Tampilkan postingan dengan label Joki Merpati Balap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Joki Merpati Balap. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Agustus 2010

Joki merpati balap perlu menjaga stamina


Tidak hanya stamina merpati balap yang harus dijaga, stami¬na joki pun perlu mendapat perhatian. Apalagi jika merpati balap andalannya mencapai babak final, tentunya telah melalui beberapa babak yang cukup melelahkan. Pemakaian tenaga joki untuk keper¬luan selain menjoki sebaiknya dihilangkan dan harus ditangani oleh orang lain, misalnya mengambil merpati, sangkar, atau perlengkapan lainnya.

Sebaiknya jika berhasil pada babak penyisihan, joki melaku¬kan istirahat sambil menunggu babak selanjutnya. Saat istirahat ini agar tenaga cepat kembali bisa meminum suplemen kesehatan yang banyak dijual di pasaran seperti Ekstra Jos, Kratingdaeng, atau minuman serupa lainnya. Selain itu, makan pagi dan siang juga jangan sampai terlambat.

Alangkah baiknya bila ditambah makanan kecil atau buah-buahan dan sedapat mungkin menghindari makanan yang banyak mengandung minyak serta minum es. Hal ini dimaksudkan agar suara tidak cepat habis (serak) saat memanggil merpati sewaktu menjoki.

Selasa, 03 Agustus 2010

Cara joki menerima merpati balap


Pola menerima kedatangan pembalap sangat beragam antara joki yang satu dengan lainnya. Tergantung kebiasaan joki itu sendiri berdasarkan pertimbangan gaya terbang merpati balapnya. Posisi yang baik dalam menerima pembalap saat tembak (hinggap) di tangan kiri sebaiknya dilakukan di tengah sambil menyergap. Posisi tangan kanan yang memegang merpati betina berada di bawah tangan kiri.

Posisi saat menerima persis di depan perut sangat mengun¬tungkan bila tembakannya sangat keras. Meskipun kemungkinan meleset tetap ada, tetapi sangat kecil. Begitu hinggap langsung secara cepat dibawa merapat ke perut. Lain halnya jika diterima di atas atau di bawah perut. Kemungkinan bablas (lewat) semakin besar karena tidak terhalang badan.

Saat menerima kedatangan merpati sebaiknya joki memperhatikan kecepatan ayunannya. Setelah merpati tampak mendekat sekitar 4-5 m, ayunan yang semula cepat kemudian diperlambat. Pola penerimaan merpati yang akan hinggap dengan kecepatan penuh harus dilakukan secara cekatan agar tembakan yang dilakukannya tidak sampai meleset.

Penerimaan merpati balap memang tidak mutlak harus dilakukan di tengah, tergantung kebiasaan yang dilakukan di saat¬saat latihan. Bila arah datangnya merpati dari atas, sebaiknya diterima sedikit di bawah. Namun, begitu hinggap dengan cepat segera ditarik ke atas. Begitu pula jika kedatangan merpati mendatar, bisa diterima pada posisi sedikit di atas. Ketika hinggap langsung dibawa ke posisi tengah.

Senin, 02 Agustus 2010

Cara joki memanggil merpati balap


Bila merpati balap sudah dilepas di garis start (oleh pelepas) dan tampak dari garis finis, teriakan para joki mulai ramai memanggil merpatinya. Teriakan ini bertujuan agar merpati bisa mengetahui posisi jokinya sehingga terbangnya semakin terarah dan lebih cepat. Selain dengan memperkeras suara, sebaiknya teriakan panggilan mempunyai kekhususan baik irama maupun nada suaranya yang tidak berubah sejak latihan. Bisa juga dengan memanggil nama merpati balapnya.

Panggilan sebaiknya disertai dengan mengayunkan sang betina sehingga posisi joki dapat diketahui secara jelas oleh merpati balapnya. Sangat rrtenguntungkan bila posisi joki telah diketahui merpati pada jarak jauh. Karena burung ini akan semakin mempercepat terbang dan meninggalkan lawan-lawannya.

