap bertanding kapan saja, tetapi secara alami ia pun harus bertelur dan mengeram. Tentu saja hal ini membuat kondisinya menurun. Oleh karena itu, latihan harus disesuaikan dengan jadwal lomba agar selalu bisa inenerjunkan merpati yang unggul.

Menentukan waktu bertelur merpati balap merupakan seni tersendiri bagi kalangan penggemarnya. Lomba yang diadakan hampir setiap dua minggu sekali waktunya harus ditentukan se¬hingga penggemar secara serentak bisa mengatur jadwal bertelur pada waktu yang sama.

Kegiatan mengatur merpati bertelur juga menjadi keasyikan tersendiri. Namun, bagi yang belum pernah atau penggemar pe¬mula, akan mengalami kesulitan. Bila memiliki merpati balap yang bertelur tidak tepat, bisa diubah sesuai waktu yang diinginkan. .
Satu contoh jika merpati bertelur pada hari Rabu agar kelak bisa bertelur tepat pada hari Sabtu merpati dibiarkan mengerami telurnya hingga pada Sabtu malam telurnya diambil. Demikian selanjutnya waktu bertelur selalu dipantau dan diatur agar bisa setiap hari Sabtu.

Selasa, 13 Juli 2010

Melatih merpati balap mengenal medan

Merpati balap bisa diadu di mana saja tempatnya. Tentu sebe¬lumnya merpati tersebut harus menguasai medan yang akan dijadikan ajang perlombaan. Apalagi jika tempat tersebut belum dikenal sebelumnya. Sebaiknya untuk pengenalan medan atau tempat berlomba, jika jadwal lomba hari Minggu, sejak hari Kamis sebelumnya sudah mencoba untuk latihan di tempat lomba hingga menjelang lomba dilaksanakan sebagai ajang pengenalan medan yang sering disebut pemanasan.

Latihan pengenalan medan hampir sama dengan latihan inenernpuh jarak, yaitu diawali mulai jarak terdekat hingga anendekati jarak yang dipertandingkan. Pengenalan medan juga hisa dilakukan secara rutin jika tidak ada lomba, bagi. penggemar yang tinggalnya dekat dengan lokasi yang sering digunakan sebagai arena balap merpati.

Pada waktu pengenalan medan harus tahu persis arah angin sehingga saat latihan tidak salah. Cara menerbangkan merpati halap harus berlawanan dengan arah angin, seperti yang dilakukan kapal terbang saat tinggal landas.

Senin, 12 Juli 2010

Latihan mengenal joki untuk merpati balap

Pengenalan merpati balap terhadap joki yang akan menjokinya merupakan faktor yang tidak kalah penting. Jika merpati tidak mengenal siapa yang akan menjadi jokinya jangan harap bisa sampai finis lebih dulu. Untuk itu, langkah awal merpati calon pembalap harus mengenal jokinya dengan baik.

Merpati yang sering keluar sebagai juara kebanyakan jokinya sudah dikenalnya secara dekat. Sang joki termasuk orang yang setiap hari merawat dan melatihnya meskipun belum tentu pemiliknya.

Minggu, 11 Juli 2010

Latihan mental untuk merpati balap

Merpati balap yang selalu ulung harus dibekali mental juara. lika tidak dibekali jangan harap merpati yang diunggulkan bisa meraih kemenangan. Merpati balap harus memiliki mental raja tega. Istilah ini sering digunakan penggemar untuk menyebut merpati-merpati yang selalu meninggalkan lawan-lawannya. Bahkan, tidak jarang saat terbang bersama burung ini menyerang lawan yang ada di dekatnya.

Untuk membentuk mental raja tega sebaiknya saat latihan harus sendiri. Jangan sampai digandeng dengan merpati lain apala¬gi masih sama-sama belajar. Jika terbiasa latihan bersama maka merpati akan terbiasa terbang gandeng. Tidak jarang ketika sudah jauh meninggalkan lawannya, rela menunggu hingga akhirnya tertinggal untuk mencapai garis finis.

Latihan mental yang tidak kalah pentingnya adalah mencetak mental yang berani. Keberanian yang dimaksud adalah berani saat hinggap di tangan kiri sang joki dengan keras dan tidak takut pada penonton. Saat latihan tentunya harus dibiasakan dekat or¬ang banyak. Demikian juga joki harus berusaha lebih dekat serta dapat mengeber (mengayunkan merpati betina dengan tangan kanan) secara baik sehingga merpati (jantan) tidak takut dan ragu untuk hinggap di tangan kiri joki.

