Senin, 18 Maret 2013

Cara ngeber merpati balap yang baik

Mengayunkan merpati betina dengan tangan kanan yang lebih dikenal dengan istilah ngeber ini bila dilakukan dengan benar akan mampu mempercepat waktu yang ditempuh sang merpati jantan. Saat ngeber yang pertama perlu diperhatikan adalah posisi berdiri joki di garis finis. Posisi ini sangat menentukan bagaimana gaya ngeber yang dilakukan.

Bila posisi berdiri joki di sebelah kanan (dari deretan para penjoki lain), sebaiknya ngeber dibuang ke sebelah kanan. Begitu pula jika posisi berdirinya paling kiri, ngeber diarahkan ke sebelah kiri. Hal ini dilakukan agar datangnya merpati balap tid#k saling bertubrukan ke arah joki yang ada di sebelahnya. Selain itu, merpati juga bisa langsung mengetahui posisi di mana jokinya berada dengan jelas pada jarak yang masih relatif jauh.


Khusus untuk posisi joki yang berada di tengah-tengah deret¬an penjoki, gerakan ngeber harus berlawanan dengan arah da¬tangnya merpati balap. Misalnya, bila merpatinya datang dari arah kanan penjoki, maka ngeber dilakukan disebelah kiri penjoki begitu sebaliknya. Namun, setelah posisi merpati dekat baru posisi ngeber harus segera dibawa ke tengah.

Selain melihat arah datangnya merpati, penjoki harus pula memperhatikan kedudukan tinggi rendah datangnya merpati. Bila gaya terbang merpati tinggi sebaiknya posisi ngeber lebih mende¬kat ke tanah (sambil jongkok). Apabila merpati terbang datar, sebaiknya posisi penjoki hanya setengah jongkok (posisi ngeber lebih tinggi).

Beternak Merpati balap

Semakin banyaknya penggemar merpati balap, menuntut pula bertambahnya jumlah jenis burung tersebut. Satu-satunya cara untuk memenuhi permintaan penggemar, yaitu dengan melestarikannya. Tentu saja yang melestarikan adalah para penggemar merpati balap itu sendiri mengingat merpati balap kini sulit didapat dengan jalan menangkap di alam bebas karena populasinya tidak berkembang secara liar.

Kecenderungan penggemar untuk mendapatkan merpati balap keturunan darah juara atau yang mempunyai prestasi juga turut memacu penggemarnya untuk membudidayakan. Di samping itu, kualitas merpati balap di kalangan penggemar dari tahun ke tahun juga semakin meningkat baik, dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Harga hasil ternakan yang baik juga menggiurkan penggemar untuk terus bersaing menghasilkan anakan-anakan yang dapat dian¬dalkan. Sepasang merpati balap yang kualitasnya biasa saja bisa laku Rp. 100.000,00 hingga Rp. 500.000,00 per pasang. Bahkan, jika diketahui berasal dari keturunan yang baik, misalnya keturunan juara bisa laku Rp. 2.500.000,00 atau lebih per pasang. Apalagi jika merpati tersebut juara harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, ada penggemar yang berani membeli telur para juara dengan harga hingga jutaan rupiah.

Meningkatnya harga merpati balap yang cukup tajam ini merupakan perkembangan hobi yang cukup baik. Kesempatan ini juga dimanfaatkan penggemar yang memiliki merpati balap yang jago terbang untuk dikembangbiakkan. Jadi, selain mencari kepuasan dari hobi itu sendiri penggemar juga bisa meraih keuntungan.

Jika hanya sekadar beternak, memang tidak sulit. Tidak jauh berbeda dengan beternak jenis merpati lainnya. Namun, jika ingin mendapatkan anakan yang berkualitas, harus melalui proses yang membutuhkan kejelian dan keterampilan tersendiri. Berikut ini diulas bagaimana cara betemak merpati balap yang baik dan benar.

Perkandangan merpati balap

Kandang untuk beternak dapat dilakukan dalam kandang pemeliharaan merpati balap. Namun, sebagian penggemar merpati balap sudah banyak yang mencoba untuk beternak dalam kandang¬kandang khusus. Kandang-kandang tersebut bisa berbentuk tunggal atau dobel. Kandang tunggal dapat dibuat dari tripleks atau papan yang dibentuk kotak dengan diberi lubang pintu dan sirkulasi udara. Sementara di bagian dasarnya dibuat semipermanen (dapat ditarik keluar untuk dibersihkan) menyerupai sangkar burung.

Kandang dobel bentuk dalamnya sama dengan kandang tunggal. Hanya saja bagian luar dibuat lebih besar dan menggunakan tutup kawat ram dengan pintu lebar. Kini yang mulai dikembangkan penggemar khusus beternak adalah bentuk kandang dobel bertingkat dan kandang bersama.

