Tampilkan postingan dengan label Memilih Merpati Balap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memilih Merpati Balap. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juli 2010

Bagaimana mendapatkan merpati balap yang baik?

Mendapatkan merpati balap dari keturunan yang baik dapat dilakukan dengan cara membeli pada breeder (peternak). Kebanyakan penggemar yang merpati balapnya sering menjuarai hcrbagai lomba juga berperan sebagai peternak. Namun, peternak scring kekurangan stok karena hampir semua pemain lapangan selalu pesan keturunan juara.

Sementara jumlah merpati juara relatif sedikit. Bila terpaksa harus membeli di pasar burung, tentunya harus super hati-hati. Memang secara umum harga di pasaran lebih murah dibanding bila membeli pada peternak yang telah diakui prestasinya. Namun, kualitas merpati yang ada di patiaran kurang dapat dipertanggungjawabkan. Bukannya di pasaran tidak ada merpati yang baik, tetapi untuk mendapatkan burung baik di pasaran ini sangat sulit. Biasanya justru burung-burung yang tidak berkualitas yang dijual di pasaran secara borongan oleh peternaknya. Jika menemukan merpati baik yang telah berprestasi, kebanyakan penjual mendapat bandangan atau merpati curian.

Penggemar yang memiliki merpati balap tangguh meskipun itidak suka atau sudah bosan jarang yang mau menjualnya di pasarburung. Mengingat jika pemilik yang menjual di pedagang burung justru jauh lebih murah. Tentu saja hal ini kurang menguntungkan. Oleh karena itu, mereka lebih baik menjualnya pada sesama penggemar yang masih menghargai merpati balap yang telah berprestasi tersebut dengan nilai yang relatif tinggi.

Senin, 05 Juli 2010

Memilih merpati balap yang baik

Untuk memiliki merpati balap yang baik tentunya harus mela¬lui berbagai proses pemilihan yang ketat: Tidak cukup asal membeli di pasaran saja. Saat membeli sebaiknya calon pemilik telah mengetahui ciri-ciri merpati balap yang baik. Bila perlu harus mendapatkan secara jelas informasi keturunan serta prestasi merpati yang akan dibeli dari pemiliknya. Memilih merpati balap bisa juga melalui induk yang telah diketahui riwayat prestasinya, kemudian diambil anakannya.

Meskipun sebagian penggemar mengatakan dari bibit yang baik akan menghasilkan merpati balap unggulan, ternyata tidak semuanya benar. Keturunan bibit unggul pun untuk menjadi merpati unggulan, harus diimbangi kondisi fisik merpati itu sendiri. Kondisi fisiknya harus memenuhi kriteria khusus, baru diberikan perawatan dan program-program latihan yang cukup memadai. Diharapkan cara ini dapat mengantarkan merpati siap berlaga di arena lomba dan mampu keluar sebagai juara.

Pengalaman penggemar yang sering menjuarai arena balap merpati berpendapat bahwa faktor keturunan memegang peranan yang sangat tinggi hingga mencapai 70%. Namun, bila tidak mendapat perawatan dan latihan yang baik tentu sulit untuk mencapai prestasi yang maksimal. Sebaliknya, perawatan dan latihan yang sudah memadai jika tidak ada darah juara, juga akan sia-sia.

Minggu, 14 Maret 2010

Tips Memilih Merpati Tinggi Dan Mitos-mitosnya


Saya sebagai salah satu penggemar merpati khusus nya tinggian akan mencoba mengurai tentang cara2 memilih merpati tinggi yg mungkin dapat di jadikan sebuah patokan...dan mungkin apabila meleset mohon maaf,karena tips ini didasarkan dari menggerayang burung tersebut,dan di luar kemungkinan geranyangan tersebut meleset....kalau ingin pasti nya harus mencoba dan melihat sendiri kerja merpati tinggi tersebut.