Sabtu, 10 Juli 2010

Melatih jarak tempuh merpati balap

Bentuk latihan ini dikhususkan untuk melatih kekuatan dan kecepatan terbang pada nomor-nomor yang dipertandingkan. Bagi pembalap yang handal biasanya dipersiapkan untuk bisa berprestasi di semua nomor baik sprint, galatama, maupun lomba utama.

Merpati balap yang baru mulai bisa terbang dan sudah menda¬pai pasangan dibiasakan untuk menempuh jarak terbang sedikit demi sedikit hingga mampu menempuh jarak nomor lomba yang terjauh tanpa terlihat kelelahan.

Setiap minggu latihan antara 3-4 hari secara berturut-turut. Bila diawali hari Kamis pada minggu pertama, latihan dimulai jarak dekat sekitar 25 m yang dilakukan berulang kali hingga mencapai sekitar enam kali sampai terlihat merpati terbang dengan baik dan hinggap di tangan dengan tepat.

Selanjutnya jarak tempuh bisa ditambah 50 m hingga mencapai
150 m dan dan dilakukan berulang-ulang seperti latihan menempuh jarak 25 m. Kondisi latihan ini harus terus dipantau. Jika sampai berulang kali terbang merpati tidak menampakkan kelelahan, frekuensi terbang harus diperbanyak.

Di hari Jumat berikutnya, bentuk latihan pada hari Kamis diulang kembali, tetapi pengulangannya lebih sedikit. Selanjutnya jarak tempuhnya ditambah secara bertahap dari 200 m hingga 300 m. Latihan ini tentunya dilakukan berulang kali agar merpati balap tahu persis medan yang dilalui dan mampu terbang dengan baik.
Pada latihan hari ketiga (hari Sabtu) mengulang kembali latihan di hari pertama dan berakhir hingga mencapai jarak yang lebih jauh, yaitu 400 m. Kemudian pada hari Minggu diusahakan latihan mampu menempuh jarak hingga 500 m.

Tahapan latihan ini harus diulang-ulang pada latihan minggu berikutnya. Hanya frekuensi penerbangan pada jarak yang terdekat jika latihan ditempatkan pada lokasi yang sama harus diku¬rangi. Bahkan bila dipandang mampu, sedikit demi sedikit jarak tempuh pertama harus dilalui sehingga nantinya paling dekat diawali dengan jarak 300 m yang merupakan nomor sprint terpendek. Latihan ini untuk membiasakan merpati balap terbang dengan baik dan rendah (mendatar).

Jika dari pantauan menunjukkan kecepatan terbang merpati lebih baik, jarak latihan ditambah. Namun, meskipun pola terbang¬nya sudah bagus, sebaiknya penambahan jarak tempuh tidak terlalu jauh.


Pada tahap pembentukan kekuatan stamina merpati balap yang tangguh, sejak awal harus sudah terdeteksi gaya terbangnya. Jika akan dispesialisasikan pada jarak tertentu misalnya 500 m, jarak tersebut harus dilakukan hingga berulang kali pada latihan-latihan berikutnya. Selanjutnya di akhir latihan, jarak tempuh pada latihan bisa diberikan lebih jauh sedikit, misalnya hingga mencapai 700 m. Begitu pula jika jarak yang diinginkan pada nomor 1.000 m, Jarak tempuh di akhir latihan bisa mencapai 1.500 m.

Saat istirahat menunggu penerbangan berikutnya kaki merpati harus dibasahi air dengan cara disemprot. Hal ini dimaksudkan agar kaki merpati dingin, mengingat setelah terbang kaki terasa panas. Namun, sebaiknya tidak dilakukan begitu merpati datang. Tunggu sampai beberapa saat. Selain itu, merpati juga perlu diberi minuman yang mengandung zat gula seperti madu. Apalagi bila ia kelihatan haus. Pemberian minuman tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi pembakaran di dalam tubuh merpati sehingga bisa menggantikan kalori yang dikeluarkan. Cara ini juga harus dilakukan saat lomba berlangsung.

Kamis, 08 Juli 2010

Melatih Merpati Balap

Setiap penggemar atau klub mempunyai trik tersendiri dalam melatih merpati balap andalannya. Mengingat semuanya berusaha ingin menjadikan merpati balapnya yang terbaik. Untuk itu, satu sama lain saling mengintip untuk dapat mengetahui berbagai trik-¬trik cara melatih, terutama bentuk-bentuk latihan terhadap mer¬pati yang telah berhasil menunjukkan prestasinya sebagai juara.