Bentuk kandang bertingkat sama dengan kandang dobel hanya saja diletakkan berdekatan dan bersap-sap. Setiap pasang merpati balap ditempatkan dalam kandang yang masih dilindungi oleh kandang lagi. Sementara kandang bersama sebenarnya merupakan kandang-kandang tunggal yang diletakkan dalam kandang besar. Kandang ini didesain agar merpati yang diternak tidak bisa keluar kandang dengan bebas (dikelilingi pagar kawat).

Bentuk kandang apa pun yang digunakan memang tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitas anakan yang dihasilkan. Meskipun demikian, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah kandang untuk beternak.

Selasa, 09 Oktober 2012

Jamu tradisional merpati balap

1) Yosem : 1/2 ons (atau cari yg bubuk)
2) Kolesom : 1 gram
3) Sarang burung walet: 3 mangkok
4) kunyit bubuk : 1 ons
5) Temu lawak : 1/2 ons (bubuk)
6) Temu ireng : 1/2 ons (bubuk)
7) Kuda laut : 3 biji (ditumbuk halus)
8) Temu kunci : 1/2 ons (bubuk)
9) Telor bebek : 9 biji (putih jgn dibuang utk meleketkan)
10)Chong co : 1 cis
11) Tienjik powder : 1 botol
12) ginseng Royal jelly: 3 btl
13) Madu : 3 sendok
14) Niuhuang Qingxin wan : 3 biji
Semua dihaluskan dan dicampur jadi satu... buat plentiran kecil2 sebesar jagung utk jamu terbang, berikan selesai dilatih + livron B-plek ½

* Pagi pada saat jemur menjelang terbang sore buat ramuan lagi dgn campuran Yosem + kuning telor, buat plintiran sebesar kacang hijau.
* Spet cabut & pd saat nelor : Telor bebek 3 biji, kunyit 6 sendok makan, kencur 1 sendok teh, madu 1 sendok teh, tonikum bayer 1 sendok teh.
* Minyak ikan 2 kali seminggu pd saat mengeram.

CABUT TELOR :
1. SPET : air perasan kunyit 4 sendok makan bisa lebih tergantung burung, 1 sendok teh kencur, 1 sendok teh temu kunci, 1 sendok teh sakatonik liver, 1/2 botol royal jeli ginseng.
2. setiap jemur pagi antara jam 7 - 10 beri makan kacang tanah 7 (tujuh) butir, kemudian beri makan jagung, kacang hijau, beras merah dan kedelai ditempat makannya.
3. beri minyak ikan 2 hari sekali + kalsium 1/4 selama mengeram dan hari selasa setelah cabut telor.
4. Hari kamis - senin pada saat dijemur menjelang dilatih beri yansen bubuk + kuning telor bebek yang sudah diramu bentuk butiran kecil2 sebesar biji kacang hijau, beri satu butir sebagai penguat nafas. (untuk program latihan sudah dibahas diforum lain)
5. Dilapangan tetap diberi makan walau hanya sedikit sebagai sumber energi.
6. Pemberian minum dilapangan jgn dibatasi karena ciri2 burung sehat dan siap tempur minum akan berhenti sendiri bila merasa cukup dan kotorannya keras yang menandakan merpati tersebut sudah siap untuk dilombakan.
7. Jgn sekali - kali mengikutkan lomba, burung yang kotorannya pada saat dilapangan main keluar air / mencret.
8. Setelah bertelor tetap dispet seperti diatas.
9. Hari rabu malam sebelum kamis dilatih beri livron B-plek setengah.
10. setelah dicor hari senin beri tie ta wan sebesar jagung + livron 1/2 utk mengembalikan setamina.
11. Setiap habis dilatih tetap diberi jamu untuk terbang (utk jamu silahkan lihat forum yang sudah ada).
Mengeram :
1. Setiap pagi tetap lakukan penjemuran antara jam 7 - 10 dgn diberi kacang tanah 7 (tujuh) butir.
2. Beri kalsium 1/4 + minyak ikan 2 hari sekali jantan dan betina.
3. Untuk betina geberan pemberian minyak ikan setiap hari lebih baik, kecuali pada saat dilatih betina geberan diberi kalsium 1/4 setiap hari (kamis - senin)
Sekian terima kasih semoga bermanfa'at..... 


Sumber:
http://merpatibalapmania.blogspot.com/

Senin, 08 Oktober 2012

Panduan Praktis Cetak Merpati Balap Sprint

Besutan Sri Rama bagaikan anak panah melesat dari busur. Berduel dengan Elang M saat perang bintang, ia begitu perkasa. Menjelang 100 m garis finish, tiba-tiba Sri Rama ngejos (sprint- red) meninggalkan Elang M. Tangan Udin, joki Sri Rama, cukup sigap menangkap jagoannya di atas patik. Burung milik Trisna Wijaya itu jatuh ke pelukan joki asal Madura dan meraih juara.