Jumat, 30 Juli 2010

Pakaian joki merpati balap

Ketika lomba berlangsung banyaknya joki yang ada di garis finis menunggu kedatangan masing-masing merpatinya¬terkadang memang membuat burung tersebut bingung menentukan di mana posisi jokinya. Supaya joki lebih mudah dikenali ter¬utama ketika jarak terbangnya masih jauh, joki harus menggunakan pakaian khusus dengan warna yang khusus pula. Tentunya pakaian tersebut sudah dikenal betul oleh merpati balapnya.

Pakaian khusus itu harus benar-benar sudah dikenal sejak latihan. Sebaiknya pakaian dengan warna khusus itu tidak berganti¬ganti. Biasanya klub-klub penggemar merpati balap sudah mempunyai warna dan bentuk pakaian tersendiri. Masing-masing klub berusaha menggunakan pakaian dengan warna yang tidak sama antara klub yang satu dengan yang lainnya. Pakaian baik baju, kaos, maupun celana yang dipakai menjoki ada yang polos ada juga yang menggunakan kombinasi warna. Bahkan, ada pula yang menggunakan topi dengan warna dan bentuk tertentu yang berbeda dengan joki lainnya.

Pakaian yang biasa digunakan sebaiknya warna-warna yang mencolok. Namun, harus dihindari warna yang sama dengan kondisi lapangan, misalnya warna hijau bila latihan atau lomba diadakan pada lapangan yang berumput. Sebaliknya bila latihan atau lomba diadakan di lapangan terbuka yang gersang dan tidak ditumbuhi rumput sama sekali, sebaiknya joki tidak mengenakan pakaian berwarna cokelat.

Warna yang tepat dan banyak digunakan joki biasanya warna putih, kuning, merah, dan hitam. Pakaian dengan warna putih sangat menguntungkan jika aduan merpati balap berlangsung hingga menjelang petang. Biasanya hal ini terjadi pada babak final. Dalam mengenalkan ciri dan warna pakaian yang digunakan, sebaiknya tidak hanya pada saat latihan saja. Joki harus pula mengenakan pakaian khususnya saat memberi pakan, memandikan, serta membersihkan kandang. Hal ini dilakukan agar merpati balap benar-benar mengenal lebih dekat siapa jokinya.

Kamis, 29 Juli 2010

Merpati Balap memerlukan kasih sayang

Joki harus memberi perhatian dan kasih sayang yang besar kepada merpatinya. Perhatian dan kasih sayang ini bisa membuat merpati balap lebih mengenal jokinya. Perhatian tersebut tidak cukup hanya memberi makan, membersihkan kandang, memandikan, menjemur, maupun melatihnya. Kasih sayang yang tulus malahan lebih didambakan oleh merpati balap.

Kasih sayang dapat ditunjukkan di saat senggang, bergurau dengan merpati balap sambil mendekatkan sang betinanya. Begitu pula pada malam hari biasakan joki mengelus-elus merpatinya. Jalinan hubungan yang harmonis sangat berpengaruh ketika berada di lapangan, merpati balap tidak akan lupa atau salah mengenali jokinya.

Rabu, 28 Juli 2010

Gerakan badan dan tangan joki merpati balap

Gerakan tangan saat mengayunkan merpati betina ternyata juga berpengaruh pada kecepatan terbang merpati balap (jantan). Semakin pelan ayunannya biasanya merpati saat hinggap di tangan juga lamban. Justru merpati akan semakin berpacu jika gerakan ayunan joki semakin cepat. Kecepatan yang dimaksud tentu tidak asal cepat dan kasar, tetapi gerakan ayunannya tidak kaku. Meskipun cepat, tetapi masih terasa santai dan kokoh dalam menerima merpati.

Bentuk ayunan yang baik harus dirasakan merpati sejak lati¬han. Begitu pula cara joki menerimanya. Dengan demikian, diharapkan ketika lomba, merpati sudah tidak ragu dan tidak meleset saat hinggap di tangan meskipun dengan kecepatan tinggi.

Banyaknya merpati yang adu kecepatan terkadang juga masih membingungkan joki. Apalagi jika terjadi persaingan ketat dan saling tempel. Untuk mengantisipasi kedatangan dari berbagai penjuru, joki dituntut mempunyai refleks yang cepat. Kebanyakan joki joki yang kurus atau ideal (antara tinggi dan berat badannya) sangat cocok dibanding yang berbadan gemuk.