cara memilih :
1. lihat katuranggan burung sebelum memegang karena kalau di lihat sudah gak karu2 an bentuk nya mending jangan karena biasanya burung tersebut tidak seperti harapan.
untuk bulu:
1 harus kering
2.harus tebal
3.ujung bulu di usahakan jangan yg lancip2 agak bulat..karena kalau lancip biasanya tidak terbang tinggi
4.unjung bulu pada sayap di usahakan panjang nya sampai ke ujung ekor,kalau selisih jauh dari ekor biasanya tidak mau tinggi dan cenderung lari.
untuk mata:
1.usahakan yg bening dan bersih
2.jangan cari mata yg melotot keluar dari plupukan mata
3.jangan cari mata yg plupukannya merah membara
4. kalau matanya seperti mlobor/memudar harus di imbangi dengan warna burung yg mblobor pula
5.cari yg hitam2 pada mata merespon sinar nya cepat (besar kecil)
untuk bodi:
1.usahakan untuk merpati tinggi jangan terlalu besar (seperti kapal)
2.rata2 untuk merpati tinggi yg mau turun atas kepala bentuk nya seperti jantung..dada besar rapet burung tidak panjang.
3. untuk pegangan body harus rata sampai kebelakang (penuh)
4.pegangan jangan cari yg empuk ngaret atau empuk seperti kapas.
untuk paruh:
1.cari yg tipis
2.cari yg kering
3. cari yg jangan terlalu panjang
4.cari yg se warna
untuk supit:
1. cari jangan yg terlalu rapat dan terlalu renggang
2. jangan yg putus atau patah

itu pedoman saya untuk merpati tinggian..alangkah kah bagus nya apabila kita bermain merpati mendapat kan merpati jenis rambon tiga (rambon malang),yaitu silangan antara merpati jawa tulen,merpati balap,dan merpati pos..wah kalau pas ngecross nya hebat itu...
tenaga di ambil dari pos
tinggi dan jujur nya di ambil dari merpati jawa
kecepatan di ambil dari merpati balap.


Untuk mitos2 merpati tinggi ada beberapa hal:

1. Merpati warna hitam dengan paruh putih..
- menurut mitos ini merpati tidak bakal bisa jadi....dan dari kakek saya.papah saya,paman saya dan saya sendiri..ini merpati tidak bakal jadi untuk tinggian karena mentak dan sifat nya jelek sekali

2. Merpati Gendong mayit ( ada warna putih di punggung tapi tidak tembus ke ekor atau kepala )
- banyak yg bilang juga tdak jadi...tapi kalau yg ini saya tidak percaya 100% karena saya mencoba beberapa gendong mayit ada yg jadi.

3. Merpati mempunyai ekor panjing (cabang)
- banyak yg bilang merpati jenis ini suka mendapat bandangan (merpati datang sendiri)..saya membuktikan memang iya..apalagi anakan sendiri..

4. Merpati dengan garis mata merah membara ( jawa timuran )
- banyak yg bilang kurang cerdas,sering lihat keperan betina turun ...survey saya membuktikan memang iya...kalau pelihara jenis ini siap2 aja uang banyak untuk nebus

5. Merpati sabet ( bulu sayap beda warna di ujung..dan cuman satu kanan saja atau kiri saya)
- banyak yg bilang ini burung untuk tinggian tidak bakal jadi...menurut saya tidak begitu karena saya punya sabet yg istimewa...tetapi bisanya kalau sabet,merpati nya mau jadi ya jadi sekalian kalau tidak ya jadi sampah.

6. Merpati selap ganjil ( bulu sayap di tengah2 berwarna lain,di kiri saja atau di kanan saja)
- banyak yg bilang ini burung susah di latih dan suka clap clup ..hinggap seenak nya....menurut saya tidak semuanya begitu

7. Merpati mata cilau air,cilau mawar (merpati bermata putih)
-banyak yg bilang tidak kuat kalau di lepas siang2 di terik matahari,menurut saya memang begitu ,dia hebat nya kalau suasana agak gelap malah matanya awas sekali

nah itu lah pedoman saya dalam memilih merpati khusus nya tinggi an...
apabila adea kekurangan mohon di tambah dari yg lebih pakar...atau salah dalam me ngekir sebuah merpati mohon maaf.....