Demikian pengantar buku kecil sisipan Majalah Trubus yang membahas mengenai Panduan Praktis Cetak Merpati Balap Sprint. Berikut ini saya turunkan tulisan tersebut meski di sana-sini saya edit untuk penyesuaian.

Kehandalan Sri Rama patut diacungi jempol. Ia kerap menjadi juara di berbagai lomba merpati balap. Wajar jika burung merpati itu dihargai ratusan juta rupiah. Untuk mendapat burung sekelas Sri Rama memang tidak mudah. Serangkaian syarat harus dipenuhi para calon merpati balap.

Darah tetua pun menentukan prestasi. “Merpati balap juara biasanya menurunkan anakan juara,” ujar Herman Tanubrata pemilik Masa Kini Bird Farm di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Contoh Rencong atau Batavia. Kedua merpati balap yang merajai lomba pada 1995-1998 itu hingga kini keturunannya diincar banyak penangkar merpati balap sprint.

Meski demikian, calon merpati balap dari induk juara pun, jika tidak pernah dilatih mustahil akan menjadi jawara. “Merpati itu seperti olahragawan, kalau tidak dilatih sejak dini, tidak mungkin jadi juara,” kata Trisna Wijaya, penangkar di Cikupa Tangerang.

Cara memilih bakalan merpati balap sprint
Calon indukan merpati balap sprint idealnya tidak terlalu besar. Agar lebih yakin, si calon perlu menjalani tes kelayakan. Ia perlu diraba dari kepala, mata, dada, sayap hingga ekor.Bentuk kepala yang bagus membulat mirip kepala pesawat terbang. Saat diraba ke arah paruh terasa agak menonjol. Fungsinya mengurangi hambatan terbang karena pengaruh terpaan angin. Angin akan dibuang ke samping kepala sehingga merpati bertambah laju.

Pilih calon merpati balap berdada besar membentuk bidang segitiga. Tujuannya agar kemampuan menyimpan oksigen selama terbang tinggi. Pasalnya oksigen itu mengurangi asam laktat penyebab kelelahan otot.
Tulang pembentuk dada pun harus bulat melengkung ke arah kloaka (anus). Ketika diraba, otot di sekeliling tulang terasa halus agak lembek. Tetapi mendekati kloaka, otot sumpit (kandung kemih) keras dan lurus.
Organ gerak paling penting adalah sayap. Setiap calon merpati balap harus memiliki otot pangkal sayap kuat agar kepakan semakin cepat. Idealnya, otot pangkal sayap ketika diraba kenyal, elastis dan padat sehingga burung tak cepat lelah ketika terbang.

Bulu merupakan bagian terpenting dari sayap. Setiap burung umumnya ditutupi buku. Ia terbagi menjadi 3 bagian, yakni bulu penutup sayap, sekunder, dan primer. Tetapi pada merpati balap, justru bulu primer penentu laik tidaknya sang burung untuk berpacu.Bulu primer berfungsi sebagai penyeimbang dan alat rem sewaktu mendarat. Ia berjumlah 10 helai. Saat dibentangkan, posisi ke-10 bulu itu harus rapat, beraturan dan serasi. Semakin ke ujung sayap, ukurannya membesar. Tulang bulu harus tebal, bulat, lentur, agak melengkung dan tidak kaku. Secara alami sehelai bulu akan rontok setiap bulan.

Dalam lomba, jarak pandang sang jantan pada betina kelepekan menentukan hasil akhir. Semakin kepakan betina terlihat, makin cepat sang jantan melakukan sprint. Oleh karena itu lingkaran pupil di mata harus bisa membesar dan mengecil untuk mengukur jarak.Warna mata juga member indikasi kecepatan terbang. Merpati balap memiliki warna mata lebih merah. “Ia terlihat garang dan sadis. Semua merpati balap juara mempunyai warna mata itu seperti Sri Rama atau Millenium,” papar Udin, perawat di Sampoerna Bird Farm.

Penjodohan merpati balap sprint
Langkah awal melatih merpati balap adalah menjodohkan. Pasalnya merpati balap identik dengan adu napsu. Semakin bernapsu si jantan menguber pasangan betina alias ngeket atau giring, maka makin cepatlah laju terbangnya.Pejantan dapat dijodohkan 3-4 bulan sejak lahir. Penjodohan itu dimulai dengan memasukan pejantan ke kandang utama ukuran 1,5 x 1,5 x 2 meter. Kandang itu dilengkap sebuah kandang kecil (gupon atau pagupon- Jawa) untuk istirahat. Biarkan si jantan selama sehari untuk adaptasi. Menginjak hari ke-2, beberapa betina dimasukkan bergantian selama setengah hari. Usahakan betina matang kelamin yang dipilih.
Tanda jodoh terlihat bila keduanya saling mengeluarkan bunyi untuk merayu (bekur – Jawa). Bulu si jantan akan mekar, mengkilap, dan terlihat indah . Gayung bersambut, si betina pun akan menggut-manggut tanda kepincut. Setelah jodoh, biarkan keduanya untuk kawin.