Selasa, 27 Juli 2010

Joki harus tahu gaya terbang merpati balap

Mengetahui secara persis gaya terbang merpati yang dijoki merupakan faktor yang sangat penting bagi joki. Pada kondisi apa pun joki mampu mengetahui berada di posisi mana merpatinya. Dengan mengetahui posisi merpati balap -saat menuju garis finis- joki bisa beraksi untuk mengantisipasi kedatangan dan siap menerimanya.

Pemahamanan joki terhadap gaya terbang merpati balap bermanfaat untuk mengantisipasi jika terdapat dua merpati balap yang sama warna dan ketinggian terbangnya. Kesamaan ini memang sangat merepotkan joki untuk menentukan yang mana merpati balapnya. Dari sekian banyak kesamaan tentu terdapat sedikit perbedaan yang menjadi kebiasaan merpati yang dijokinya. Bila sudah mengenal betul merpatinya, joki tentu tidak akan kesulitan menentukan di mana burung yang dijokinya berada.

Mengetahui secara detail tentang gaya terbang dan kebiasaan hinggap di tangan dapat dilakukan saat latihan. Dalam latihan tidak hanya sekadar menjoki. Namun, harus benar-benar mengamati gaya terbang serta kebiasaan sekecil apa pun yang dilakukan merpati balap mulai dilepas (oleh pelepas) hingga sampai di tangan joki.

Senin, 26 Juli 2010

Joki merpati balap harus Melatih ketajaman penglihatan

Awal latihan yang baik sebagai joki terutama yang ingin menjadi joki andalan sebaiknya menjadi pelepas terlebih dahulu. Saat ngetren (melepas) harus melihat merpati yang dilepas hingga tidak kelihatan. Latihan ini untuk membiasakan kernampuan melihat merpati terbang sejauh-jauhnya. Dengan demikian, saat menjadi joki sudah dapat mendeteksi kedatangan pembalap secepat mungkin dari jarak yang cukup jauh. Pejoki yang baik kebanyakan mampu melihat merpati terbang hingga jarak 1 km bahkan lebih.

Ketajaman penglihatan sang joki harus tetap terpelihara. Untuk itu, Ia harus banyak makan makanan yang mengandung vitamin A. Makan wortel tanpa dimasak juga dipercaya sangat membantu ketajaman penglihatan. Ada baiknya bila hal ini dilakukan setiap hari. Selain itu, bisa juga dengan meminum tab¬let vitamin A yang banyak dijual di apotek atau toko obat.

Minggu, 25 Juli 2010

Joki Merpati Balap

Peranan joki dalam balap merpati tidak bisa dikesampingkan. Selain faktor keturunan, latihan, dan perawatan, joki juga meru¬pakan faktor penentu kemenangan dalam arena balap merpati. Tidak jarang merpati balap gagal mengalahkan lawan-lawannya hanya akibat kesalahan kecil yang dilakukan joki.

Umumnya yang menjadi joki bukan pemilik merpati balap. Jika semua merpati balap yang dimiliki harus dijoki sendiri, tentu baik waktu, tenaga, maupun pikiran jelas tidak teratasi. Pemilik paling banyak dalam satu perlombaan hanya bisa menjoki 1-2 burung. Pemilik justru lebih ditekankan untuk mempersiapkan dalam bentuk sarana, teknik, serta memantau kekuatan lawan sebagai langkah mengatur strategi lomba. Pelaksana di lapangan bisa diserahkan joki joki yang telah dipersiapkan.

Joki yang baik tentunya mendapat kepercayaan penuh dari pemilik merpati. Sebelum lomba, joki harus membekali diri dengan berbagai keterampilan dan ketentuan dalam menjoki sehingga mampu menunjukkan diri sebagai joki yang dapat diandalkan.

Menjadi joki juga merupakan mata pencaharian, ada beberapa joki yang memang dijadikan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Kebanyakan joki-joki yang dapat diandalkan dipelihara pemilik merpati balap sebagai karyawan. Dengan demikian, pekerjaan setiap harinya selain menjoki saat latihan dan lomba, juga bertugas sebagai pemelihara merpati balap.
 
Merpati Balap Jember Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template