Tentu saja pola latihan masing-masing penggemar menjadi rahasia yang sulit dikuak oleh penggemar lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi karena secara umum bentuk latihan merpati balap sudah tidak menjadi rahasia lagi, terbukti prestasi masing¬masing daerah semakin merata.

Dari pengalaman para penggemar yang memiliki merpati balap berprestasi, bentuk latihan yang dilakukan meliputi berbagai tahap. Mulai dari bentuk-bentuk latihan yang harus diberikan, waktu latihan yang tepat, hingga latihan khusus menjelang lomba. Yang terpenting latihan-latihan yang diberikan tersebut harus dilakukan secara rutin.

Selasa, 06 Juli 2010

Ciri-ciri merpati balap yang baik

Untuk mendapatkan merpati balap yang baik, selain faktor keturunan, kondisi fisik juga harus benar-benar diperhatikan. Penggemar, terutama yang masih pemula, lebih menyukai merpati halap standar. Secara umum ciri fisik merpati balap yang baik seperti berikut ini.

I. Kepala
Bentuk kepala yang baik adalah kepala burung merpati yang bangkok, yaitu lonjong tidak terlalu kecil atau besar. Merpati yang kepalanya terlalu besar tidak bisa terbang cepat dan saat tembak (jatuh di tangan joki) terasa lamban. Bentuk leher merpati yang baik adalah tegak dan pendek atau tidak terlalu panjang. Mengingat bila leher merpati panjang akan menyebabkan ia kurang lincah menengok ke kiri serta ke kanan. I'mruh dan hidungnya kelihatan menyatu bila dilihat dari samping, bentuk paruh merpati yang diakui bagus adalah yang menyerupai paruh derkuku.

2. Mata
Kebanyakan mata burung merpati balap yang berprestasi ber¬warna kuning dan tampak bersih dengan kornea mata hitam, kecil, serta bening. Meskipun demikian, warna mata merah atau putih masih dianggap baik jika terlihat bersih dan kornea matanya hitam, kecil, serta bening. Penglihatan dengan bentuk mata seperti ini diakui sangat tajam. Ketajaman mata bagi merpati balap sangat penting. Dengan penglihatan yang tajam begitu dilepas diharapkan ia bisa langsung mengetahui di mana posisi sang joki yang memegang betina berada. Dengan demikian, pada jarak jauh merpati balap sudah melihat posisi joki sehingga akan semakin mempercepat terbangnya.

3. Daging
Daging merpati balap yang baik berbeda dengan hewan aduan yang mempunyai daging keras. Daging merpati penerbang yang cepat dan tangguh ialah yang gembur atau empuk dengan bungkus kulit ari yang tipis dan bersih. Badan merpati balap pun terasa ringan meskipun kelihatan besar.

4. Bulu halus
Bulu halus yang baik tampak menyerupai sutera yang mengilat. Selain kilauan cahaya yang dipancarkan dari bulunya, bila dipe¬gang pun terasa mengandung tepung sehingga terasa licin. Sepintas bulu tersebut kelihatan seolah-olah berminyak. Bila tersiram, air akan sulit menempel padanya. Bulu tersebut juga seperti kapas. Ciri ini tidak hanya untuk merpati balap, tetapi juga berlaku pada merpati pos dan kentong.

5. Sayap terbang
Bulu sayap terbang merpati balap terbagi menjadi dua bagian. Bulu-bulu di ujung sayap sampai ke pertengahan bagian sayap disebut bulu terbang primer atau utama. Pada merpati balap yang baik berjumlah sepuluh helai (lengkap). Sementara bulu-bulu dari bagian pertengahan sayap hingga ke bagian ketiak disebut bulu terbang sekunder. Bila kondisi sayap merpati balap lengkap, burung ini mampu terbang dengan kecepatan penuh. Banyak yang berpendapat jika jumlah sayap terbang primer kurang dari sepuluh helai, sebaiknya tidak diturunkan dalam lomba. Meskipun demikian, ada beberapa merpati yang mampu menunjukkan pres-tasi dengan jumlah sayap terbang primer kurang dari sepuluh helai. Namun, tetap diakui bahwa bila jumlah helaian sayapnya lengkap prestasinya akan lebih baik.
Posisi sayap terbang ini harus rata mulai dari ujung hingga pangkal, menyerupai daun pisang. Bila sayap dibentang tidak terdapat celah dan jaraknya rapat serta sama antara bulu sayap yang satu dengan yang lain sehingga kelihatan rapi. Bentuk bulu sayap semacam ini akan membantu kecepatan terbangnya.