Namun kendala acap kali muncul ketika penjodohan merpati balap sprint. Si jantan tampak ogah-ogahan kawin. Masalah itu bisa diatasi dengan memilih betina berbulu serupa baby sitter pejantan. Contoh baby sitter berbulu kelabu maka betina pun harus kelabu lantaran insting si jantan akan terus mengingat perawatnya dulu. Hasilnya pun akan lebih baik.

“Daya giring si jantan lebih bagus ketimbang diberi warna lain,” kata Herman Tanubrata, Sekjen PPMBSI.
Selain warna, umur ikut andil saat menjodohkan. Idealnya, betina seumur atau lebih muda yang dipasangkan. Tujuannya agar betina dapat dipakai sebagai kelepekan lebih lama. Namun ada penangkar merpati balap lain yang suka memasangkan jantan dengan betina yang sudah kawin. Maksudnya agar si jantan cepat birahi.
Tdak semua pejantan mau begitu saja disandingkan dengan betina yang sudah kawin. Apalagi pejantan muda, pasti menolak. Tandanya dia akan mematuk dan menguber si betina.

Cara mengatasinya, pisahkan keduanya selama 1-2 minggu. Jika sudah birahi baru dijodohkan kembali. Tanda kawin terlihat bila keduanya mulai mencumbu rayu.Merpati balap sejodoh bisa kawin 2-4 kali sehari. Seminggu setelah kawin, betina biasanya bertelor 2-3 butir selama 3 hari berturut-turut. Telur itu dicabut (dibuang) lantaran ia tidak akan dierami. JIka anakannya akan diambil, penangkar memilih mengawinkan si jantan dengan betina berdarah juara.

Antara 4 sampai 6 hari setelah teloran pertama itu, pasangan merpati biasanya terlihat ngeket atau giring. Tetapi untuk memastikan si jantan sangat ngeket, coba didekatkan betina ke pejantan lain. Jika tiba-tiba si jantan pasangan nguber atau blingsatan tanda cemburu, bebari dia sudah benar-benar ngeket atau giring.


Sumber:
http://omkicau.com

Cara Melatih Merpati Balap 2

Pertama tama sebelumum melatih burung merpati untuk di jadikan burung balap, kunci utama agar merpati balap mau hinggap pada pasangannya adalah harus sudah giring keket atau birahi. Periode birahi mengalami siklus naik setelah sehari paska bertelur yang kedua. Jangan paksakan melatih burung merpati jika belum keket, karena mungkin saja pejantan anda justru akan terbang menghilang. Untuk lebih mempercepat proses giring anda bisa menggunakan obat atau jamu yang dijual dengan harga berkisar 20 ribu.