Sumber:
http://www.duniahobi.com

Rabu, 10 Maret 2010

Memilih Merpati Balap Berkualitas

Cara memilih bakalan merpati balap
Calon indukan merpati balap idealnya tidak terlalu besar. Agar lebih yakin, si calon perlu menjalani tes kelayakan. Ia perlu diraba dari kepala, mata, dada, sayap hingga ekor.

Bentuk kepala yang bagus membulat mirip kepala pesawat terbang. Saat diraba ke arah paruh terasa agak menonjol. Fungsinya mengurangi hambatan terbang karena pengaruh terpaan angin. Angin akan dibuang ke samping kepala sehingga merpati bertambah laju.

Pilih calon merpati balap berdada besar membentuk bidang segitiga. Tujuannya agar kemampuan menyimpan oksigen selama terbang tinggi. Pasalnya oksigen itu mengurangi asam laktat penyebab kelelahan otot.

Tulang pembentuk dada pun harus bulat melengkung ke arah kloaka (anus). Ketika diraba, otot di sekeliling tulang terasa halus agak lembek. Tetapi mendekati kloaka, otot sumpit (kandung kemih) keras dan lurus.

Organ gerak paling penting adalah sayap. Setiap calon merpati balap harus memiliki otot pangkal sayap kuat agar kepakan semakin cepat. Idealnya, otot pangkal sayap ketika diraba kenyal, elastis dan padat sehingga burung tak cepat lelah ketika terbang.

Bulu merupakan bagian terpenting dari sayap. Setiap burung umumnya ditutupi buku. Ia terbagi menjadi 3 bagian, yakni bulu penutup sayap, sekunder, dan primer. Tetapi pada merpati balap, justru bulu primer penentu laik tidaknya sang burung untuk berpacu.

Bulu primer berfungsi sebagai penyeimbang dan alat rem sewaktu mendarat. Ia berjumlah 10 helai. Saat dibentangkan, posisi ke-10 bulu itu harus rapat, beraturan dan serasi. Semakin ke ujung sayap, ukurannya membesar. Tulang bulu harus tebal, bulat, lentur, agak melengkung dan tidak kaku. Secara alami sehelai bulu akan rontok setiap bulan.

Dalam lomba, jarak pandang sang jantan pada betina kelepekan menentukan hasil akhir. Semakin kepakan betina terlihat, makin cepat sang jantan melakukan sprint. Oleh karena itu lingkaran pupil di mata harus bisa membesar dan mengecil untuk mengukur jarak.

Warna mata juga member indikasi kecepatan terbang. Merpati balap memiliki warna mata lebih merah. “Ia terlihat garang dan sadis. Semua merpati balap juara mempunyai warna mata itu seperti Sri Rama atau Millenium,” papar Udin, perawat di Sampoerna Bird Farm.




SUMBER : AGRO BURUNG COM

Jumat, 15 Januari 2010

Memilih Merpati Balap














PEDOMAN MEMILIH MERPATI


Peternak burung merpati harus sangat selektif memilih burung-burung yang diinginkannya untuk dapat terbang tinggi (performing breed) dan agar usaha mereka dapat menampilkan sifat yang disenangi untuk fungsi-fungsi yang dikehendaki. Merpati performing breed yang dikehendaki adalah yang memiliki ketangkasan termasuk golongan tumbler (akrobat merpati di udara). Tujuan dipaparkan pengalaman ini untuk mengkaji karakteristik merpati performing breed dan cara seleksinya. Selanjutnya untuk mengetahui pewarisan sifat tersebut.