6. Tulang sayap
Tulang sayap yang menjadi pangkal kekuatan mengayun ketika terbang tidak bisa diabaikan begitu saja. Bagian ini harus benar-benar dalam kondisi prima. Ciri tulang sayap yang baik berbentuk merit (bagian pangkal besar, semakin ke ujung semakin kecil). Bila tulang sayap bengkok atau lurus, tidak terlalu banyak berpengaruh.
Tulang sayap yang baik lebih tebal, keras, dan rapat. Merpati yang tulangnya tebal dan keras kebanyakan terbangnya cepat dan tidak mudah lelah. Merpati balap yang berdiri tegap sepintas bisa diduga memiliki tulang yang baik.

7. Sendi pangkal sayap
Persendian pada pangkal sayap harus dicari yang bulat serta ukuran antara kiri dan kanan sama atau tidak ada perbedaan. Untuk mengetahui ciri sendi pangkal sayap yang demikian cukup diraba. Bila terasa tidak rata (ada benjolan), perlu diwaspadai. Bisa-bisa persendiannya tidak pada posisi yang sebenarnya. Kon¬disi iru sangat berpengaruh pada kecepatan terbang merpati.

8. Bulu ekor
Bulu ekor bagi merpati serta burung lain menjadi kemudi yang mempunyai peran dan berpengaruh sangat vital terhadap kemampuan terbangnya. Oleh karena itu, kondisinya harus dalam keadaan maksimal (lengkap). Bulu ekor merpati balap rata-rata berjumlah dua belas helai dan pada posisi tidak terbang terlihat seperti jagung yang masih terbungkus kelobot (seludang).
Panjang bulu ekor saat merpati dipegang lebih panjang dari bulu sayap terbang, selisihnya sekitar 2 cm. Bulu ekor agak renggang dan tidak saling menempel. Kondisi seperti ini berpe¬ngaruh pada saat terbang. Ia bisa terbang dengan leluasa. Demi¬kian juga bisa mendarat di tangan joki dengan mulus dan tidak terlalu keras.

9. Tulang dada
Bila ingin memiliki merpati yang mampu terbang tinggi dan rendah harus dipilih yang memiliki tulang dada lebih panjang hingga mendekati anus. Merpati yang demikian bisa diturunkan dalam berbagai kategori lomba baik jarak dekat maupun jauh. Merpati yang mempunyai tulang dada pendek kecenderungan terbangnya tinggi, tetapi kurang menguntungkan jika diturunkan pada lomba kelas sprint yang hanya menempuh jarak hingga 500 m.

10. Tulang supit
Bentuk tulang supit ternyata juga menjadi ciri kualitas merpati: baik atau tidak. Merpati yang baik, posisi tulang supitnya sedang, yaitu sekitar 0,5 cm. Jika terlalu dekat, saat terbang kemudian belok, tulang supitnya akan terasa sakit. Sebaliknya, bila tulang supit terlalu lebar bisa mengakibatkan merpati kurang gesit (lincah dan cepat).
Selain itu, tulang supit juga harus keras. Bila tulang supit keras, merpati balap akan sangat keras pula ketika tembak (hinggap) di tangan joki. Bahkan jika berdekatan dengan lawan, keberanian menjatuhkan diri ke tangan sang joki lebih hebat lagi.