Setelah ada tanda giring, lepaskan pejantan dari kandang dan biarkan dia berkeliaran di sekitar betina. Waktu yang paling tepat untuk membebaskan pejantan sekitar pukul 9 hingga 11 siang karena cuaca masih hangat. Cuaca hangat akan semakin mempercepat proses giring. Sambil membiarkan pejantan dilepas, sandingkan juga merpati betina dengan pejantan lain sehingga merpati jantan tersebut akan semakin “cemburu”.
Kepakkan sayap burung betina beberapa kali untung menggoda pejantan. Lakukan hal ini selama 5 hari terus menerus dengan frekuensi 4 kali sehari. Bisa juga dengan mengembangkan sayap burung betina dan sodorkan ketiak betina diatas kepala pejantan. Jika sudah ada respon mendekat, pindahkan betina ke lokasi lain dan biarkan burung jantan mengejar. Masih dianggap kurang keket? Gunakan kandang pelepas yang bertingkat dan letakkan betina di bagian bawah dan pejantan asing diatasnya. Jika pejantan pasangan sudah agresif menghampiri, buatlah jarak yang semakin menjauh dengan kelipatan 10 meter.
Jika lokasi anda sudah tidak mencukupi untuk latih terbang pilihlah tanah lapang atau persawahan dengan halangan seminimum mungkin.. Pada merpati yang memiliki karakter terbang susur sangat rendah, sawah yang dipenuhi padi akan membuat merpati terbang lurus mendatar menyusuri permukaan sedangkan sawah tanpa tanaman membuat burung terbang bergelombang kecil. Hindari adanya pohon tinggi di kanan kiri lintasan. Banyak kasus burung menjadi kehilangan arah dan justru melesat ke atas dan semakin bingung mencari pasangannya. Waktu yang ideal adalah pukul 8 hingga 9 pagi untuk merpati bakalan, sedangkan merpati dewasa dapat dilatih antara pukul 3 hingga 5 sore hari. Jangan berganti ganti tempat latihan jika merpati anda masih selalu terlambat mendeteksi keberadaan merpati pasangannya.
Jangan menerbangkan merpati bakalan dalam cuaca berangin atau mendung. Selain menguras fisik merpati yang masih lemah, juga akan mempengaruhi mental merpati. Cuaca gelap juga menyebabkan merpati kesulitan menentukan arah. Sering sekali terjadi merpati hilang saat merpati dilepas menjelang hujan 
Untuk menghasilkan burunf balap yang bagus maka merpati dibiasakan terbang rendah. Caranya joki harus sering melakukan teknik keplek dengan posisi jongkok. Merpati muda lebih mudah dibentuk karakternya. Walaupun tidak semua merpati memiliki karakter demikian tetapi teknik ini setidaknya akan mengurangi ketinggian terbang merpati dari biasanya. Bisa dibantu juga dengan memanfaatkan merpati rendah yang sudah jadi. Untuk jarak pelepasan 200 meter bisa diulang hingga 3 kali setiap latihan dan semakin lama semakin jauh.
Posisi tangan joki jangan pernah mendahului merpati betina. Lebih baik dibelakang tangan kanan. Posisi tangan yang salah justru menyebabkan merpati jantan kesulitan melihat pasangannya atau akan ragu ragu untuk mendarat. Pelajari pula tata tertib lomba dalam hal menangkap merpati balap. Jangan sampai kemenangan anda di diskualifikasi juri hanya karena masalah sederhana.
Carilah partner terbang yang seimbang sehingga merpati muda mudah mengikuti kecepatan terbang. Terbang sendiri tidak memancing burung merpati mengeluarkan seluruh performanya. Mengadu merpati bakalan dengan merpati juara yang memiliki karakter terbang zig zag justru membuat merpati bakalan anda keluar dari lintasan. Tetapi jika anda tidak sengaja menemukan bakalan berkarakter zig zag maka bisa jadi anda beruntung di kemudian hari
Gunakan atribut yang konsisten. Sudah rahasia umum jika warna menjadi pemandu burung merpati. Jangan pernah berganti warna pakaian saat menjoki. Jika ingin lebih maksimal maka anda bisa gunakan beberapa asisten untuk berdiri di belakang anda dengan warna yang seragam. Teriakan juga akan mempermudah merpati mencari pasangannya. Panggilah nama merpati dengan keras. Sebelumnya burung harus sering dibiasakan dipanggil saat memberi makanan
Karena bulu adalah senjata dalam adu merpati, maka jagalah keutuhan bulu ini dengan hati hati. Teknik memegang haruslah dengan mengunci rapat seluruh sayap sehingga burung tidak dapat mengepakkan sayap dengan liar. Gunakan juga sangkar pelepas yang aman. Jangan gunakan kandang yang memiliki bahan dari kawat strimin. Gupon atau sarang juga diperhatikan bahan dan bentuknya. Jangan terlalu sempit karena membuat ujung bulu ekor menjadi sobek
Penjemuran burung merpati adalah perlu. Selain berfungsi untuk menjaga bulu tetap kering, penjemuran juga akan membuat merpati tidak kehilangan nafas. Cukup satu jam saja pada pukul 8 setiap paginya. Berilah jamu khusus burung merpati atau bisa juga dengan meracik sendiri. caranya kencur, sunthi, kopi, telur madu kunyit dicampur dan diaduh sampai halus. Berikan 3 hari sekali sebesar butiran jagung cukup satu buah sajaJika anda melatih merpati lebih keras dari biasanya, urutlah pangkal sayap selesai latihan. Hal ini sangat membantu memulihkan otot yang tegang, Semprotkan pula air secara halus ke sekitar kaki. Beri air secukupnya dan beras merah.
Sumber:
http://budidayanews.blogspot.com

Kamis, 19 Mei 2011

Jual Merpati Balap Sprint Berkualitas - Jember

Kondisi Geografis Jember Sangat Mendukung Pembentukan Merpati Balap Berkualitas
Lengkapi Koleksi Anda Dengan Merpati Balap Dari Jember

Melayani pengiriman ke seluruh kota di pulau jawa

Hubungi:
Andik Kreongan
085 335 104 575

Senin, 11 April 2011

Cara Khusus Membawa Merpati dan Menempatkannya di Sangkar

Bila mengikuti lomba di daerah lain tentu ada cara khusus membawa merpati agar kondisinya tetap optimal saat lomba. Jangan sampai dalam perjalanan merpati menjadi stres atau kelelahan.

Dalam perjalanan merpati dapat ditempatkan dalam sangkar bertingkat yang memiliki sekat antara bagian atas dan bawah.. Merpati jantan ditempatkan di atas dan betina di bagian bawah. Saat perjalanan baik naik mobil atau sepeda motor sebaiknya di kerudung agar tidak mengetahui keramaian lalu lintas.