Kemampuan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dari seekor merpati :
  • Kecerdasan/intelligence (30%)
  • Karakter/character (40%)
  • Anatomi /anatomy (30%)
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan seekor merpati :
  • Genetic Determinism (lineage)
  • Psychologi Determinism (training and treatment)
  • Environment Determinism (loft and comunitee)
Untuk bulu :
  1. Bulu harus tebal dan mengkilap atau memiliki lapisan minyak yang cukup (untuk menjaga suhu tubuh agar stabil,mencegah bulu agar tidak mudah basah, membuat bulu menjadi kedap udara)
  2. Bulu sayap rapat dan tebal.
  3. Unjung bulu pada sayap di usahakan panjang nya sampai ke ujung ekor
  4. Bulu ekor rapi membentuk satu kesatuan seperti huruf 1 atau I, dan harus rata/flat jangan cembung waktu melebar, bulu ekor harus aerodinamis waktu terbang dapat dilihat apabila waktu burung terbang ekor mengayun-ayun ke atas dan ke bawah.
Untuk mata/eyesign :
  1. Usahakan yg bening dan bersih.
  2. Jangan cari mata yg melotot keluar dari plupukan mata.
  3. Plupukannya merah ( mencerminkan burung sehat tidak pucat ).
  4. Warna mata memiliki 3 lingkaran warna (umumnya mencerminkan burung memiliki mental yang tangguh dan pantang menyerah).
  5. Pupil pada mata merespon sinar nya cepat (mencerminkan reflex,saraf dan organ dalam burung dalam keadaan baik).
Untuk bodi :
  1. Untuk merpati tinggi jangan terlalu berat.
  2. Untuk otot harus kering dan daging harus lentur.
  3. Bentuk tubuh seperti jantung pisang atau botol.
  4. Dada besar membusung ke depan dan bawah sehingga membuat titik berat burung berada di depan dadanya (kemampuan burung merpati untuk membelah angin pada saat menukik/turun).
  5. Pundak harus rapat di samping dada kanan dan kiri dan jangan terbuka apabila dipegang (kemampuan burung untuk menukik/turun secara tajam seperti tombak atau peluru secara lurus).
  6. Pinggang ramping tetapi bukan tepos seperti pelari jarak jauh, atau pinggang besar harus empuk (biasanya burung atas kepala atau satu lobang “pegangan jaman dahulu”, burung balap rata-rata berpinggang besar mencerminkan kekuatan ginjal dari burung tersebut karena membutuhkan power yang besar dalam jarak pendek seperti pelari sprinter ) tetapi pegangan untuk pinggang ini harus proporsional dengan masing-masing bentuk tubuh merpati atau keputusan tergantung selera masing-masing peraba.
Untuk supit :
  1. Supit jangan yg terlalu rapat dan terlalu renggang.
  2. Supit jangan yg putus atau patah.
  3. Supit harus cukup tebal (mencerminkan tulang burung yang cukup kuat).
Untuk paruh :
  1. Cari yg tipis di depan.
  2. Paruh jatuh kebawah seperti elang.
  3. Cari yg kering atau ada retak-retak (karena paruh mencerminkan tulang burung).
Untuk hidung :
  1. Bentuk hidung harus sesuai dengan bentuk paruh ( paruh kecil/tipis=hidung tidak besar, paruh besar=hidung jangan kecil ).
  2. Warna putih di hidung harus tebal dan cukup banyak
Untuk kaki & kuku :
  1. Kaki harus panjang dan ngelonjor lurus kebelakang apabila dipegang, ini mencerminkan kemampuan burung untuk mendarat/landing dengan sempurna ( seperti burung elang atau peregrine yang memiliki kaki yang panjang untuk mencengkram mangsa).
  2. Kuku harus tebal dan kering (karena kuku mencerminkan tulang burung).
Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com
 
Merpati Balap Jember Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template