Tampilkan postingan dengan label Pakan Dan Minum Merpati Balap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakan Dan Minum Merpati Balap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juli 2010

Pemberian Air minum untuk merpati balap

Air minum bagi merpati balap mutlak harus diberikan. Meski¬pun di sekitar rumah banyak genangan air yang bisa diminum merpati saat dilepas, tetapi sebaiknya burung ini harus dibiasakan minum pada air yang disediakan. Hal ini dilakukan agar kondisi kesehatannya selalu terjamin. Tentunya air minum yang diberikan harus terjamin kebersihannya dan bebas penyakit. Biasanya merpati yang air minumnya telah disediakan tersendiri tidak mau minum di sembarang tempat.

Bagi merpati yang sudah berprestasi tidak ada jeleknya jika diberi minum air mineral. Jika tidak, bisa diberikan air ledeng, hujan, atau air sumur yang telah dimasak terlebih dahulu. Dengan maksud agar terbebas dari kuman-kuman penyakit. Namun, air tersebut harus diberikan pada keadaan dingin.

Untuk menjaga kebersihan air minum sebaiknya tempat minum juga harus selalu bersih. Air minum yang diberikan sepanjang hari sebaiknya ditempatkan pada tempat minum khusus. Setiap penggantian air, tempat minum juga harus turut dibersihkan.

Kamis, 22 Juli 2010

Cara Pemberian Pakan Untuk Merpati Balap

Kandungan gizi dalam pakan yang diberikan kepada merpati balap harus diperhatikan. Tentunya ada perbedaan pemberian pakan saat anakan (yang masih membutuhkan perkembangan) dan kondisi saat dewasa. Namun, secara umum kandungan kebutuhan gizi ini harus dipenuhi sesuai kebutuhan.

Pada masa pertumbuhan, merpati balap harus memperoleh makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan protein seperti jagung, kacang hijau, kacang kedelai, dan gabah (beras berkulit). Sementara menjelang lomba, kandungan protein dalam pakannya harus dikurangi. Sebaliknya diperbanyak pemberian pakan yang mengandung serat kasar.
Pemberian pakan yang banyak mengandung serat kasar ini berguna untuk meningkatkan kekuatan terang di samping membuat kotoran merpati menjadi padat. Makanan merpati yang mempunyai kadar serat kasar tinggi ialah gabah, biji kenari, millet, dan kacang kedelai.

Selain makanan pokok (jagung), pemberian pakan lain berupa extrafooding (tambahan) juga sangat dianjurkan. Untuk memberikan pakan tambahan harus diketahui benar kapan waktunya. Jika diberikan pada waktu yang salah, bisa-bisa merpati balap menjadi lemas saat lomba berlangsung.

Pemberian gabah saat lomba juga harus dikurangi. Menjelang lomba antara 1-2 sebelumnya kebutuhan protein yang semula sekitar 15% harus berangsur-angsur berkurang hingga mencapai hanya 11%.

Pakan tambahan yang biasa diberikan kalangan penghobi pada merpati balap adalah millet dan kacang hijau. Kacang hijau sebaiknya diberikan pada hari Senin dan Selasa. Pada hari berikut¬nya hingga lomba berlangsung sebaiknya pemberian kacang hijau terbut dihentikan. Jika terlalu banyak makan kacang hijau menjelang lomba merpati bisa lemas. Jika kondisinya lemas kecepa¬tan terbangnya pun menjadi berkurang.

Pakan sebaiknya diletakkan pada tempat yang bersih dan diusahakan jangan sampai di dalam kandang. Akan lebih baik jika pakan diberikan langsung dengan tangan. Apalagi jika yang memberi makan sang joki. Dengan harapan antara joki dan pembalapnya menjadi lebih dekat dan saling mengenal.

Waktu makan sebaiknya cukup dua kali sehari, yaitu pagi dan sore dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Takaran pemberian makan bisa diamati, misalkan diberi satu genggam tidak habis maka takaran tersebut harus dikurangi hingga pakan tidak tersisa lagi. Setelah diketahui takaran pakannya sebaiknya masih dikurangi sedikit sekitar 10% dari kebutuhan seharusnya.

Jumat, 15 Januari 2010

Makanan Merpati Balap

Setiap jenis makanan merpati, baik yang sengaja kita berikan kepada merpati maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur nutrisi (zat gizi) yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan makanan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur nutrisi ( zat gizi) yang terkandung di dalam bahan makanan secara umum terdiri atas air, protein, lemak, karbohidrat , mineral dan vitamin.

Setelah dikonsumsi oleh merpati, setiap unsur nutrisi (zat gizi) berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh merpati untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. Tinggi rendah konsumsi pakan pada merpati sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi merpati itu sendiri).

a) Temperatur Lingkungan
Merpati dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi merpati yang bersangkutan yang meliputi jenis merpati, umur, tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan.

Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya, maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya. Konsumsi pakan merpati biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh merpati akan terjadi kelebihan panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, merpati akan membutuhkan pakan karena merpati membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan merpati dengan cara radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.

b) Palatabilitas
Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang merpati untuk mengkonsumsinya.

c) Selera
Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada merpati , selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Merpati akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan merpati itu sendiri.

d) Status fisiologi
Status fisiologi merpati seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh (misalnya bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya.

e) Konsentrasi Nutrisi
Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi energi yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah.

f) Bentuk Pakan
Merpati lebih menyukai pakan bentuk butiran (pakan yang dibuat pellet atau dipotong) dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna.

g) Bobot Tubuh
Bobot tubuh merpati berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya. Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan merpati yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh merpati tersebut.

Berat badan merpati dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan, berat badan merpati dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula:

Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661

Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai 0,75.

Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0,75

Kebutuhan pakan yang bergizi banding bobot tubuh merpati kurang lebih sekitar 25 g/kg.

Dasar persyaratan gizi merpati adalah protein, energi (yang terbaik adalah sumber karbohidrat dan lemak) mineral dan vitamin. Semua gizi ini ditemukan di seluruh biji-bijian yang digunakan untuk pakan merpati tetapi perbedaannya adalah dalam jumlah nutrisi yang diperlukan oleh merpati untuk setiap kondisi/keadaan.

Saat pembiakan atau kondisi ternak/pembiakan dibutuhkan protein yang lebih tinggi dibanding kebutuhan karbohidrat.

Saat pelatihan atau balap dibutuhkan energy/karbohidrat yang lebih tinggi, daftar persentase mineral/grit ,vitamin dan serat dalam pakan juga harus didaftar dalam urutan peringkat utama dari bahan campuran pakan merpati.

Beberapa sumber karbohidrat dan lemak yang terbaik dapat diperoleh dari jagung, ketan hitam, beras merah,beras putih,kenari seed,millet,dll. Beberapa sumber protein terbaik dapat diperoleh dari kacang-kacangan seperti kedelai,kacang hijau,kacang merah,dll. Mineral/grit,vitamin dan serat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dari merpati.

Sumber:
http://tritunggalpigeonfarm.blogspot.com
 
Merpati Balap Jember Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template