Bila perjalanan terlalu jauh, sebaiknya menggunakan mobil dan setiap 2-3 jam berhenti di tempat yang sepi, rindang, dan sejuk. Saat berhenti kerudung sangkar sebaiknya dibuka untuk mendapat udara segar. Demikian pula laju kendaraan harus tenang, stabil, dan tidak kasar dalam mengemudikan.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Kandang untuk ternak merpati balap


Bentuk kandang apa pun yang akan digunakan untuk beternak harus aman dari berbagai gangguan, seperti anak-anak bermain dan binatang. Jika kandang diletakkan di dekat tempat bermain, saat mengeram akan terusik dan mengakibatkan telur tidak menetas atau rusak. Bahkan, jika sampai kandang dimasuki binatang seperti tikus dan kucing, tidak hanya telur yang dimakan, terkadang induk dan anakannya juga turut dimangsa.

Untuk itu, kandang harus ditempatkan di daerah yang jauh dari keramaian. Selain penempatan kandang, untuk keamanan merpati, sebaiknya kandang yang digunakan adalah kandang dobel, dobel bertingkat, atau kandang bersama yang sekitarnya dikelilingi kawat ram. Dengan demikian, diharapkan binatang tidak bisa masuk ke dalam kandang.
Sementara untuk menghindari gangguan binatang kecil seperti semut maupun kutu, kandang harus selalu terjaga kebersihannya. Bila perlu, bisa disemprot dengan pembasmi semut maupun kutu. Jenis binatang kecil ini juga berbahaya terhadap keselamatan anak merpati.

Selasa, 17 Agustus 2010

Jual Merpati Balap



Murah Tapi Bukan Murahan

Hubungi:
Andik Kreongan
085 335 104 575Melayani pengiriman ke seluruh kota di pulau jawa
Lengkapi koleksi anda dengan merpati balap dari Jember

Rabu, 04 Agustus 2010

Joki merpati balap perlu menjaga stamina


Tidak hanya stamina merpati balap yang harus dijaga, stami¬na joki pun perlu mendapat perhatian. Apalagi jika merpati balap andalannya mencapai babak final, tentunya telah melalui beberapa babak yang cukup melelahkan. Pemakaian tenaga joki untuk keper¬luan selain menjoki sebaiknya dihilangkan dan harus ditangani oleh orang lain, misalnya mengambil merpati, sangkar, atau perlengkapan lainnya.

Sebaiknya jika berhasil pada babak penyisihan, joki melaku¬kan istirahat sambil menunggu babak selanjutnya. Saat istirahat ini agar tenaga cepat kembali bisa meminum suplemen kesehatan yang banyak dijual di pasaran seperti Ekstra Jos, Kratingdaeng, atau minuman serupa lainnya. Selain itu, makan pagi dan siang juga jangan sampai terlambat.

Alangkah baiknya bila ditambah makanan kecil atau buah-buahan dan sedapat mungkin menghindari makanan yang banyak mengandung minyak serta minum es. Hal ini dimaksudkan agar suara tidak cepat habis (serak) saat memanggil merpati sewaktu menjoki.

Selasa, 03 Agustus 2010

Cara joki menerima merpati balap


Pola menerima kedatangan pembalap sangat beragam antara joki yang satu dengan lainnya. Tergantung kebiasaan joki itu sendiri berdasarkan pertimbangan gaya terbang merpati balapnya. Posisi yang baik dalam menerima pembalap saat tembak (hinggap) di tangan kiri sebaiknya dilakukan di tengah sambil menyergap. Posisi tangan kanan yang memegang merpati betina berada di bawah tangan kiri.

Posisi saat menerima persis di depan perut sangat mengun¬tungkan bila tembakannya sangat keras. Meskipun kemungkinan meleset tetap ada, tetapi sangat kecil. Begitu hinggap langsung secara cepat dibawa merapat ke perut. Lain halnya jika diterima di atas atau di bawah perut. Kemungkinan bablas (lewat) semakin besar karena tidak terhalang badan.

Saat menerima kedatangan merpati sebaiknya joki memperhatikan kecepatan ayunannya. Setelah merpati tampak mendekat sekitar 4-5 m, ayunan yang semula cepat kemudian diperlambat. Pola penerimaan merpati yang akan hinggap dengan kecepatan penuh harus dilakukan secara cekatan agar tembakan yang dilakukannya tidak sampai meleset.

Penerimaan merpati balap memang tidak mutlak harus dilakukan di tengah, tergantung kebiasaan yang dilakukan di saat¬saat latihan. Bila arah datangnya merpati dari atas, sebaiknya diterima sedikit di bawah. Namun, begitu hinggap dengan cepat segera ditarik ke atas. Begitu pula jika kedatangan merpati mendatar, bisa diterima pada posisi sedikit di atas. Ketika hinggap langsung dibawa ke posisi tengah.

Senin, 02 Agustus 2010

Cara joki memanggil merpati balap


Bila merpati balap sudah dilepas di garis start (oleh pelepas) dan tampak dari garis finis, teriakan para joki mulai ramai memanggil merpatinya. Teriakan ini bertujuan agar merpati bisa mengetahui posisi jokinya sehingga terbangnya semakin terarah dan lebih cepat. Selain dengan memperkeras suara, sebaiknya teriakan panggilan mempunyai kekhususan baik irama maupun nada suaranya yang tidak berubah sejak latihan. Bisa juga dengan memanggil nama merpati balapnya.