Rabu, 16 Juni 2010

Menyiapkan merpati balap sprint untuk lomba, pakan dan perawatan fisik

Lomba merupakan ajang akhir pembuktian dari latihan. Setelah Anda memahami tulisan megenai latihan merpati balap ini (lihat tulisan sebelumnya: Panduan Praktis Cetak Merpati Balap Sprint dan Pelatihan Awal Merpati Balap Sprint, maka Anda perlu memahami penyiapan lomba merpati balap. Tulisan ini merupakan kelanjutan dari kedua tulisan tersebut yang diambil dari sisipan Majalah Trubus.
Wadah lomba burung merpati balap sekarang ada di dalam koordinasi Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI). Setiap lomba yang diadakan terbagi dalam 5 kelas, yakni lomba 500 m, lomba galatama bintang dan galatama seri A, B, C; lomba utama, lomba antar tim atau kandang dan lomba piyik.
Untuk lomba, PPMBSI mensyaratkan peserta menjadi anggota. Sementara syarat lomba lain yang juga harus diperhatikan antara lain; pada lomba 500 m dan lomba piyik, jarak lepas minimum 500 m dan maksimal 600 m. Khusus untuk piyik, ia harus memakai ring; usia merpati saat bertanding tidak lebih dari 10 bulan yang dibuktikan dengan menyerahkan sertifikat dari peternak. Sedangkan pada lomba galatama dan uatama, jarak lepas minimum 1000 m dan maksimal 1.200 m. Jumlah peserta setiap seri 8-16 ekor.
Sehari sebelum lomba pada Kamis, joki beserta burung melakukan pengenalan lapangan. Latihan dilakukan pada jarak 200 – 300 meter sebanyak 5-6 kali atau 500 m sekitar 4-5 kali. Saat ia bertemu dengan calon musuh biasanya setelah pulang akan lebih bernafsu untuk kawin. Lantaran sering maka insting akan terlatih, yakni sepulang latihan langsung kawin. Ini pertanda bagus karena kadar ngeketnya bertambah. Apalagi jika si merpati sanggup kawin 4-5 kali.
Pagi hari sebelum lomba, merpati harus dijemur. Ia juga diberi sedikit pakan untuk menambah stamina. Saat jeda setelah bertanding, merpati pun perlu disegarkan kembali. Caranya, beri semprotan air di sekitar kaki dan minum seperlunya. Perlakuan itu diulang selama lomba berlangsung.
PERAN JOKI
Setiap merpati balap memiliki joki tetap. Joki bertugas untuk menangkan jantan dan memegang betina (ngeplak atyau ngeplek). Ia juga dibantu seorang asisten yang berfungsi sebagai penggabur (pembawa jantan). Sangat dianjurkan joki memakai baju dengan warna tetap selama latihan dan lomba. Tujuannya supaya merpati sudah mengenalnya dari jarak jauh.
Namun seringkali saat lomba, kontestan yang beradu memakai baju berwarna sama. Oleh karean itu joki diwajibkan membiasakan diri selalu berteriak memanggil nama sang burung. Teriakan itu menandakan keberadaan joki. Secara psikologis juga sebagai pelampiasan emosi untuk melepas ketegangan.
Agar hubungan joki dan merpati lebih erat, biasakan setelah berlatih atau berlomba diakhiri dengan pengelusan di sekujur tubuh. Pengelusan dapat berlanjut dengan pengurutan seperlunya di bagian pangkal sayap untuk menghilangkan rasa lelah.
Saat mengikuti lomba pun joki harus mengetahui tata tertib lomba agar tidak merugi sendiri. Contoh, joki diperkenankan menangkap jagoannya saat terbang tetapi ia tidak diperbolehkan menangkap ketika merpati hinggap di badan atau kepala. Bila dilanggar akan dinyatakan kalah.
PAKAN DAN PERAWATAN MERPATI BALAP SPRINT
Pakan merupakan sumber energi bagi merpati balap. Asupan pakan yang sesuai memperkuat daya tahan tubuh seperti pada olahragawan. Secara alami anggota keluarga columbidae itu sangat menyukai biji-bijian seperti jagung.
Jagung yang diberikan tidak sembarang. Ia bukan jagung pipilan biasa, tetapi jagung madura. Sepintas jagung ini mirip dengan jagung biasa tetapi ukurannya lebih kecil sesuai dengan ukuran mulut merpati. Setidaknya merpati dewasa perlu pakan 37 gram per ekor, remaja 25 gram dan anakan 5-10 gram per ekor.
Pakan diberikan pada pagi dan sore seusai berlatih. Jagung yang kotor lantarana diberaki harus diganti karena menjadi sumber penyakit burung merpati .
Agar tetap fit, asupan vitamin dan mineral terkadang perlu diberikan. Terutama setelah berlatih atau berlomba ketika nafsu makan di merpati berkurang. Bila vitamin berupa tablet bisa langsung dilolohkan ke paruh. Namun bila sediaannya serbuk, campurkan bersama air minum.
Para penangkar juga sering menggunakan bahan tradisional untuk menjaga vitalitas merpati balap. Contoh, kunyit sebagai antibiotik, penghilang lelah dan menambah nafsu makan. Rimpang kunyit biasanya dipotong kecil kemudian disangrai (sangan) dan dilolohkan. Tetapi agar khasiatnya lebih bagus, campurkan dengan telur dan madu.
Sayang, perlakuan itu lebih banyak dinikmati pejantan. Betina kelepekan jarang diperhatikan padahal ia juga butuh pakan bagus untuk menjaga stamina. Bila betina tidak diberi perlakuan serupa, kesehatnnya akan terganggu dan nafsu kawinnya menurun. Lama kelamaan kesehatan betina drop.
Kebanyakan penangkar justru menggonta-ganti betina. Hal ini tidak dianjurkan lantaran si jantan akan merasa kehilangan pasangan sebelumnya.

Sumber:
http://agroburung.com

Jumat, 21 Mei 2010

Melatih Merpati Balap


 
Merpati Balap Jember Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template