Panggilan sebaiknya disertai dengan mengayunkan sang betina sehingga posisi joki dapat diketahui secara jelas oleh merpati balapnya. Sangat rrtenguntungkan bila posisi joki telah diketahui merpati pada jarak jauh. Karena burung ini akan semakin mempercepat terbang dan meninggalkan lawan-lawannya.

Minggu, 01 Agustus 2010

Perawatan merpati balap seusai lomba


Sesusai lomba biasanya adalah waktu merpati bertelur sehingga pada minggu berikutnya tidak mungkin merpati balap dalam kon¬disi prima. Saat ini kondisi merpati menurun. Merpati yang bertelur dibiarkan mengeram hingga 4-5 hari. Tepat pada hari Sabtu malam telur diambil dan dibuang. Selanjutnya merpati diberi perlakuan sama dengan semula.

L.omba yang diadakan memang diatur selang satu minggu dan tidak asing lagi bagi penggemar merpati balap yang sering turun ke lapangan.

Jumat, 30 Juli 2010

Pakaian joki merpati balap

Ketika lomba berlangsung banyaknya joki yang ada di garis finis menunggu kedatangan masing-masing merpatinya¬terkadang memang membuat burung tersebut bingung menentukan di mana posisi jokinya. Supaya joki lebih mudah dikenali ter¬utama ketika jarak terbangnya masih jauh, joki harus menggunakan pakaian khusus dengan warna yang khusus pula. Tentunya pakaian tersebut sudah dikenal betul oleh merpati balapnya.

Pakaian khusus itu harus benar-benar sudah dikenal sejak latihan. Sebaiknya pakaian dengan warna khusus itu tidak berganti¬ganti. Biasanya klub-klub penggemar merpati balap sudah mempunyai warna dan bentuk pakaian tersendiri. Masing-masing klub berusaha menggunakan pakaian dengan warna yang tidak sama antara klub yang satu dengan yang lainnya. Pakaian baik baju, kaos, maupun celana yang dipakai menjoki ada yang polos ada juga yang menggunakan kombinasi warna. Bahkan, ada pula yang menggunakan topi dengan warna dan bentuk tertentu yang berbeda dengan joki lainnya.

Pakaian yang biasa digunakan sebaiknya warna-warna yang mencolok. Namun, harus dihindari warna yang sama dengan kondisi lapangan, misalnya warna hijau bila latihan atau lomba diadakan pada lapangan yang berumput. Sebaliknya bila latihan atau lomba diadakan di lapangan terbuka yang gersang dan tidak ditumbuhi rumput sama sekali, sebaiknya joki tidak mengenakan pakaian berwarna cokelat.

Warna yang tepat dan banyak digunakan joki biasanya warna putih, kuning, merah, dan hitam. Pakaian dengan warna putih sangat menguntungkan jika aduan merpati balap berlangsung hingga menjelang petang. Biasanya hal ini terjadi pada babak final. Dalam mengenalkan ciri dan warna pakaian yang digunakan, sebaiknya tidak hanya pada saat latihan saja. Joki harus pula mengenakan pakaian khususnya saat memberi pakan, memandikan, serta membersihkan kandang. Hal ini dilakukan agar merpati balap benar-benar mengenal lebih dekat siapa jokinya.

Kamis, 29 Juli 2010

Merpati Balap memerlukan kasih sayang

Joki harus memberi perhatian dan kasih sayang yang besar kepada merpatinya. Perhatian dan kasih sayang ini bisa membuat merpati balap lebih mengenal jokinya. Perhatian tersebut tidak cukup hanya memberi makan, membersihkan kandang, memandikan, menjemur, maupun melatihnya. Kasih sayang yang tulus malahan lebih didambakan oleh merpati balap.

Kasih sayang dapat ditunjukkan di saat senggang, bergurau dengan merpati balap sambil mendekatkan sang betinanya. Begitu pula pada malam hari biasakan joki mengelus-elus merpatinya. Jalinan hubungan yang harmonis sangat berpengaruh ketika berada di lapangan, merpati balap tidak akan lupa atau salah mengenali jokinya.

Rabu, 28 Juli 2010

Gerakan badan dan tangan joki merpati balap

Gerakan tangan saat mengayunkan merpati betina ternyata juga berpengaruh pada kecepatan terbang merpati balap (jantan). Semakin pelan ayunannya biasanya merpati saat hinggap di tangan juga lamban. Justru merpati akan semakin berpacu jika gerakan ayunan joki semakin cepat. Kecepatan yang dimaksud tentu tidak asal cepat dan kasar, tetapi gerakan ayunannya tidak kaku. Meskipun cepat, tetapi masih terasa santai dan kokoh dalam menerima merpati.

Bentuk ayunan yang baik harus dirasakan merpati sejak lati¬han. Begitu pula cara joki menerimanya. Dengan demikian, diharapkan ketika lomba, merpati sudah tidak ragu dan tidak meleset saat hinggap di tangan meskipun dengan kecepatan tinggi.

Banyaknya merpati yang adu kecepatan terkadang juga masih membingungkan joki. Apalagi jika terjadi persaingan ketat dan saling tempel. Untuk mengantisipasi kedatangan dari berbagai penjuru, joki dituntut mempunyai refleks yang cepat. Kebanyakan joki joki yang kurus atau ideal (antara tinggi dan berat badannya) sangat cocok dibanding yang berbadan gemuk.

Selasa, 27 Juli 2010

Joki harus tahu gaya terbang merpati balap

Mengetahui secara persis gaya terbang merpati yang dijoki merupakan faktor yang sangat penting bagi joki. Pada kondisi apa pun joki mampu mengetahui berada di posisi mana merpatinya. Dengan mengetahui posisi merpati balap -saat menuju garis finis- joki bisa beraksi untuk mengantisipasi kedatangan dan siap menerimanya.

Pemahamanan joki terhadap gaya terbang merpati balap bermanfaat untuk mengantisipasi jika terdapat dua merpati balap yang sama warna dan ketinggian terbangnya. Kesamaan ini memang sangat merepotkan joki untuk menentukan yang mana merpati balapnya. Dari sekian banyak kesamaan tentu terdapat sedikit perbedaan yang menjadi kebiasaan merpati yang dijokinya. Bila sudah mengenal betul merpatinya, joki tentu tidak akan kesulitan menentukan di mana burung yang dijokinya berada.

Mengetahui secara detail tentang gaya terbang dan kebiasaan hinggap di tangan dapat dilakukan saat latihan. Dalam latihan tidak hanya sekadar menjoki. Namun, harus benar-benar mengamati gaya terbang serta kebiasaan sekecil apa pun yang dilakukan merpati balap mulai dilepas (oleh pelepas) hingga sampai di tangan joki.

Senin, 26 Juli 2010

Joki merpati balap harus Melatih ketajaman penglihatan

Awal latihan yang baik sebagai joki terutama yang ingin menjadi joki andalan sebaiknya menjadi pelepas terlebih dahulu. Saat ngetren (melepas) harus melihat merpati yang dilepas hingga tidak kelihatan. Latihan ini untuk membiasakan kernampuan melihat merpati terbang sejauh-jauhnya. Dengan demikian, saat menjadi joki sudah dapat mendeteksi kedatangan pembalap secepat mungkin dari jarak yang cukup jauh. Pejoki yang baik kebanyakan mampu melihat merpati terbang hingga jarak 1 km bahkan lebih.

Ketajaman penglihatan sang joki harus tetap terpelihara. Untuk itu, Ia harus banyak makan makanan yang mengandung vitamin A. Makan wortel tanpa dimasak juga dipercaya sangat membantu ketajaman penglihatan. Ada baiknya bila hal ini dilakukan setiap hari. Selain itu, bisa juga dengan meminum tab¬let vitamin A yang banyak dijual di apotek atau toko obat.

Minggu, 25 Juli 2010

Joki Merpati Balap

Peranan joki dalam balap merpati tidak bisa dikesampingkan. Selain faktor keturunan, latihan, dan perawatan, joki juga meru¬pakan faktor penentu kemenangan dalam arena balap merpati. Tidak jarang merpati balap gagal mengalahkan lawan-lawannya hanya akibat kesalahan kecil yang dilakukan joki.

Umumnya yang menjadi joki bukan pemilik merpati balap. Jika semua merpati balap yang dimiliki harus dijoki sendiri, tentu baik waktu, tenaga, maupun pikiran jelas tidak teratasi. Pemilik paling banyak dalam satu perlombaan hanya bisa menjoki 1-2 burung. Pemilik justru lebih ditekankan untuk mempersiapkan dalam bentuk sarana, teknik, serta memantau kekuatan lawan sebagai langkah mengatur strategi lomba. Pelaksana di lapangan bisa diserahkan joki joki yang telah dipersiapkan.

Joki yang baik tentunya mendapat kepercayaan penuh dari pemilik merpati. Sebelum lomba, joki harus membekali diri dengan berbagai keterampilan dan ketentuan dalam menjoki sehingga mampu menunjukkan diri sebagai joki yang dapat diandalkan.

Menjadi joki juga merupakan mata pencaharian, ada beberapa joki yang memang dijadikan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Kebanyakan joki-joki yang dapat diandalkan dipelihara pemilik merpati balap sebagai karyawan. Dengan demikian, pekerjaan setiap harinya selain menjoki saat latihan dan lomba, juga bertugas sebagai pemelihara merpati balap.
 
Merpati Balap Jember Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template